PELAKITA.ID – Wakatobi tidak hanya dikenal dengan surga nyata bawah lautnya, tetapi juga memiliki kelimpahan sumber daya laut yang sangat besar, meliputi potensi perikanan tangkap, budidaya, rumput laut, serta keanekaragaman hayati laut yang bernilai tinggi sebagai modal utama pembangunan ekonomi daerah.
Potensi ini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan sejumlah kurang lebih 1.206 pelaku usaha pada tahun 2025 dan terus bertambah.
Agar nilai tambah dari sumber daya tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal, diperlukan peran aktif Pemerintah Daerah.
Kondisi tersebut mendorong Dinas Perikanan Kabupaten Wakatobi melalui bidang Penguatan Daya Saing dan Pemasaran Hasil Perikanan menghadirkan sebuah sistem pelayanan berbasis digital yang mampu menjangkau masyarakat secara luas, efektif, dan efisien yang dikenal dengan Sistem Pelayanan Klinik Mutu Terpadu (SIPANDU 5.0) sejak tahun 2023 hingga sekarang.
Sipandu 5.0 merupakan Program Inovasi dari Dinas Perikanan Kabupaten Wakatobi, melalui Bidang Penguatan Daya Saing dan Pemasaran Hasil Perikanan (PDSPHP) dan di Inisiasi Oleh Bapak Hardin, S.Kel., MPAMan selaku Kabid. PDSPHP yang bertujuan untuk memberikan pelayanan terpadu dalam pengurusan Legalitas, Sertifikasi Mutu, Profil Usaha, Katalog dan Promosi Produk serta pendampingan (Slace Up) bagi pelaku usaha perikanan untuk mendukung Hilirisasi Produk Perikanan di Kab. Wakatobi.
Sipandu 5.0 berkolaborasi dengan Penyuluh Perikanan KKP, BPN, TP PKK Kab. Wakatobi, Anemo Wakatobi, Sanamisi Wakatobi, Galerry BI Kendari, BPOM Baubau, Beacukai Kendari, PLUT Wakatobi dan Potensi Mitra Lainnya.
Tim Sipandu 5.0 memberikan layanan pendampingan kepada pelaku usaha perikanan melalui berbagai bentuk fasilitasi, meliputi pengurusan legalitas usaha, sertifikasi mutu produk, penyusunan profil pelaku usaha, pembuatan katalog produk, serta dukungan promosi dan pemasaran produk olahan hasil perikanan.
Layanan tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, dan mendorong pengembangan usaha secara berkelanjutan pada sektor ekonomi biru (Blue Economy).
Penerima manfaat dari inovasi SiPandu 5.0 mencakup seluruh pelaku usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, serta kelompok usaha perikanan yang berada di Kabupaten Wakatobi.
Saat ini telah dilakukan pelayanan Kusuka kepada: 750 pelaku usaha perikanan; NIB: 80 Pelaku usaha dan PIRT: 82 Varians produk; Sertifikat Halal: 49 produk; Sertifikat BPOM : 10 Produk; SKP/GMP: 10 UPI; Pendampingan UPI Potensi Ekspor: 6 UPI dan Paket Promosi: 80 Produk. Semoga pelayanan terpadu ini meningkatkan daya saing dan daya beli produk perikanan Kab. Wakatobi.

Masyarakat dapat mengakses Google Site SiPandu 5.0 untuk memilih jenis layanan yang dibutuhkan, mengisi data dan dokumen persyaratan yang diperlukan, kemudian petugas akan memproses permohonan sesuai dengan standar pelayanan yang berlaku.
Selain pelayanan berbasis digital, Tim Sipandu 5.0 juga melakukan pendampingan secara langsung melalui kunjungan lapangan pada jenis layanan tertentu guna memperoleh data, melakukan verifikasi, serta memastikan kebutuhan pelaku usaha dapat terpenuhi secara optimal.
Tahun 2026 ini Tim Sipandu melakukan penambahan inovasi yaitu Sipandu Voice 5.0 sebagai media interaktive dan promosi produk perikanan melalui platform digital.
Kabid PDSPHP Dinas Perikanan Kab. Wakatobi Hardin menjelaskan bahwa Sipandu 5.0 juga hadir memberikan konstribusi nyata terhadap capaian SDGs di Kabupaten Waktaobi yang meliputi SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan): meningkatkan pendapatan dan keberlanjutan ekonomi nelayan.

Kemudian SDGs 2 (Tanpa Kelaparan): memperkuat ketahanan pangan berbasis laut dan mereduksi food loss; SDGs 5 (Kesetaraan Gender): memberdayakan Perempuan pesisir dalam diversifikasi produk; SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) & 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur)~ : mempercepat legalitas UMKM, meningkatkan daya saing global, serta menghadirkan katalog digital yang modern.
Tak ketinggalan, SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) & 14 (Ekosistem Laut): menjaga ekosistem laut melalui blue economy dan standarisasi mutu ramah lingkungan.
Selain itu juga inovasi Sipandu 5.0 berkontribusi secara krusial dalam mewujudkan visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Wakatobi Periode 2025–2029, yaitu “Wakatobi menjadi Kabupaten Maritim yang Sentosa dan Berkelanjutan”.
Secara umum kontribusi Sipandu 5.0 terhadap Visi & Misi Kab. Wakatobi yaitu berkontribusi pada Percepatan Ekonomi Inklusif Berbasis Kerakyatan (Misi Ekonomi), menguatkan akselerasi Akses Pasar Digital & Ekspor Komoditas Laut (Misi Konektivitas & Pemasaran), mampu mendorong Transformasi Tata Kelola Pemerintahan & Pelayanan Publik (Misi Birokrasi.

Terakhir, dapat mendukung Wakatobi sebagai pusat ekonomi Kelautan dengan mempercepat transisi ekonomi dari perikanan tradisional skala kecil menjadi sektor maritim berbasis ekspor yang berdaya saing global. Hal ini sesuai arahan Bupati Wakatobi H. Haliana, SE untuk terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat Kab. Wakatobi.
Mari bersama memanfaatkan SIPANDU 5.0 sebagai sarana memperoleh informasi dan pelayanan perikanan yang berkualitas. Karena pelayanan yang baik adalah pelayanan yang mampu menjangkau seluruh masyarakat.
Sumber: Tim Sipandu 5.0 Dinas Perikanan Kab. Wakatobi, 2026









