PELAKITA.ID – Final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Argentina menghadirkan euforia luar biasa.
Di balik kemegahan pertandingan tersebut, harga tiket yang ditawarkan bahkan mampu membiayai pelayanan makan bergizi bagi ribuan anak Indonesia.
Jika menggunakan kurs Rp17.838 per dolar AS, maka tiket resmi FIFA kategori paling murah dijual sekitar Rp77,3 juta. Nilai tersebut hampir setara dengan biaya makan bergizi bagi sekitar 770 siswa apabila diasumsikan satu porsi MBG bernilai Rp10.000.
Sementara tiket kategori premium FIFA mencapai Rp160,5 juta, cukup untuk menyediakan sekitar 16 ribu porsi makan bergizi, atau memenuhi kebutuhan satu sekolah berukuran sedang selama beberapa bulan.
Fenomena menjadi lebih mencolok ketika melihat harga di pasar sekunder. Tiket rata-rata diperjualbelikan sekitar Rp202 juta, sedangkan kursi terbaik mencapai Rp203,7 juta. Dengan dana sebesar itu, pemerintah dapat menyediakan sekitar 20.000 porsi MBG.
Harga yang paling mengejutkan muncul pada kategori VIP. Satu suite pribadi dijual hingga sekitar Rp3,55 miliar. Nilai tersebut hampir menyamai setengah biaya operasional satu titik dapur MBG selama satu tahun, yang diperkirakan berada pada kisaran Rp8–10 miliar.
Bahkan terdapat tiket yang ditawarkan sekitar Rp2,15 miliar, atau setara dengan sekitar 20–27 persen kebutuhan operasional tahunan satu titik MBG.
Yang paling ekstrem adalah tiket resale yang pernah dipasang dengan harga sekitar Rp41 miliar. Dengan nilai sebesar itu, dana tersebut dapat membiayai operasional sekitar empat hingga lima titik dapur MBG selama satu tahun penuh, sehingga mampu melayani puluhan ribu penerima manfaat setiap hari.
Perbandingan Sederhana
| Harga Tiket | Nilai | Setara |
|---|---|---|
| Tiket resmi termurah | Rp77,3 juta | ±7.700 porsi MBG |
| Tiket resmi termahal | Rp160,5 juta | ±16.000 porsi MBG |
| Harga rata-rata resale | Rp202 juta | ±20.000 porsi MBG |
| VIP Suite | Rp3,55 miliar | ±35%–44% biaya operasional satu titik MBG per tahun |
| Tiket Rp41 miliar | Rp41 miliar | Operasional ±4–5 titik MBG selama setahun |
Perspektif Ekonomi
Tentu saja, kedua angka tersebut tidak bisa dibandingkan secara langsung karena berasal dari dua konteks yang berbeda.
Harga tiket final Piala Dunia merupakan hasil mekanisme pasar global yang dipengaruhi permintaan luar biasa tinggi terhadap sebuah pertandingan bersejarah. Sementara anggaran MBG merupakan investasi publik untuk meningkatkan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia Indonesia.
Namun perbandingan ini memberikan perspektif menarik mengenai besarnya nilai ekonomi sebuah ajang olahraga kelas dunia. Harga satu tiket terbaik ternyata dapat setara dengan anggaran pelayanan publik yang menyentuh kehidupan ribuan orang.
Di satu sisi, sepak bola menunjukkan bagaimana industri olahraga mampu menciptakan nilai ekonomi yang luar biasa.
Di sisi lain, angka-angka tersebut juga mengingatkan bahwa dana dengan besaran yang sama, jika dialokasikan untuk pelayanan publik seperti MBG, dapat menghasilkan dampak sosial yang jauh lebih luas bagi masyarakat.
Penulis Denun









