Chaidir Syam di Hadapan Menteri UMKM, NIB UMKM Maros Melonjak dari 3.000 Menjadi 30.000

  • Whatsapp
Bupati Maros, Andi Syafril Vhaidir Syam saat hadir di depan Menteri UMKM Maman Abdurrahman di Unhas (dok: Pelakita.ID)

PELAKITA.ID – MAKASSAR — Bupati Maros Andi Syafril Chaidir Syam menyampaikan perkembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Maros di hadapan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman dalam kegiatan Bursa Wirausaha di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), 13 September 2026.

Dalam laporannya, Chaidir Syam menyoroti peningkatan jumlah pelaku UMKM yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

Menurutnya, sekitar lima hingga tiga tahun lalu jumlah UMKM di Maros yang telah memiliki NIB baru berada di kisaran 3.000 pelaku usaha.

Kini, jumlah tersebut telah meningkat menjadi sekitar 30.000 UMKM yang memiliki NIB.

“Pak Menteri, alhamdulillah di Kabupaten Maros dulu UMKM kita yang punya NIB, 3 tahun yang lalu sekitar 3.000-an. Saat ini sudah mencapai 30.000-an yang punya NIB,” kata Chaidir Syam.

Ia menjelaskan, peningkatan tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah pusat dalam menghadirkan berbagai layanan yang memudahkan pelaku UMKM, termasuk pelayanan yang diberikan secara gratis.

Menurutnya, kemudahan pelayanan menjadi salah satu faktor penting yang mendorong pelaku usaha untuk masuk ke dalam ekosistem usaha formal.

Perkembangan tersebut berjalan seiring dengan penguatan ekosistem pendampingan UMKM di Maros. Pemerintah daerah menyediakan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM sebagai ruang konsultasi dan pendampingan bagi pelaku usaha, termasuk penguatan kapasitas, pengembangan produk, pemasaran, dan berbagai kebutuhan pengembangan usaha.

Penguatan layanan tersebut juga diarahkan pada transformasi UMKM agar tidak berhenti pada aspek legalitas. Pada 2026, Pemkab Maros mendorong pelaku usaha memanfaatkan teknologi digital, termasuk media sosial dan kecerdasan artifisial, untuk memperluas promosi dan pasar.

Komitmen Chaidir Syam terhadap pengembangan UMKM juga telah terlihat melalui sejumlah program sebelumnya, antara lain bantuan Kios Keren, penguatan akses pemasaran produk lokal ke jaringan ritel modern, hingga pendampingan digitalisasi usaha. Pada 2022, misalnya, Pemkab Maros mencatat telah menjalin kerja sama dengan sekitar 150 UMKM melalui program Kios Keren.

Kini, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar memperbanyak pelaku usaha yang memiliki NIB, tetapi memastikan legalitas tersebut menjadi pintu masuk menuju usaha yang lebih produktif, memiliki pasar lebih luas, mampu beradaptasi dengan teknologi, dan terus bertumbuh.

Di hadapan Menteri UMKM, capaian 30.000 UMKM ber-NIB menjadi bagian dari cerita Maros tentang bagaimana pelayanan publik, pendampingan, dan kolaborasi dapat membuka jalan bagi semakin banyak masyarakat untuk masuk dan berkembang dalam dunia kewirausahaan.

Redaksi