Reuni SMA 226/1 Sengkang 2026: Bersua dalam Nostalgia, Bersatu dalam Persahabatan, Melangkah dalam Kebersamaan
Salah satu sambutan yang sangat menggugah datang dari Marsekal Muda TNI-AU (Purn) H. Abdul Muis AT, Pangkopsau Hasnuddin pada masanya, dan kini menjabat sebagai Komisaris Independen PT Angkasa Pura (Persero), yang merupakan alumni angkatan 1978. Pesan yang disampaikannya tidak sekadar berbicara tentang masa lalu.
PELAKITA.ID— Ada yang datang membawa rambut yang sudah memutih. Ada yang berjalan dengan langkah lebih pelan. Ada pula yang harus saling bertanya, “Ini siapa?” sebelum akhirnya pecah dalam tawa dan pelukan. Namun begitu nama lama disebut, kenangan masa SMA seperti kembali hidup.
Itulah suasana yang terasa dalam Reuni SMA 226/1 Sengkang Tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, 5–6 September 2026, di Bon-Vale`e Villa and Resort Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Hampir 200 alumni dari berbagai angkatan, mulai 1978 hingga 1992, hadir dalam perhelatan yang mengusung tema: “Bersua dalam Nostalgia, Bersatu dalam Persahabatan, Melangkah dalam Kebersamaan.”
Udara Malino yang sejuk menjadi latar yang seolah sengaja dipilih untuk mempertemukan kembali para alumni yang selama puluhan tahun telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan sebagian telah berkiprah hingga mancanegara.
Yang menarik, reuni tersebut tidak sekadar menjadi pertemuan formal. Para alumni benar-benar kembali menjadi “anak SMA”.
Mereka tertawa, bernyanyi, saling menggoda, bercerita tentang masa lalu, mengenang teman-teman sekolah, bahkan mengenakan kembali simbol-simbol masa SMA mereka. “dulu kami beroakaian sekolah bukan lagi putih-abu-abu, tetapi kami mengenakan pakaian putih-putih, seragam Pramuka dan pakaian olahraga.
Dibuka dengan Doa, Berlanjut Gala Dinner
Malam ramah tamah diawali dengan doa, kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama dalam suasana Gala Dinner. Jamuan khusus tersebut disiapkan oleh Owner Bon-Vale`e Hotel Villa ad Resort Malino, Prof. Dr. Marzuki, DEA bersama istri, Dr. Hj. Nuraeny Poci, M.Si, yang juga merupakan bagian dari keluarga besar alumni.
Suasana semakin hangat ketika satu demi satu sambutan disampaikan. Ketua Panitia Drs. Rustam Gandong, M.Pd dalam sambutannya mengawali rangkaian acara dengan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya reuni yang mempertemukan alumni lintas angkatan.
Dari satu sambutan ke sambutan lainnya, cerita masa lalu mulai bermunculan. Ada cerita tentang kehidupan sekolah, persahabatan, kebiasaan masa muda, hingga kisah-kisah yang selama puluhan tahun tersimpan dalam ingatan masing-masing.
Sambutan Ketua Harian IKA Bikin Peserta Terpingkal-pingkal
Suasana semakin cair ketika sambutan yang mewakili Ketua Umum IKA SMA 226/1 Sengkang disampaikan oleh Ketua Harian IKA, Andi Yudha Yunus. Alih-alih membuat suasana menjadi kaku, Yudha justru membawa peserta kembali ke masa lalu melalui berbagai cerita dan kenangan yang mengundang gelak tawa.
Sejumlah kisah masa sekolah yang disampaikan kembali membuat para alumni seperti melakukan perjalanan waktu. Tawa pun pecah berkali-kali.
Di balik humor dan nostalgia tersebut, terselip pesan penting: bahwa hubungan antaralumni tidak boleh berhenti hanya karena mereka telah menyelesaikan pendidikan puluhan tahun lalu.
IKA justru diharapkan menjadi ruang untuk terus menjaga hubungan, saling menyapa dan membangun berbagai kegiatan bersama. Sebab para alumni SMA 226/1 Sengkang kini telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia dengan beragam profesi dan latar belakang.
Marsekal Muda H. Abdul Muis: Dari Kenangan Sekolah hingga Makna Persaudaraan
Salah satu sambutan yang sangat menggugah datang dari Marsekal Muda TNI-AU (Purn) H. Abdul Muis AT, mantan Pangkopsau Hasnuddin itu, dan kini menjabat sebagai Komisaris Independen PT Angkasa Pura (Persero), yang merupakan alumni angkatan 1978. Pesan yang disampaikannya tidak sekadar berbicara tentang masa lalu.
Ia membawa para alumni untuk melihat kembali perjalanan panjang yang telah mereka lalui sejak meninggalkan bangku SMA hingga mencapai berbagai posisi dan profesi masing-masing.
Di sinilah reuni menemukan maknanya. Kesuksesan seseorang tidak seharusnya membuat jarak dengan teman-teman lama semakin lebar. Sebaliknya, keberhasilan justru menjadi alasan untuk kembali saling menyapa, saling menguatkan dan menjaga persaudaraan.

