PELAKITA.ID — Perjalanan karier tak semua tumbuh melalui lompatan besar, bisa saja melalui tangga-tangga kecil yang ditempuh dengan sabar. Dari meja administrasi, ruang analisis pembiayaan, perjumpaan dengan pelaku usaha, hingga memimpin sebuah kantor cabang, setiap tahap meninggalkan pengalaman yang membentuk cara seseorang memahami pekerjaan dan tanggung jawab.
Begitulah perjalanan Achmad Almuhram, anggota IKAFE Unhas sekaligus profesional perbankan kelahiran Ujung Pandang, 11 Juli 1992.
Dari Makassar tempat ia tumbuh dan menempuh pendidikan, perjalanan profesionalnya kemudian membawanya ke Kendari, Ampana, Palu, dan kini Toli-Toli.
Perpindahan itu bukan sekadar perubahan alamat tempat bekerja, melainkan rangkaian pengalaman yang mempertemukannya dengan karakter nasabah, masyarakat, dan dinamika ekonomi yang berbeda-beda.
Achmad menyelesaikan pendidikan dasarnya di SDN Mangkura II Makassar, kemudian melanjutkan ke SMPN 6 Makassar dan SMAN 16 Makassar. Tahun 2010 menjadi salah satu titik penting ketika ia memasuki Universitas Hasanuddin, mengambil jurusan Manajemen pada Fakultas Ekonomi.
Empat tahun kemudian, ia menyelesaikan pendidikan sarjananya dengan capaian akademik yang kuat. Gelar Sarjana Ekonomi diraihnya pada 2014 dengan IPK 3,59 dan predikat cumlaude.
Pendidikan manajemen tersebut kelak menjadi fondasi yang membantunya memasuki dunia yang sangat dekat dengan angka, keputusan bisnis, relasi, risiko, dan kepercayaan: perbankan.
Dari Makassar, Memulai Langkah
Agustus 2014 menjadi awal perjalanan profesional Achmad. Ia bergabung dengan Bank OCBC NISP sebagai Associate Relationship Manager di Kantor Cabang Makassar.
Sebagai titik awal, posisi itu memperkenalkannya pada dunia perbankan dari sisi hubungan dengan nasabah. Ia belajar bahwa angka dan produk perbankan pada akhirnya selalu berhubungan dengan manusia—dengan kebutuhan, rencana, kemampuan, serta keputusan ekonomi seseorang atau sebuah usaha.
Setahun kemudian, ia berpindah ke Bank BNI Syariah.
Di sini perjalanan profesionalnya berkembang melalui sejumlah fungsi yang berbeda. Pada 2015 ia dipercaya sebagai Administration Assistant, lalu pada 2016 menjalankan tugas sebagai Financing Administration Assistant di Kantor Cabang Makassar.
Tahap tersebut mungkin tampak sebagai bagian teknis dari perjalanan karier. Namun justru dari pekerjaan administratif dan pembiayaan itulah seorang bankir belajar mengenai ketelitian, proses, kepatuhan, serta pentingnya memastikan setiap keputusan memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pengalaman itu kemudian membawanya semakin dekat dengan dunia bisnis dan pelaku usaha.
Pada Mei 2020, Achmad ditugaskan ke Kantor Cabang Kendari sebagai SME Account Officer. Di titik ini, ruang kerjanya semakin luas. Ia berhadapan dengan usaha kecil dan menengah, membaca kebutuhan pembiayaan, membangun hubungan dengan nasabah, sekaligus memahami bahwa pertumbuhan sebuah usaha sering kali bertumpu pada keputusan-keputusan finansial yang tepat.
Belajar dari Dunia SME
Dunia usaha kecil dan menengah memberikan pengalaman tersendiri bagi seorang bankir. Di sana, neraca keuangan sering kali berkelindan dengan cerita tentang keluarga, keberanian memulai usaha, jatuh bangun perdagangan, dan harapan untuk memperbesar usaha.
Pengalaman di lapangan kemudian menjadi bekal ketika Achmad memasuki fase berikutnya.
Pada Februari 2021, setelah transformasi kelembagaan menuju Bank Syariah Indonesia, ia dipercaya sebagai Area SME Analyst Officer di Kantor Cabang Kendari. Beberapa bulan kemudian, pada September 2021, ia dipercaya sebagai SME Relationship Manager.
Perubahan peran tersebut menunjukkan semakin kuatnya keterlibatan Achmad dalam pengelolaan bisnis SME. Dari pekerjaan yang sebelumnya banyak bersentuhan dengan administrasi, ia berkembang ke wilayah analisis, relasi, dan pengembangan bisnis.
Di dalamnya terdapat kebutuhan untuk memahami dua hal sekaligus: peluang dan kehati-hatian. Sebuah pembiayaan bukan hanya tentang bagaimana bisnis dapat berkembang, tetapi juga bagaimana risiko dapat dikenali dan dikelola sejak awal.
Karena itu, kemampuan analitis dan manajemen risiko menjadi bagian penting dalam perjalanan profesionalnya. Ia mengikuti berbagai pelatihan, mulai dari Analytical Thinking & Problem Solving, Communication & Presentation Skills, hingga Selling Skill. Ia juga memperoleh Sertifikasi Manajemen Risiko Level 1 pada 2020 dan Level 2 pada 2023.
Ketika Tanggung Jawab Berubah Menjadi Kepemimpinan
Juli 2023 menjadi babak baru. Achmad dipercaya sebagai Branch Manager KCP Ampana.
