Mahasiswa KKN-PK 69 Desa Bulucenrana Wujudkan Taman Toga Melalui Program Tamasya

  • Whatsapp
Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WITA ini dihadiri oleh 12 peserta yang terdiri atas ibu-ibu PKK, kader Posyandu, serta didukung oleh perangkat desa sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dalam menjaga kesehatan.

PELAKITA.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PK) 69 Desa Bulucenrana melaksanakan program kerja kelompok bertajuk TAMASYA (Taman Masyarakat Sehat Berbasis Tanaman Obat Keluarga/TOGA) pada Kamis (6/8) di Kantor Desa Bulucenrana.

Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WITA ini dihadiri oleh 12 peserta yang terdiri atas ibu-ibu PKK, kader Posyandu, serta didukung oleh perangkat desa sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dalam menjaga kesehatan.

Program TAMASYA dilaksanakan sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di masyarakat. Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi di wilayah kerja Puskesmas Dongi, di mana hipertensi dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan dua penyakit yang masih banyak ditemukan di masyarakat.

Melalui pembangunan taman TOGA, masyarakat diharapkan dapat lebih mengenal berbagai tanaman obat beserta manfaat, cara pengolahan, dan cara penggunaannya sebagai alternatif pendukung dalam menjaga kesehatan keluarga.

Kegiatan diawali dengan penanaman berbagai jenis tanaman obat keluarga secara bersama-sama oleh mahasiswa KKN-PK, ibu-ibu PKK, kader Posyandu, dan perangkat desa.

Untuk mendukung keberlanjutan taman TOGA, dilakukan pula pemasangan pagar pelindung serta papan informasi yang memuat nama tanaman, manfaat, cara pengolahan, dan cara penggunaannya. Keberadaan taman ini diharapkan menjadi media edukasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.

Kepala Desa Bulucenrana mengapresiasi pelaksanaan Program TAMASYA dan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan program Kecamatan Pitu Riawa yang mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan melalui penanaman sayuran dan tanaman obat.

“Program TAMASYA ini sejalan dengan program kecamatan yang mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayuran dan tanaman obat. Kami berharap taman TOGA ini dapat terus dirawat dan dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, sehingga masyarakat semakin termotivasi membudidayakan tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan keluarga,” ujarnya.

Selanjutnya, peserta diberikan edukasi mengenai manfaat berbagai tanaman obat keluarga serta cara pengolahannya agar dapat dimanfaatkan secara tepat dalam kehidupan sehari-hari.

Materi yang disampaikan difokuskan pada pemanfaatan TOGA sebagai upaya promotif dan preventif dalam membantu menjaga tekanan darah tetap stabil pada penderita hipertensi serta membantu meredakan gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan cara penggunaan beberapa tanaman obat yang mudah dibudidayakan di pekarangan rumah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pendukung kesehatan keluarga.

Kegiatan berlangsung dengan antusias. Peserta mengikuti proses penanaman hingga sesi edukasi dan aktif berdiskusi mengenai pemanfaatan tanaman obat yang selama ini telah dikenal di masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya membudidayakan dan memanfaatkan TOGA sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan keluarga secara mandiri.

Melalui Program TAMASYA, diharapkan taman TOGA yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dipelihara secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Bulucenrana.

Ibu-ibu PKK dan kader Posyandu yang mengikuti kegiatan ini diharapkan dapat menjadi penggerak sekaligus perpanjangan tangan dalam menyebarluaskan edukasi mengenai pemanfaatan TOGA kepada masyarakat lainnya.

Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berhenti pada peserta kegiatan, tetapi dapat diterapkan dan diteruskan kepada keluarga maupun masyarakat sehingga mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih sehat dan mandiri.

____
Editor Aisya Sofianita Kamaruddin