PELAKITA.ID – Mengetahui kondisi kesehatan tidak cukup hanya dengan menunggu tubuh memberikan tanda. Kesadaran inilah yang coba dibangun mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melalui program SEDIA (Skrining, Edukasi, dan Deteksi Dini Diabetes Melitus) di Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Program SEDIA dilaksanakan pada 18 Juli dan 24 Juli 2026 dengan menghadirkan dua pendekatan utama, yaitu penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan gula darah secara gratis bagi masyarakat.
Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk memberikan informasi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui kondisi gula darahnya secara langsung.
Sebagai penanggung jawab kegiatan, Nashilah Dwi Maghfirah dari Program Studi Pendidikan Dokter Umum Universitas Hasanuddin, menjelaskan bahwa SEDIA dirancang sebagai kegiatan yang tidak berhenti pada pemeriksaan sesaat, tetapi mendorong masyarakat untuk mulai membangun kesadaran terhadap pentingnya pemantauan kesehatan secara berkala.
Melalui sesi penyuluhan, masyarakat diberikan pemahaman mengenai Diabetes Melitus, mulai dari faktor risiko, pentingnya deteksi dini, hingga upaya menjaga kesehatan untuk mencegah terjadinya penyakit dan komplikasi.
Edukasi tersebut menjadi bagian penting dari program karena pengetahuan yang baik diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.
Setelah mendapatkan edukasi, masyarakat dapat mengikuti pemeriksaan gula darah secara gratis. Pemeriksaan ini menjadi langkah sederhana untuk membantu masyarakat mengenali kondisi gula darah sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Yang menjadi pembeda dari program SEDIA adalah kegiatan tidak berhenti pada satu kali pemeriksaan. Pemeriksaan dilakukan kembali pada 24 Juli 2026, setelah pelaksanaan pertama pada 18 Juli, sebagai bentuk repetisi dan monitoring kesehatan. Dengan demikian, masyarakat memiliki kesempatan untuk kembali memantau kondisi gula darahnya dan melihat pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkelanjutan.
Konsep tersebut menjadikan SEDIA tidak hanya sebagai kegiatan skrining, tetapi juga sebagai upaya membangun kebiasaan. Masyarakat diajak untuk memahami bahwa menjaga kesehatan bukan hanya dilakukan ketika sudah mengalami keluhan, melainkan dapat dimulai dengan mengenali kondisi tubuh dan melakukan pemeriksaan secara rutin.
Di tengah masyarakat, Diabetes Melitus kerap menjadi perhatian karena dapat berkembang tanpa gejala yang khas pada tahap awal. Karena itu, kombinasi antara edukasi dan pemeriksaan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Penyuluhan memberikan pengetahuan, sementara pemeriksaan memberikan gambaran awal mengenai kondisi kesehatan individu.
Bagi mahasiswa KKN-PK Angkatan 69, SEDIA menjadi bentuk nyata pengabdian di bidang kesehatan. Program ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat Kelurahan Lautang Benteng bahwa deteksi dini dan pemantauan kesehatan merupakan bagian penting dari upaya menjaga kualitas hidup.
Pada akhirnya, SEDIA ingin membawa pesan sederhana kepada masyarakat: jangan menunggu sakit untuk mulai peduli terhadap kesehatan. Kenali risikonya, pahami cara mencegahnya, dan pantau kondisi kesehatan secara berkala.
SEDIA – Cek Hari Ini, Sehat Esok Hari.
___
Penulis: Nashilah Dwi Maghfirah
Editor: Aisya Sofianita Kamaruddin









