Tim PKM-PI Unhas Inovasikan AuREUSCU, Alat Ekstraksi Emas dari Sampah Elektronik Ramah Lingkungan

  • Whatsapp
Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI) Universitas Hasanuddin menciptakan inovasi berupa teknologi ekstraksi logam berharga dari sampah elektronik (e-waste). Alat yang dinamai AuREUSCU (Automate Recovery of E-Waste Using Safe Complexan Unit) ini memanfaatkan bahan ramah lingkungan berbasis H2O2 dan Monosodium Glutamat (MSG).

PELAKITA.ID — Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI) Universitas Hasanuddin menciptakan inovasi berupa teknologi ekstraksi logam berharga dari sampah elektronik (e-waste).

Alat yang dinamai AuREUSCU (Automate Recovery of E-Waste Using Safe Complexan Unit) ini memanfaatkan bahan ramah lingkungan berbasis H2O2 dan Monosodium Glutamat (MSG).

Inovasi tersebut diserahterimakan langsung kepada mitra pengepul e-waste, Bapak Cawi, di Kota Makassar pada Sabtu (28/8).

Ketua Tim PKM-PI Unhas, Jovian Erlando Takahipe, menjelaskan bahwa AuREUSCU dirancang untuk mengoptimalkan pengambilan emas dan tembaga dari limbah elektronik.

Selain itu, alat ini hadir sebagai solusi atas permasalahan penumpukan sampah elektronik yang selama ini belum dikelola secara aman, efisien, dan berwawasan lingkungan.

“AuREUSCU kami rancang untuk membantu mitra kami dalam mengekstraksi emas dan tembaga dengan metode yang ramah lingkungan,” ujar Jovian.

Secara teknis, AuREUSCU memiliki tujuh subsistem yang terintegrasi secara otomatis. Proses kerja dimulai dari subsistem 1 berupa reaktor pelindian, subsistem 2 untuk dosing otomatis H2O2 dan NaOH, serta subsistem 3 yang mengaduk dan memanaskan larutan.

Pengendalian seluruh sistem dilakukan oleh modul mikrokontroler ESP32 berbasis IoT pada subsistem 4, sementara monitoring suhu dan pH dapat dipantau langsung lewat layar LCD di subsistem 5.

Selanjutnya, pemurnian endapan emas dan tembaga dilakukan pada subsistem 6 melalui unit electrowinning, dan ditutup oleh subsistem 7 berupa IPAL Mini 3 tahap untuk menetralkan pH cairan sehingga aman dibuang ke saluran pembuangan.

Kehadiran teknologi ini disambut positif oleh Direktur Econatural, Ziaulhaq Nawawi.

Sebelum adanya alat ini, pria yang akrab disapa Cawi itu mengandalkan metode pembakaran terbuka konvensional yang memicu kepulan asap beracun dan membahayakan kesehatan serta lingkungan sekitar.

Untuk menjamin keberlanjutan penggunaannya, tim PKM-PI Unhas juga memfasilitasi mitra dengan buku pedoman operasional lengkap dan pelatihan intensif.

Langkah ini dilakukan agar mitra dapat mengoperasikan alat dengan mandiri sekaligus melakukan perawatan jika terjadi kerusakan teknis.

“Saya sangat terbantu dengan AuREUSCU karena saya bisa mendapatkan logam berharga bernilai ekonomi dari sampah elektronik dengan aman dan sehat,” tutur Ziaulhaq Nawawi menutup penjelasannya.