PELAKITA.ID – SORONG — Kunjungan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, ke Papua Barat Daya menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan Inggris dalam menjaga keanekaragaman hayati sekaligus mendorong penghidupan berkelanjutan bagi masyarakat.
Dalam kunjungan pada 10 September 2026 tersebut, Dominic melihat langsung pelaksanaan proyek Darwin Extra Ridge-to-Reef Conservation, sebuah inisiatif yang mendapat dukungan Pemerintah Inggris dan dirancang untuk menghubungkan agenda konservasi dari kawasan daratan hingga ekosistem laut.
Pendekatan tersebut mempertemukan upaya perlindungan hutan di Tambrauw dengan ekosistem laut Raja Ampat yang memiliki arti penting bagi keanekaragaman hayati dunia.
Program ini melibatkan Pemerintah Indonesia, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, serta sejumlah mitra lokal dengan fokus pada penguatan pengelolaan kawasan konservasi, konservasi berbasis masyarakat, pengembangan mata pencaharian berkelanjutan, dan upaya membangun pembiayaan jangka panjang untuk pelestarian alam.
Di Sorong, Dominic bertemu Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Genman Hasibuan serta masyarakat yang terlibat dalam berbagai kegiatan konservasi dan pengembangan ekonomi lokal.
Ia juga melihat produk pangan olahan, kerajinan, serta berbagai inisiatif komunitas yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut.
Menurut Dominic, pengalaman di Papua Barat Daya memperlihatkan bahwa perlindungan alam dan peningkatan peluang ekonomi masyarakat dapat berjalan bersama.
“Dari hutan-hutan Tambrauw hingga perairan Raja Ampat, Papua Barat Daya merupakan rumah bagi sebagian keanekaragaman hayati paling luar biasa di dunia,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keterhubungan ekosistem darat dan laut membutuhkan kepemimpinan lokal yang kuat serta kemitraan yang erat. Inggris, kata dia, ingin terus bekerja bersama pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk memperkuat konservasi, mendukung mata pencaharian berkelanjutan, dan mendorong pembiayaan jangka panjang bagi pelestarian alam.
Kerja sama tersebut turut melibatkan organisasi seperti Fauna & Flora dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), khususnya dalam memperkuat tata kelola serta memperluas konservasi ekosistem daratan dan laut berbasis masyarakat.
Dalam agenda lainnya, Dominic mengunjungi Universitas Muhammadiyah Sorong.
Di sana ia berdialog dengan akademisi dan mahasiswa mengenai perubahan iklim, pembangunan internasional, pendidikan, serta pentingnya pertukaran internasional dalam menyiapkan generasi pemimpin masa depan.
Ia juga mendorong lebih banyak anak muda dari Papua Barat Daya untuk memanfaatkan kesempatan pendidikan internasional melalui Beasiswa Chevening, termasuk kabar mengenai seorang akademisi asal Sorong yang tahun ini akan melanjutkan studi di Inggris melalui program tersebut.
Bagi Inggris, dukungan terhadap pendidikan dan pengembangan kapasitas manusia menjadi bagian penting dari kerja sama yang lebih luas dengan Papua Barat Daya dan kawasan Papua, berdampingan dengan agenda konservasi dan pembangunan berkelanjutan.
Sumber: Rilis Kedutaan Inggris di Jakarta