Tokoh-Tokoh Alumni Turut Hadir
Reuni tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh alumni SMA 226/1 Sengkang yang telah mengukir perjalanan panjang di berbagai bidang.
Di antaranya Prof. Dr. Ir. Andi Syamsu Alam, SP., MSc, dosen Fakultas Ilmu Pertanian Universitas Hasanuddin, yang pernah menjabat Kepala Bappeda Kabupaten Bantaeng dan dikenal memiliki perhatian pada bidang pertanian Sulawesi Selatan.
Hadir pula Prof. Dr. Marzuki, DEA, akademisi bidang ekonomi dan bisnis FEB Universitas Hasanuddin serta pakar ekonomi makro, yang selama kurang-lebih 10 tahun disebut pernah menjadi penasehat utama Gubernur Bank Indonesia Pusat.
Kemudian Prof. Dr. Indar Arifin, M.Si, dosen Ilmu Politik dan Pemerintahan FISIP Unhas dan pakar birokrasi pemerintahan.
Selain itu hadir Dr.Nuraeny Poci, M.Si, dosen Fakultas Ekonomi UNM Makassar; Dr. Johansyah Mansyur,M.Si, Dosen UNM-Direktur LP2M Bhakti Nusantara; H. Andi Bau Sangaji, mantan Kepala UPT Disnakertrans Provinsi Sulawesi Selatan.
Lalu ada H. Muh. Idris, SH., MH, lawyer profesional di Jakarta; H. Anwar Latif, mantan Kabiro Kesra Provinsi Sulawesi Selatan; drg. Rosmiati Mantang, M.Kes, (Sekretaris Panitia), mantan Direktur Akper Anging Mamiri dan Kepala UPT Balai Latihan Kerja Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan; serta Dr. dr. H. Achmad Azis, M.Kes, mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat.
Masih banyak alumni lainnya dari berbagai profesi dan daerah yang turut hadir. Mereka semua seolah ingin mengatakan hal yang sama: “sejauh apa pun perjalanan hidup membawa pergi, selalu ada alasan untuk kembali kepada teman-teman lama”.

Dari Gala Dinner ke Domino dan Kartu Jenderal
Setelah acara ramah tamah, suasana tidak langsung berakhir. Para alumni melanjutkan malam dengan permainan yang sederhana tetapi mampu menghidupkan kembali suasana SMA era 1980-an.
Domino dan Kartu Jenderal menjadi permainan yang mengundang gelak tawa. Tidak ada lagi sekat antara senior dan junior. Tidak ada lagi jabatan, profesi, gelar akademik atau kedudukan. Yang ada hanyalah alumni yang sedang menikmati masa muda mereka kembali.
Canda, sorakan, saling menggoda dan tawa panjang terdengar di antara para peserta. Permainan yang mungkin terlihat sederhana justru menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam reuni tersebut.
Subuh Berjamaah, Kultum, Line Dance dan Funny Games Hari Kedua
Puncak kemeriahan justru terjadi pada hari kedua, Minggu, 6 September 2026. Setelah melaksanakan shalat Subuh berjamaah, yang kemudian dilanjutkan dengan kultum tentang pentingnya menjaga silaturahim, para alumni mengikuti senam pagi dengan sengaja diputarkan music senam pagi pada jamannya, yang setiap hari harus dilakukan sebelum siswa memulai pelajaran.
Namun, suasana benar-benar berubah ketika panitia menghadirkan Funny Games. Inilah salah satu kegiatan yang paling menghebohkan sepanjang reuni. Bayangkan, peserta yang sebagian besar sudah berusia lanjut, bahkan rata-rata di atas 65 tahun, harus mengikuti permainan yang membutuhkan konsentrasi, koordinasi gerak tangan dan kaki sekaligus.
Keempat anggota tubuh—dua tangan dan dua kaki—masing-masing dipasangi atau diikatkan plastik-kresek berwarna berbeda. Ada empat warna yang harus diperhatikan peserta.
Instruktur kemudian memberikan aba-aba berdasarkan warna, dan harus mengangkat anggota tubuh yang diikatkan.
Peserta harus segera menggerakkan tangan atau kaki sesuai warna yang disebutkan. Di sinilah kelucuan bermula. Kadang tangan bergerak lebih cepat daripada pikiran. Kadang kaki justru bergerak ke arah yang salah. Ada yang terlihat sangat serius berkonsentrasi, tetapi beberapa detik kemudian justru salah gerakan dan disambut ledakan tawa teman-temannya.
Semakin serius peserta berkonsentrasi, semakin lucu pula gerakannya. Sorak-sorai dan tawa pun pecah hampir sepanjang permainan. Yang menarik, tidak ada yang merasa malu ketika salah. Justru kesalahan itulah yang menjadi hiburan bersama. Para alumni seolah kembali menjadi anak-anak SMA yang sedang mengikuti permainan di halaman sekolah.

