Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas Tingkatkan Kesiapan Kerja Petani melalui Edukasi Fit to Work

  • Whatsapp
Sebanyak 33 peserta yang terdiri atas anggota Gapoktan Brigade Pangan Talumae dan kelompok tani setempat mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.

PELAKITA.ID – Kelurahan Lautang Benteng, 22 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin melaksanakan edukasi mengenai pentingnya kesiapan fisik sebelum bekerja bagi para petani.

Kegiatan yang mengusung tema “Fit to Work Petani: Edukasi Kesiapan Kerja untuk Mencegah Kelelahan dan Mewujudkan Keselamatan Kerja pada Petani” ini merupakan program kerja individu Sahrianti Basrum, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.

Edukasi dilaksanakan pada Rabu (22/7) di Sekretariat Gapoktan Brigade Pangan Talumae, Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Program kerja individu ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Good Health and Well-Being) tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta Tujuan 8 (Decent Work and Economic Growth) mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Sebanyak 33 peserta yang terdiri atas anggota Gapoktan Brigade Pangan Talumae dan kelompok tani setempat mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.

Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran petani mengenai konsep Fit to Work sebagai upaya mencegah kelelahan, dehidrasi, serta risiko kecelakaan kerja yang kerap terjadi dalam aktivitas pertanian.

Tingginya partisipasi peserta menunjukkan besarnya perhatian petani terhadap pentingnya menjaga kondisi tubuh sebelum memulai pekerjaan di lahan.

Materi yang disampaikan mencakup pengenalan konsep Fit to Work, dampak paparan panas terhadap tubuh, bahaya dan tanda-tanda dehidrasi, hingga langkah-langkah sederhana untuk menjaga kebugaran sebelum bekerja.

Beberapa kebiasaan yang ditekankan antara lain sarapan sebelum beraktivitas, mencukupi kebutuhan cairan, tidur yang cukup, serta beristirahat ketika tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan.

Suasana edukasi berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab.

Para peserta aktif berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi saat bekerja di bawah terik matahari.

Diskusi tersebut membuat materi yang disampaikan menjadi lebih kontekstual dan mudah dipahami karena berkaitan langsung dengan kondisi kerja para petani sehari-hari.

Dalam pemaparannya, Sahrianti Basrum sebagai pemateri menegaskan bahwa keselamatan kerja tidak hanya bergantung pada penggunaan alat pelindung atau peralatan kerja, tetapi juga diawali dengan kesiapan kondisi fisik.

“Melalui edukasi Fit to Work ini, saya berharap para petani semakin memahami bahwa tubuh yang sehat dan siap bekerja merupakan modal utama untuk menjaga keselamatan kerja. Kebiasaan sederhana seperti sarapan, minum air sebelum merasa haus, tidur yang cukup, dan beristirahat ketika tubuh mulai lelah dapat membantu mencegah kelelahan maupun kecelakaan kerja saat bekerja di lahan pertanian,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, kegiatan ditutup dengan penempelan poster edukasi mengenai pemantauan status hidrasi berdasarkan warna urin di Sekretariat Gapoktan Brigade Pangan Talumae.

Poster tersebut diharapkan menjadi media pengingat bagi para petani untuk menerapkan kebiasaan Fit to Work dalam aktivitas sehari-hari.

Program kerja individu ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Good Health and Well-Being) tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta Tujuan 8 (Decent Work and Economic Growth) mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Melalui kegiatan ini, Sahrianti Basrum berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesehatan, keselamatan, dan produktivitas kerja petani di Kelurahan Lautang Benteng.

___
Penulis Sahrianti Basrum