Prodi Doktor Studi Pembangunan Sekolah Pascasarjana Unhas Resmi Bergabung DSA Indonesia

  • Whatsapp
Keanggotaan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II DSA Indonesia yang berlangsung di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung pada 23–25 September 2026.

PELAKITA.ID – BANDAR LAMPUNG — Program Studi Doktor Studi Pembangunan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (SPs Unhas) bergabung sebagai anggota baru Development Studies Association (DSA) Indonesia.

Keanggotaan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II DSA Indonesia yang berlangsung di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung pada 23–25 September 2026.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan SPs Unhas, Prof. Dr. Ir. Nadiarti Nurdin Kadir, M.Sc., hadir mewakili Ketua Program Studi Doktor Studi Pembangunan Unhas.

Dalam sesi perkenalan anggota baru, ia menyampaikan bahwa orientasi substantif program studi tersebut adalah pembangunan daerah dan nasional berbasis kespesifikan ekosistem Benua Maritim Indonesia.

Orientasi itu menjadi kekhasan yang dibawa Unhas ke dalam jejaring DSA Indonesia.

Kajian pembangunan perlu memperhatikan karakter wilayah dan ekosistem Indonesia agar gagasan serta kebijakan yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan daerah, sekaligus berkontribusi pada pembangunan nasional.

Ketua DSA Indonesia, Dr. Wilson MA Therik, S.E., M.Sc., dalam sambutannya menyebut bahwa dengan bergabungnya Unhas, keanggotaan asosiasi kini mencakup 14 program studi: satu program sarjana, tujuh program magister, dan enam program doktor.

Ia juga menegaskan bahwa keanggotaan asosiasi berbasis program studi, sesuai dengan tujuan awal pembentukannya untuk mengembangkan bidang studi pembangunan.

Menurut panitia, Rakernas tahun ini diikuti 27 peserta yang merupakan delegasi dari 11 perguruan tinggi di Indonesia serta satu perwakilan internasional dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Forum tersebut mengangkat tema “Inovasi Riset Studi Pembangunan untuk Akselerasi SDGs: Memperkuat Kolaborasi Akademis Berbasis Potensi Lokal menuju Indonesia Emas 2045”.

Melalui keanggotaan ini, SPs Unhas berharap dapat memperluas pertukaran pengetahuan dan menjajaki kerja sama pendidikan serta penelitian dengan sesama anggota DSA Indonesia.

Pertemuan dengan perwakilan Universiti Kebangsaan Malaysia juga membuka kesempatan untuk membangun komunikasi akademik lintas negara, termasuk mengenai pembangunan berbasis potensi dan karakter wilayah.

Rakernas II DSA Indonesia menjadi ruang bagi para anggota untuk membahas agenda pengembangan asosiasi, termasuk penyesuaian kurikulum dan penguatan publikasi ilmiah.

Bagi Prodi Doktor Studi Pembangunan Unhas, keikutsertaan dalam forum ini menjadi langkah awal untuk membawa perspektif Benua Maritim Indonesia ke dalam percakapan akademik studi pembangunan yang lebih luas.

Tentang Prodi Studi Pembangunan Unhas

Program Studi Doktor Studi Pembangunan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) merupakan program doktor yang secara resmi membuka penerimaan mahasiswa pertama pada akhir 2020 dan mulai menyelenggarakan perkuliahan pada 2021.

Program ini digagas oleh sejumlah profesor Unhas, antara lain Prof. Ir. M. Saleh S. Ali, M.Sc., Ph.D., Prof. Dr. Ir. Imam Mujahidin Fahmid, M.TDev., dan Prof. Dr. Darmawan Salman, dan kini dipimpin oleh Prof. Dr. Darmawan Salman, M.S. sebagai Ketua Program Studi.

Kekhasan program ini terletak pada orientasinya terhadap Local Development, dengan perspektif Benua Maritim Indonesia (BMI) sebagai konteks penting dalam memahami persoalan pembangunan Indonesia sebagai negara kepulauan.

Berbeda dari program studi pembangunan di sejumlah perguruan tinggi lain yang memiliki penekanan berbeda, Studi Pembangunan Unhas menempatkan pembangunan lokal sebagai pintu masuk untuk membaca persoalan pembangunan yang lebih luas, dari tingkat daerah hingga nasional dan kawasan.

Dari sisi kurikulum, mahasiswa memperoleh fondasi konseptual dan metodologis melalui mata kuliah seperti Filsafat dan Teori Pembangunan, Filsafat Ilmu dan Metode Penelitian, Penulisan Ilmiah dan Etika Akademik, serta Teori Kesejahteraan, Pelayanan, dan Daya Saing Daerah.

Sesuai fokus riset dan disertasi, mahasiswa dapat memperdalam berbagai bidang seperti Pembangunan Pertanian, Pelayanan Publik, Pembangunan Kesehatan, Pengembangan Wilayah, Gender dan Pembangunan, Kajian Spasial, serta Penanggulangan Bencana. Program menyediakan dua jalur pendidikan, yakni Jalur Kuliah dan Riset serta Jalur Riset, dengan proses pembelajaran yang menggabungkan penguatan teori, metodologi, penelitian, seminar akademik, publikasi ilmiah, dan penyelesaian disertasi. Beban studi yang ditawarkan berada pada kisaran 42–48 SKS, dengan masa studi 5–10 semester.

Sumber Pelakita.ID menyebutkan, program ini didukung oleh 27 dosen tetap, termasuk 22 profesor, dengan latar kepakaran yang beragam, mulai dari Studi Pembangunan, ekonomi, pertanian, kelautan dan perikanan, transportasi, infrastruktur, tata ruang, arsitektur, pariwisata, energi, kesehatan lingkungan, kebijakan publik hingga sosiologi.

Keragaman keilmuan tersebut menjadi fondasi pendekatan interdisipliner yang memungkinkan mahasiswa membaca pembangunan bukan hanya sebagai persoalan pertumbuhan ekonomi, tetapi sebagai proses yang melibatkan wilayah, masyarakat, kelembagaan, sumber daya, kebijakan, lingkungan, serta relasi antarpemangku kepentingan.

Dengan orientasi tersebut, Program Doktor Studi Pembangunan Unhas diarahkan untuk melahirkan peneliti, akademisi, birokrat, praktisi, dan pemimpin pembangunan yang mampu menghasilkan riset, inovasi, serta rekomendasi kebijakan berbasis bukti untuk pembangunan daerah, nasional, dan kawasan maritim Indonesia.

___
Editor Denun