PELAKITA.ID – Tanggal 28 September 2026 hari ini. Usia kembali menulis satu angka di lembar perjalanan Moch Hasymi Ibrahim.
Baginya, usia adalah kedalaman membaca tanda-tanda kehidupan. Sang peziarah sunyi di tengah riuh pasar kata. Penyusuri sejarah, kebudayaan, kekuasaan, dan manusia dengan mata yang tidak sekadar melihat, tetapi mencoba memahami.
Tulisan baginya bukan hanya susunan kata. Ia menjadikannya semacam Pakarena batin. Bergerak perlahan, indah, tetapi menyimpan keteguhan.
Setiap kritik adalah cermin, setiap kegelisahan adalah pertanyaan, dan setiap pertanyaan pada akhirnya mengantar manusia kembali kepada kesadaran tentang siapa dirinya di hadapan waktu dan Tuhan.
Tidak sedang mengejar kursi, sebab ia tahu setiap singgasana hanyalah persinggahan. “Sang Kursi” baginya bukan sekadar simbol kekuasaan, tetapi ruang untuk membaca kesementaraan.
Manusia boleh duduk tinggi, tetapi waktu selalu mengajarkan cara untuk turun kembali ke tanah.
Kini, ketika usia bertambah dan langkah semakin matang, Moch Hasymi Ibrahim tetap menjadi pengelana kata. Ia menulis bukan untuk memenangkan perdebatan, melainkan untuk menyalakan kesadaran. Bukan untuk menghakimi zaman, melainkan untuk mengajaknya bercermin.
Selamat ulang tahun, sahabat peziarah kata. Semoga usia tidak sekadar bertambah panjang, tetapi semakin dalam.
Semakin banyak memberi makna dan manfaat bagi sesama. Yang kita tinggalkan bukan kursi yang pernah kita duduki, melainkan kesadaran yang pernah kita hidupkan.
Makassar, 28 September 2026









