PELAKITA.ID – Berau, Kalimantan Timur, 25 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Berau bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) menggelar seminar bertajuk Perempuan Pesisir Berdaya: Mengelola Potensi Lokal, Menguatkan Ekonomi Keluarga.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perempuan dalam mengelola keuangan rumah tangga, mengembangkan potensi ekonomi lokal, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga yang bergantung pada kelestarian ekosistem pesisir, terutama mangrove.
Seminar diselenggarakan di Kampung Pegat Batumbuk pada 21 Juli 2026 dan Kampung Tabalar Muara pada 23 Juli 2026, dengan melibatkan sekitar 150 peserta di setiap kampung sebagai upaya memperluas pemerataan manfaat program dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Bagi masyarakat pesisir Berau, mangrove menjadi penopang produktivitas perikanan dan tambak yang merupakan sumber penghidupan. Namun, pendapatan masyarakat sangat dipengaruhi musim dan hasil tangkapan maupun panen yang tidak menentu.
Dalam kondisi tersebut, perempuan memegang peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Melalui seminar ini, peserta dibekali keterampilan mengelola keuangan keluarga, mengenali layanan keuangan yang legal, mengembangkan usaha, serta memahami bahwa kesejahteraan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan.
Di Kampung Pegat Batumbuk dan Tabalar Muara, kelompok perempuan telah mengembangkan berbagai usaha berbasis hasil tambak, seperti mengolah udang dan bandeng menjadi produk pangan bernilai tambah. Mereka juga terlibat dalam pengelolaan tambak udang melalui pemanfaatan sampah organik menjadi kompos dan mikroorganisme lokal (MOL) untuk mendukung budi daya yang lebih berkelanjutan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan penguatan kapasitas perempuan merupakan bagian penting dari pembangunan daerah, khususnya di wilayah pesisir. Menurutnya, literasi keuangan menjadi bekal penting bagi keluarga nelayan dan petambak yang pendapatannya dipengaruhi musim.
“Perempuan memiliki kontribusi besar dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Pemerintah Kabupaten Berau berkomitmen mendukung berbagai program pemberdayaan yang meningkatkan kapasitas perempuan agar mampu mengelola potensi lokal secara produktif dan berkelanjutan. Ketika perempuan semakin berdaya, kesejahteraan keluarga dan masyarakat juga akan semakin kuat,” jelasnya.
Selain literasi keuangan, seminar juga membahas akses permodalan, pengembangan kewirausahaan, penguatan peran perempuan dalam mitigasi bencana, serta pengelolaan wilayah pesisir.

Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada kelompok masyarakat yang selama ini belum memperoleh pendampingan dari YKAN agar dapat mengakses informasi, peningkatan kapasitas, dan peluang pengembangan usaha.
“Seminar ini membuka wawasan kami bahwa perempuan tidak hanya berperan mengatur keuangan keluarga, tetapi juga dapat mengembangkan usaha dari potensi lokal. Kami juga semakin memahami bahwa menjaga mangrove dan kawasan pesisir berarti menjaga sumber penghasilan keluarga kami di masa depan,” ucap Hasnah, anggota Kelompok Pengolah dan Pemasaran (Poklahsar) Mandiri Kampung Tabalar Muara.
Seminar ini merupakan bagian dari upaya YKAN bersama pemerintah daerah dan pemerintah kampung dalam memperkuat pemberdayaan perempuan pesisir melalui Program Solutions for Marine and Coastal Resilience in the Coral Triangle (SOMACORE) di Kabupaten Berau.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari Program KONEKSI yang didukung Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia, dengan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat pembelajaran, riset, dan pengembangan pengetahuan bagi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Konservasi dan Pemberdayaan Perempuan Saling Menguatkan
Bersama Pemerintah Kabupaten Berau dan berbagai mitra, YKAN menjalankan program konservasi berbasis masyarakat, seperti perlindungan dan restorasi mangrove, pemantauan penyu, penguatan tata kelola pesisir, serta pengembangan mata pencaharian berkelanjutan.
Perempuan didorong berperan aktif tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pengambil keputusan, pelaku usaha, dan pengelola sumber daya alam di komunitasnya.
Direktur Program Kelautan YKAN, Muhammad Ilman, mengatakan peningkatan kapasitas perempuan merupakan bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

“Konservasi bukan sekadar menjaga kawasan pesisir, tetapi juga memastikan masyarakat yang bergantung pada ekosistem tersebut memiliki kehidupan yang lebih sejahtera. Ketika perempuan memiliki akses terhadap pengetahuan, peluang usaha, dan pengelolaan keuangan yang baik, mereka menjadi agen perubahan di tingkat keluarga maupun komunitas. Karena itu, YKAN mendorong pendekatan yang mengintegrasikan konservasi dengan penguatan ekonomi masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui seminar ini, YKAN berharap semakin banyak perempuan pesisir mampu mengelola keuangan keluarga, mengembangkan usaha berbasis potensi lokal, dan berperan aktif menjaga ekosistem mangrove sebagai penopang kehidupan masyarakat pesisir.
Tentang YKAN
Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) adalah organisasi nirlaba berbasis ilmiah yang hadir di Indonesia sejak 2014. YKAN memberikan solusi inovatif demi mewujudkan keselarasan alam dan manusia melalui tata kelola sumber daya alam yang efektif, mengedepankan pendekatan non konfrontatif, serta membangun jaringan kemitraan dengan seluruh pihak kepentingan untuk Indonesia yang lestari. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.ykan.or.id.
Narahubung
Adia Puja Pradana
Communications Specialist Ocean Program YKAN
adia.pradana@ykan.or.id
Dokumentasi
Salah satu kelompok perempuan dari Kampung Pegat Batumbuk menunjukkan produk olahan hasil perikanan yang dikembangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pendapatan keluarga. Ekonomi masyarakat pesisir bergantung pada ekosistem mangrove yang sehat sebagai penopang produktivitas perikanan. (Foto: ©Adia Puja/YKAN)
Para perempuan di Kampung Pegat Batumbuk terlibat di dalam pengelolaan tambak udang, dengan mengolah sampah organik menjadi kompos. Kompos yang dihasilkan digunakan untuk menyuburkan ekosistem dan menumbuhkan pakan alami bagi tambak berkelanjutan. (Foto: ©Adia Puja/YKAN)
Selain literasi keuangan, seminar juga membahas akses permodalan, pengembangan kewirausahaan, penguatan peran perempuan dalam mitigasi bencana, serta pengelolaan wilayah pesisir. (Foto: ©YKAN)
Para peserta di seminar Perempuan Pesisir Berdaya: Mengelola Potensi Lokal, Menguatkan Ekonomi Keluarga yang digelar di Kampung Pegat Batumbuk. (Foto: ©YKAN)









