Purbaya Lengser, Siapa Suahasil Sang Pengganti?

  • Whatsapp

PELAKITA.ID- JAKARTA, 14 September 2026 — Presiden Prabowo Subianto mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan menunjuk Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia.

Pergantian tersebut menjadi bagian dari reshuffle kabinet yang berlangsung di tengah perhatian publik terhadap arah kebijakan fiskal dan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Suahasil resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan pada Senin, 14 September 2026, menggantikan Purbaya yang sebelumnya menduduki posisi tersebut sejak September 2025. Purbaya sendiri menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada saat itu setelah sebelumnya menjabat sebagai Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Pergantian ini membuat kursi Menteri Keuangan kembali berpindah dalam rentang waktu sekitar satu tahun. Namun, berbeda dengan pergantian sebelumnya, Suahasil bukan figur dari luar Kementerian Keuangan.

Ia telah lama berada di dalam ekosistem kebijakan fiskal nasional dan menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019.

Posisi tersebut menjadikan Suahasil memiliki pemahaman langsung mengenai proses pengelolaan fiskal, penyusunan kebijakan anggaran, koordinasi antarlembaga, serta berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah dalam menjaga kesinambungan keuangan negara.

Belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa pergantian Purbaya berkaitan dengan kebijakan tertentu atau persoalan tertentu di Kementerian Keuangan. Karena itu, pergantian tersebut perlu ditempatkan sebagai keputusan Presiden dalam melakukan perubahan susunan kabinet, sementara arah kebijakan yang akan ditempuh Menteri Keuangan baru akan terlihat dari langkah-langkahnya setelah mulai bekerja.

Purbaya sebelumnya memimpin Kementerian Keuangan dalam periode yang penuh dengan tantangan ekonomi dan fiskal.

Ketika menerima mandat pada September 2025, Kementerian Keuangan menyebut pemerintah menghadapi perlambatan ekonomi global, ketegangan geopolitik, perubahan iklim, serta perkembangan teknologi yang membawa risiko sekaligus peluang.

Selama masa jabatannya, Purbaya juga menangani sejumlah agenda strategis pemerintah, termasuk kebijakan APBN, pembiayaan pembangunan, efisiensi anggaran, serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan negara.

Kini, tongkat kepemimpinan tersebut berpindah kepada Suahasil. Pergantian ini menarik karena figur yang dipercaya menggantikan Purbaya merupakan pejabat yang telah lama menjadi bagian dari Kementerian Keuangan dan memahami mekanisme internal pengelolaan fiskal.

Siapa Suahasil?

Suahasil Nazara bukan sekadar birokrat keuangan.

Ia memiliki latar belakang sebagai ekonom dan akademisi yang telah menekuni bidang ekonomi publik, desentralisasi fiskal, dan kebijakan ekonomi sebelum masuk lebih jauh ke dalam pemerintahan.

Lahir di Jakarta pada 23 November 1970, Suahasil memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 1994. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Cornell University dan memperoleh gelar Master of Science pada 1997, sebelum meraih gelar Doctor of Philosophy dari University of Illinois at Urbana-Champaign pada 2003.

Karier akademiknya dimulai sebagai dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada 1999. Sepuluh tahun kemudian, ia memperoleh gelar Guru Besar Ilmu Ekonomi.

Di lingkungan FEB UI, Suahasil pernah dipercaya sebagai Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi, Kepala Lembaga Demografi, serta Ketua Departemen Ilmu Ekonomi.

Dari dunia akademik, Suahasil kemudian semakin dekat dengan pusat perumusan kebijakan ekonomi pemerintah. Ia pernah terlibat dalam Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal, menjadi Koordinator Kelompok Kerja Kebijakan TNP2K di Kantor Wakil Presiden, serta menjadi anggota Komite Ekonomi Nasional.

Pengalaman tersebut memberinya ruang untuk berhadapan dengan berbagai persoalan ekonomi publik, mulai dari hubungan keuangan pusat dan daerah hingga persoalan kemiskinan, pembangunan, dan desain kebijakan fiskal.

Kariernya di Kementerian Keuangan mencapai posisi penting ketika pada 2015 ia ditugaskan sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal. Pada 31 Oktober 2016, ia kemudian dilantik sebagai Kepala BKF definitif.

BKF merupakan salah satu unit penting dalam arsitektur Kementerian Keuangan karena berperan dalam analisis dan perumusan kebijakan fiskal. Pengalaman Suahasil di posisi tersebut mempertemukan latar belakang akademiknya dengan praktik penyusunan kebijakan negara.

Pada 25 Oktober 2019, Suahasil kemudian dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan. Sejak saat itu, ia berada dalam lingkar utama pengelolaan kebijakan fiskal nasional dan mendampingi sejumlah Menteri Keuangan dalam menjalankan tugas pengelolaan keuangan negara.

Dengan rekam jejak tersebut, pengangkatan Suahasil sebagai Menteri Keuangan dapat dipandang sebagai penunjukan figur yang memiliki kesinambungan pengalaman di bidang fiskal. Ia memahami birokrasi Kementerian Keuangan sekaligus memiliki latar belakang akademik yang kuat dalam ilmu ekonomi.

Di sisi lain, jabatan Menteri Keuangan membawa tanggung jawab yang jauh lebih besar dibanding posisi Wakil Menteri. Ia kini berada di posisi utama dalam mengelola APBN, penerimaan negara, belanja negara, pembiayaan, serta berbagai risiko fiskal yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.

Tantangan tersebut menjadi semakin kompleks karena kebijakan fiskal Indonesia harus berhadapan dengan perubahan ekonomi global, dinamika geopolitik, kebutuhan pembiayaan pembangunan, tekanan terhadap penerimaan negara, serta tuntutan peningkatan efisiensi belanja pemerintah.

Karena itu, pergantian Purbaya oleh Suahasil tidak berhenti pada perubahan nama di kursi Menteri Keuangan. Publik akan menunggu bagaimana Suahasil menerjemahkan pengalaman panjangnya sebagai ekonom, Kepala BKF, dan Wakil Menteri Keuangan ke dalam keputusan-keputusan fiskal sebagai bendahara negara.

Purbaya lengser, Suahasil maju. Namun, makna terpenting dari pergantian ini bukan sekadar pergantian figur, melainkan bagaimana Menteri Keuangan baru menjaga kesinambungan fiskal sekaligus membawa kebijakan keuangan negara menjawab tantangan ekonomi Indonesia ke depan.