Sambut Pimpinan Baru BSI Tolitoli, Asisten Ekbang Pemda Tolitoli Dorong Sinergi Pembangunan Daerah

  • Whatsapp
Pimpinan BSI Tolitoli, Achmad Almuhram bersama Asisten Ekbang Pemkab Tolitoli,H. Rustan Rewa (dok: Istimewa)

PELAKITA.ID – TOLITOLI — Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli menyambut hangat kedatangan pimpinan baru Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Tolitoli.

Ucapan selamat bertugas dan apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kabupaten Tolitoli, H. Rustan Rewa, saat menggelar silaturahmi bersama pimpinan BSI setempat.

“Selamat datang dan selamat mengabdi Pak Achmad di Tolitoli,” ungkap H. Rustan Rewa hangat saat menyapa pimpinan baru BSI Tolitoli yang diketahui baru menjabat selama sepekan tersebut.

Pimpinan baru BSI Tolitoli Achmad Almuhram merupakan alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Hasanuddin (Unhas) angkatan 2010.

Ia dikenal memiliki rekam jejak dan pengalaman panjang di dunia perbankan, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah. Secara kultural, ia berasal dari Campagaya, Galesong Utara — kawasan pesisir yang berjarak sekitar 10 kilometer di selatan Kota Makassar.

Dalam pertemuan tersebut, H. Rustan Rewa menekankan pentingnya kolaborasi antarsektor untuk memajukan perekonomian daerah.

Ia berharap BSI dapat menjadi motor penggerak ekonomi syariah yang inklusif bagi masyarakat Tolitoli.

“Kami sangat berharap lahir sinergi yang kuat antara BSI dengan komunitas warga, pelaku usaha, hingga pemerintah daerah. BSI merupakan mitra strategis dalam mengakselerasi pembangunan daerah Tolitoli,” ujar Rustan.

Lebih lanjut, Rustan menambahkan bahwa jejaring kealumnian yang luas serta ikatan kekerabatan yang erat antara masyarakat Tolitoli dan Sulawesi Selatan akan menjadi modal sosial yang bernilai tinggi.

Keterikatan ini diyakini mampu menciptakan iklim investasi dan perekonomian daerah yang kondusif, aman, serta berkembang pesat di masa mendatang.

Pimpinan BSI Tolitoli, Achmad Almuhram bersama Asisten Ekbang Pemkab Tolitoli,H. Rustan Rewa (dok: Istimewa)

TentangAchmad Almuhram

Achmad menyelesaikan pendidikan dasarnya di SDN Mangkura II Makassar, kemudian melanjutkan ke SMPN 6 Makassar dan SMAN 16 Makassar. Tahun 2010 menjadi salah satu titik penting ketika ia memasuki Universitas Hasanuddin, mengambil jurusan Manajemen pada Fakultas Ekonomi.

Empat tahun kemudian, ia menyelesaikan pendidikan sarjananya dengan capaian akademik yang kuat. Gelar Sarjana Ekonomi diraihnya pada 2014 dengan IPK 3,59 dan predikat cumlaude.

Pendidikan manajemen tersebut kelak menjadi fondasi yang membantunya memasuki dunia yang sangat dekat dengan angka, keputusan bisnis, relasi, risiko, dan kepercayaan: perbankan.

Agustus 2014 menjadi awal perjalanan profesional Achmad. Ia bergabung dengan Bank OCBC NISP sebagai Associate Relationship Manager di Kantor Cabang Makassar.

Setahun kemudian, ia berpindah ke Bank BNI Syariah. Di sini perjalanan profesionalnya berkembang melalui sejumlah fungsi yang berbeda. Pada 2015 ia dipercaya sebagai Administration Assistant, lalu pada 2016 menjalankan tugas sebagai Financing Administration Assistant di Kantor Cabang Makassar.

