PELAKITA.ID – Karies gigi masih menjadi salah satu persoalan kesehatan gigi dan mulut yang kerap dialami anak usia sekolah. Minimnya pengetahuan tentang penyebab gigi berlubang, kebersihan rongga mulut, serta teknik menyikat gigi yang tepat dapat meningkatkan risiko karies sejak dini.
Jika tidak ditangani, masalah tersebut tidak hanya mengganggu kesehatan dan kenyamanan anak, tetapi juga dapat memengaruhi konsentrasi dan aktivitas belajar.
Merespons persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menghadirkan program edukasi kesehatan gigi bertajuk “SENYUM CERIA (Sehatkan Gigi Melalui Edukasi Karies dan Gerakan Menyikat Gigi yang Benar)” di SD Negeri 20 Pangkajene, Kelurahan Majjelling Wattang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, Rabu (5/8/2026).
Program yang menjadi salah satu kegiatan kerja individu mahasiswa tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus membangun kebiasaan positif siswa dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Belajar Karies dengan Cara yang Menyenangkan
SENYUM CERIA dirancang dengan pendekatan promotif dan preventif. Siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai karies, tetapi juga diajak memahami penyebab, faktor risikonya, cara pencegahan, serta pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut secara konsisten.
Kegiatan diawali dengan registrasi, pembukaan, penyampaian tujuan kegiatan, dan pre-test untuk mengetahui pengetahuan awal siswa. Mahasiswa kemudian menyampaikan materi menggunakan media edukasi berupa flipchart kesehatan gigi, model gigi, dan sikat gigi.
Pembelajaran menjadi lebih interaktif ketika siswa diajak mengikuti demonstrasi teknik menyikat gigi yang benar. Setelah itu, peserta mempraktikkannya secara langsung dengan pendampingan mahasiswa KKN-PK.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, kuis edukatif, serta post-test untuk melihat perkembangan pemahaman siswa setelah mengikuti edukasi.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Sejumlah pertanyaan muncul, mulai dari penyebab gigi berlubang, jenis makanan yang baik untuk kesehatan gigi, waktu yang tepat untuk menyikat gigi, hingga cara menjaga kebersihan gigi sehari-hari.
Pendekatan praktik langsung menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Siswa tidak berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi memperoleh pengalaman untuk mempraktikkan teknik menyikat gigi secara benar.
Kebiasaan Kecil, Dampak Besar
Penanggung jawab kegiatan, Dwi Ikhsana Qalbi, mengatakan SENYUM CERIA dirancang agar pesan kesehatan gigi dapat diterima anak dengan cara sederhana, interaktif, dan menyenangkan.
“Melalui kegiatan SENYUM CERIA, kami berharap siswa tidak hanya mengetahui apa itu karies, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan menyikat gigi dengan benar dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin akan memberikan manfaat besar bagi kesehatan gigi dan mulut mereka di masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, edukasi kesehatan pada usia sekolah penting karena kebiasaan yang dibangun sejak dini berpeluang menjadi bagian dari perilaku sehari-hari anak, baik di sekolah maupun di rumah.
Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai penyebab dan faktor risiko karies, langkah pencegahan, serta teknik menyikat gigi yang benar. Sebagian besar siswa juga mampu mempraktikkan tahapan menyikat gigi sebagaimana telah didemonstrasikan.
Salah seorang guru SD Negeri 20 Pangkajene mengapresiasi kegiatan tersebut karena materi disampaikan melalui pendekatan yang mudah dipahami siswa.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa karena materi disampaikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Kami berharap kebiasaan menyikat gigi yang benar dapat terus diterapkan oleh anak-anak, baik di sekolah maupun di rumah,” ungkapnya.
Dari Sekolah untuk Generasi Sehat
Bagi mahasiswa KKN-PK Unhas, SENYUM CERIA bukan sekadar kegiatan penyuluhan kesehatan. Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengetahuan kesehatan yang praktis dan dapat langsung diterapkan oleh masyarakat, khususnya anak usia sekolah.
Kegiatan tersebut juga sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Tujuan 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta Tujuan 4 tentang pendidikan berkualitas, melalui penguatan literasi kesehatan sejak usia dini.
Lebih dari sekadar mengajarkan cara menyikat gigi, SENYUM CERIA membawa pesan sederhana: kesehatan dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan dengan benar dan konsisten.
Melalui edukasi yang menyenangkan, praktik langsung, dan keterlibatan sekolah, mahasiswa KKN-PK Unhas berharap siswa SD Negeri 20 Pangkajene dapat tumbuh dengan kesadaran yang lebih baik terhadap kesehatan gigi dan mulut.
Senyum yang sehat bukan hanya soal gigi yang bersih. Ia adalah bagian dari kualitas hidup, kepercayaan diri, dan kesiapan anak untuk belajar serta tumbuh menjadi generasi yang lebih sehat.
___
Penulis: Dwi Ikhsana Qalbi,
Editor Aisya Sofianita Kamaruddin









