PELAKITA.ID – SIDENRENG RAPPANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin menggelar program BERANI (Bersama Cegah Anemia pada Remaja Putri) di SMP Negeri 4 Pitu Riawa, Desa Bulucenrana, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, Jumat (24/7/2026).
Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri mengenai bahaya anemia sekaligus mendorong kebiasaan mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai langkah pencegahan sejak dini.
Kegiatan diikuti oleh 30 siswi kelas VIII SMP Negeri 4 Pitu Riawa dan mendapat dukungan dari Puskesmas Dongi. Hadir dalam kegiatan tersebut Penanggung Jawab Program Tablet Tambah Darah Puskesmas Dongi, Jurana, Amd.Keb., bersama Andi Herdayanti, S.Gz., Dietisien Puskesmas Dongi.
Program BERANI merupakan program kerja individu Aliyyah Tsabitha, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, yang bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan. Menurutnya, edukasi mengenai anemia penting diberikan sejak usia remaja karena kelompok ini rentan mengalami kekurangan zat besi yang dapat memengaruhi kesehatan, prestasi belajar, hingga kualitas hidup di masa mendatang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai anemia dan konsumsi Tablet Tambah Darah.

Selanjutnya, para siswi mengikuti sesi edukasi interaktif yang membahas pengertian anemia, kadar hemoglobin (Hb) normal, penyebab dan dampak anemia, pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah, cara mengonsumsi TTD yang benar, pola makan bergizi, aktivitas fisik, serta berbagai mitos dan fakta seputar Tablet Tambah Darah.
Suasana edukasi berlangsung aktif dan komunikatif. Para peserta antusias mengikuti diskusi serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait pengalaman mereka mengonsumsi Tablet Tambah Darah maupun cara mencegah anemia dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian Tablet Tambah Darah kepada seluruh peserta bekerja sama dengan Puskesmas Dongi.
Pada kesempatan tersebut, Jurana dan Andi Herdayanti mengingatkan para siswi agar rutin mengonsumsi tablet yang dibagikan melalui sekolah sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Keduanya menjelaskan bahwa pemberian Tablet Tambah Darah merupakan salah satu program nasional pemerintah untuk menurunkan prevalensi anemia pada remaja putri.
Oleh karena itu, tablet yang diterima diharapkan benar-benar dikonsumsi secara rutin, bukan disimpan atau dibuang, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal dalam menjaga kesehatan dan mencegah anemia.
Sebagai bentuk evaluasi, seluruh peserta kembali mengerjakan post-test setelah penyampaian materi selesai. Kegiatan juga diselingi dengan permainan edukatif dan pemberian hadiah kepada siswi yang aktif bertanya maupun menjawab pertanyaan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman peserta sekaligus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
Penanggung jawab kegiatan, Aliyyah Tsabitha, berharap program BERANI tidak hanya meningkatkan pengetahuan peserta, tetapi juga mampu membentuk kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman para siswi mengenai anemia dan pentingnya mengonsumsi Tablet Tambah Darah secara rutin. Edukasi ini diharapkan tidak berhenti pada bertambahnya pengetahuan saja, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan positif sehingga para siswi lebih peduli terhadap kesehatan dirinya dan mampu menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin, SMP Negeri 4 Pitu Riawa, dan Puskesmas Dongi, program BERANI diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan anemia sejak dini sekaligus mendukung keberhasilan program pemberian Tablet Tambah Darah bagi remaja putri. Sinergi antara perguruan tinggi, fasilitas pelayanan kesehatan, dan sekolah ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan generasi muda yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas.