Tahap tersebut mungkin tampak sebagai bagian teknis dari perjalanan karier. Namun justru dari pekerjaan administratif dan pembiayaan itulah seorang bankir belajar mengenai ketelitian, proses, kepatuhan, serta pentingnya memastikan setiap keputusan memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pada Mei 2020, Achmad ditugaskan ke Kantor Cabang Kendari sebagai SME Account Officer. Di titik ini, ruang kerjanya semakin luas. Ia berhadapan dengan usaha kecil dan menengah, membaca kebutuhan pembiayaan, membangun hubungan dengan nasabah, sekaligus memahami bahwa pertumbuhan sebuah usaha sering kali bertumpu pada keputusan-keputusan finansial yang tepat.

Pada Februari 2021, setelah transformasi kelembagaan menuju Bank Syariah Indonesia, ia dipercaya sebagai Area SME Analyst Officer di Kantor Cabang Kendari. Beberapa bulan kemudian, pada September 2021, ia dipercaya sebagai SME Relationship Manager.

Perubahan peran tersebut menunjukkan semakin kuatnya keterlibatan Achmad dalam pengelolaan bisnis SME. Dari pekerjaan yang sebelumnya banyak bersentuhan dengan administrasi, ia berkembang ke wilayah analisis, relasi, dan pengembangan bisnis.

Juli 2023 menjadi babak baru. Achmad dipercaya sebagai Branch Manager KCP Ampana.

Memimpin sebuah unit kerja membawa tuntutan yang berbeda. Seorang relationship manager terutama berhadapan dengan nasabah dan bisnis. Seorang pimpinan cabang harus melihat lebih luas: kinerja tim, kualitas pelayanan, operasional, pencapaian bisnis, pengelolaan risiko, serta bagaimana seluruh bagian bergerak dalam satu arah.

Pada 2017–2018, Achmad pernah dipercaya sebagai Ketua Kerohanian Islam Serikat Pekerja Bank BNI Syariah. Ia mengorganisir berbagai kegiatan kerohanian bagi pegawai. Setahun berikutnya, ia mendapat kepercayaan sebagai Ketua Serikat Pekerja Bank BNI Syariah, dengan tanggung jawab memimpin dan mengoordinasikan kepentingan serta hak pekerja.

Perjalanan Achmad kembali bergerak pada Juni 2025. Ia dipercaya sebagai Area SME Business Manager Area Palu.

Toli-Toli, Babak Baru

September 2026 membawa Achmad ke Toli-Toli. Ia dipercaya menjadi Branch Manager KCP Toli-Toli. Kabar itu disampaikan Asisten Ekonomi Pembangunan Kabupaten Tolitoli, Rustan Rewa ke media ini.

“Hari ini saya bertemu beliau di kantornya,” kata pengurus IKA Unhas Tolitoli itu.

Bagi Achmad, Tolitoli menjadi ruang baru untuk meneruskan pengalaman yang telah dikumpulkannya selama lebih dari satu dekade. Dari Makassar, Kendari, Ampana, hingga Palu, perjalanan itu mempertemukannya dengan berbagai bentuk pekerjaan dan tanggung jawab—administrasi, pembiayaan, SME, analisis, hubungan nasabah, bisnis, hingga kepemimpinan.

Kini, tantangan itu hadir dalam bentuk yang berbeda.

Memimpin kantor cabang bukan hanya tentang mengejar pencapaian bisnis. Di balik sebuah kantor bank terdapat masyarakat yang datang membawa kebutuhan, pelaku usaha yang sedang mencari ruang untuk bertumbuh, pegawai yang membutuhkan kepemimpinan, dan kepercayaan yang harus dijaga.

Karena itu, pengalaman Achmad di bidang SME menjadi bagian penting dari bekalnya. Ia telah cukup lama berada dekat dengan dunia usaha, tempat kebutuhan pembiayaan bertemu dengan risiko, dan tempat keputusan perbankan dapat memiliki konsekuensi nyata bagi keberlanjutan sebuah usaha.

___
Penulis Denun