Memimpin sebuah unit kerja membawa tuntutan yang berbeda. Seorang relationship manager terutama berhadapan dengan nasabah dan bisnis. Seorang pimpinan cabang harus melihat lebih luas: kinerja tim, kualitas pelayanan, operasional, pencapaian bisnis, pengelolaan risiko, serta bagaimana seluruh bagian bergerak dalam satu arah.
Di sinilah pengalaman organisasi yang pernah dijalaninya menemukan relevansinya.
Pada 2017–2018, Achmad pernah dipercaya sebagai Ketua Kerohanian Islam Serikat Pekerja Bank BNI Syariah. Ia mengorganisir berbagai kegiatan kerohanian bagi pegawai. Setahun berikutnya, ia mendapat kepercayaan sebagai Ketua Serikat Pekerja Bank BNI Syariah, dengan tanggung jawab memimpin dan mengoordinasikan kepentingan serta hak pekerja.
Pengalaman tersebut mempertemukannya dengan sisi lain kehidupan organisasi: mendengar, berkomunikasi, mengoordinasikan kepentingan, dan membangun kesepahaman. Kepemimpinan, dalam konteks ini, tidak semata-mata tentang memberi arahan, tetapi juga tentang memahami orang-orang yang bekerja bersama.
Dari Ampana ke Palu
Perjalanan Achmad kembali bergerak pada Juni 2025. Ia dipercaya sebagai Area SME Business Manager Area Palu.
Tanggung jawab tersebut memperluas cakupan pengalaman yang telah dibangunnya sejak memasuki dunia SME. Jika sebelumnya ia banyak bersentuhan dengan nasabah dan unit kerja, kini perspektifnya semakin melebar pada pengelolaan bisnis pada tingkat area.
Setiap kota membawa karakter ekonomi dan sosial yang berbeda. Bagi seorang bankir yang bekerja di wilayah Sulawesi, perpindahan dari satu daerah ke daerah lain juga berarti bertemu dengan pelaku usaha dengan latar belakang, kebutuhan, dan cara berkembang yang beragam.
Di sanalah pengalaman menjadi sesuatu yang lebih bernilai daripada sekadar catatan dalam daftar jabatan.
Toli-Toli, Babak Baru
September 2026 membawa Achmad ke Toli-Toli. Ia dipercaya menjadi Branch Manager KCP Toli-Toli. Kabar itu disampaikan Asisten Ekonomi Pembangunan Kabupaten Tolitoli, Rustan Rewa ke media ini.
“Hari ini saya bertemu beliau di kantornya,” kata pengurus IKA Unhas Tolitoli itu.
Bagi Achmad, Tolitoli menjadi ruang baru untuk meneruskan pengalaman yang telah dikumpulkannya selama lebih dari satu dekade. Dari Makassar, Kendari, Ampana, hingga Palu, perjalanan itu mempertemukannya dengan berbagai bentuk pekerjaan dan tanggung jawab—administrasi, pembiayaan, SME, analisis, hubungan nasabah, bisnis, hingga kepemimpinan.
Kini, tantangan itu hadir dalam bentuk yang berbeda.
Memimpin kantor cabang bukan hanya tentang mengejar pencapaian bisnis. Di balik sebuah kantor bank terdapat masyarakat yang datang membawa kebutuhan, pelaku usaha yang sedang mencari ruang untuk bertumbuh, pegawai yang membutuhkan kepemimpinan, dan kepercayaan yang harus dijaga.
Karena itu, pengalaman Achmad di bidang SME menjadi bagian penting dari bekalnya. Ia telah cukup lama berada dekat dengan dunia usaha, tempat kebutuhan pembiayaan bertemu dengan risiko, dan tempat keputusan perbankan dapat memiliki konsekuensi nyata bagi keberlanjutan sebuah usaha.
Terus Belajar
Perjalanan profesional Achmad juga memperlihatkan satu hal lain: karier tidak berhenti pada jabatan.
Pelatihan Principles of Banking Executive Program, dasar perbankan syariah, komunikasi, kemampuan menjual, pemecahan masalah, manajemen risiko, hingga Leadership Excellence Through Sharia-Based Awareness and Practice menjadi bagian dari proses pembentukan dirinya.
Bagi seorang profesional yang bergerak dalam industri dengan perubahan cepat, pembelajaran menjadi kebutuhan yang terus berlangsung. Pengetahuan tentang produk saja tidak cukup. Dibutuhkan kemampuan membaca perubahan, memahami manusia, mengelola risiko, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Perjalanan Achmad Almuhram adalah cerita tentang pertumbuhan yang berlangsung selangkah demi selangkah.
Dari seorang sarjana Manajemen Universitas Hasanuddin yang memulai karier di Makassar pada 2014, ia kemudian menjalani berbagai peran di industri perbankan hingga dipercaya memimpin unit dan area. Perjalanan itu membawanya melewati berbagai kota di Sulawesi dan mempertemukannya dengan beragam karakter dunia usaha serta masyarakat.
Kini di Toli-Toli, sebuah babak baru dimulai.
Bukan dengan melupakan perjalanan sebelumnya, tetapi membawanya sebagai bekal: ketelitian dari dunia administrasi, pemahaman pembiayaan, pengalaman bersama pelaku SME, kemampuan analitis, pemahaman risiko, pengalaman berorganisasi, dan pelajaran tentang kepemimpinan.
Dalam dunia profesional, perjalanan yang panjang pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa tinggi seseorang mencapai sebuah posisi, tetapi tentang seberapa banyak pengalaman yang mampu ia bawa untuk menjalankan amanah berikutnya dengan lebih matang.
Penulis Denun