Lomba Makeup Pasangan, Ujian Seberapa Kenal Suami terhadap Istrinya
Belum selesai dengan Funny Games, tawa kembali pecah dalam permainan berikutnya yang tidak kalah unik. Panitia membuat lomba menghias dan memberikan makeup kepada pasangan masing-masing.
Para suami mendapatkan tantangan untuk menghias dan merias wajah istrinya. Permainan sederhana itu ternyata menjadi tontonan yang sangat menghibur. Ada suami yang terlihat begitu percaya diri memegang alat makeup, tetapi tampak kebingungan harus mulai dari mana.
Ada pula yang begitu serius memperhatikan wajah istrinya, seolah sedang menghadapi pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tingkat tinggi. Di sinilah permainan tersebut memiliki makna tersendiri. Selain mengundang tawa, lomba ini secara spontan memperlihatkan, sejauh mana perhatian seorang suami terhadap istrinya.
Apakah selama ini benar-benar memperhatikan bagaimana istrinya berdandan? Apakah tahu apa yang harus digunakan terlebih dahulu? Dan yang paling penting, apakah berani mengambil alih urusan make-up istri?
Pertanyaan-pertanyaan sederhana itu justru membuat suasana semakin lucu. Namun semuanya dilakukan dalam suasana riang-gembira, sukacita dan penuh persahabatan.
Tidak ada target untuk menjadi perias profesional. Tidak ada pula yang terlalu memikirkan hasil akhir. Yang penting adalah kebersamaan dan tawa. Sepanjang lomba berlangsung, wajah-wajah para alumni terlihat ceria. Tawa terdengar di berbagai sudut tempat kegiatan.
Reuni yang membuktikan bahwa usia boleh bertambah, semangat tak boleh berkurang, Funny Games akhirnya menjadi salah satu kenangan paling berkesan dari Reuni SMA 226/1 Sengkang 2026.
Para alumni yang sebagian besar telah memasuki usia senior membuktikan sesuatu yang sederhana tetapi bermakna, usia boleh bertambah, rambut boleh memutih, tetapi semangat untuk tertawa dan menikmati persahabatan tidak boleh ikut tua.
Bahkan permainan yang membutuhkan koordinasi tangan, kaki dan konsentrasi itu seolah menjadi simbol bahwa mereka masih memiliki energi untuk menikmati hidup bersama.
Begitu pula lomba makeup pasangan. Di balik kelucuan para suami yang mencoba merias istrinya, terselip pesan sederhana tentang perhatian, kebersamaan dan kasih sayang dalam keluarga. Semuanya dilakukan tanpa beban, karena yang dicari bukan juara semata, melainkan kegembiraan.

Dua Hari yang Sulit Dilupakan
Dengan tambahan Funny Games ini, rangkaian Reuni SMA 226/1 Sengkang 2026 menjadi semakin lengkap. Hari pertama diisi dengan nostalgia,
Gala Dinner, sambutan, cerita masa lalu, nyanyian, permainan domino dan kartu jenderal. Hari kedua diawali dengan ibadah dan pesan tentang silaturahim, kemudian dilanjutkan senam, olahraga ringan, line dance, dan akhirnya ditutup dengan Funny Games yang membuat para alumni tertawa lepas.
Dua hari di Malino akhirnya menjadi lebih dari sekadar reuni, tetapi menjadi ruang untuk menghidupkan kembali persahabatan yang telah terjalin sejak puluhan tahun lalu. Dan mungkin, itulah alasan mengapa banyak peserta berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di Malino, minimal setahun sekali, mereka ingin kembali bertemu.

Karena ketika usia semakin bertambah, yang semakin berharga bukanlah banyaknya kegiatan yang dilakukan, tetapi dengan siapa kita tertawa, dengan siapa kita berbagi cerita, dan siapa yang masih mau mengingat kita setelah puluhan tahun berlalu.
Malino 5–6 September 2026 telah menjadi salah satu kenangan itu. Kerinduan untuk kembali bertemu tidak perlu menunggu terlalu lama. Keluarga besar PP IKA SMA 226/1 Sengkang telah menjadwalkan agenda berikutnya, yakni Reuni Akbar yang dirangkaikan dengan Silaturahmi Akbar di Sengkang.
Rencananya kegiatan tersebut akan dilaksanakan sehari atau dua hari setelah Idulfitri 1448 H, sekitar 11–12 Maret 2027.
Ketua Harian PP IKA SMA 226/1 Sengkang Andi Yudha Yunus menutup Sambutannya sengan kalimat indah, “jika reuni Malino 2026 menjadi momentum untuk kembali menemukan sahabat lama dalam suasana alam yang sejuk, maka reuni di Sengkang nanti diharapkan menjadi momentum yang lebih besar untuk mempertemukan keluarga besar alumni dari berbagai angkatan.
Penulis Uatoi Jo-anasao









