50 Program PPMU Unhas Hadir di Bulukumba, dari Inovasi Perikanan hingga Penguatan Kesehatan Masyarakat
PELAKITA.ID – Rektor Unhas Prof. Dr. Jamaluddin Jompa melihat momentum di Bulukumba sebagai kesempatan untuk mengubah cara perguruan tinggi memaknai kehadirannya di tengah masyarakat.
Menurutnya, kampus tidak boleh lagi hanya berada di dalam “menara gading” yang tinggi dan jauh dari kehidupan masyarakat. Perguruan tinggi harus hadir sebagai sumber pengetahuan yang mengalir dan memberikan kehidupan.
“Jangan hanya menjadi menara gading. Kita harus menjadi menara air yang terus mengalir dan memberi kehidupan di sekeliling kita,” menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan Rektor Unhas saat menghadiri silaturahmi dengan IKA Unhas Bulukumba dan pameran 50 program LPPMU di Kota Bulukumba, 30 Agustus 2026.
Di depan Bupati Bulukumba, Andi Utta, Rektor Unhas menyebut Unhas ingin memperkuat kehadirannya di daerah.
“Pengabdian masyarakat harus menjadi bagian dari strategi yang lebih besar untuk membangun ekosistem pembangunan berbasis pengetahuan,” kata dia.
Bagi Prof. Jamaluddin Jompa, Sulawesi Selatan memiliki potensi besar. Namun, potensi tidak akan otomatis berubah menjadi kesejahteraan jika tidak diikuti oleh teknologi, inovasi, pendampingan, dan hilirisasi.
Ia melihat Bulukumba sebagai salah satu daerah yang memiliki ruang sangat besar untuk pengembangan tersebut.
Potensi perikanan, pertanian, pesisir, peternakan, dan berbagai sumber daya lainnya harus dihubungkan dengan teknologi dan industri. Di situlah perguruan tinggi dapat memainkan peran.
Kampus Bulukumba dan Pusat Inovasi Daerah
Rektor Unhas juga menyampaikan gagasan tentang penguatan kehadiran kampus di Bulukumba.
Gagasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fasilitas pendidikan, tetapi juga kemungkinan membangun pusat inovasi yang terhubung dengan potensi ekonomi daerah.
Menurutnya, tidak ada pengembangan agroindustri yang kuat tanpa teknologi.
Karena itu, ujar Prof JJ, jika suatu kawasan dikembangkan secara serius, ruang tersebut dapat menjadi tempat bertemunya pendidikan, laboratorium, riset, industri, dan pengembangan usaha.
Gagasan tersebut sejalan dengan rencana Unhas untuk terus memperkuat model multicampus.
“Pendidikan tinggi tidak lagi hanya dipusatkan dalam satu kampus utama, tetapi dapat hadir lebih dekat dengan daerah melalui model yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter wilayah,” sebutnya.

Dalam konteks Bulukumba, pengembangan pendidikan dapat diarahkan sesuai kebutuhan daerah, sementara pendidikan pascasarjana dapat diperkuat melalui basis riset dan penyelesaian persoalan pembangunan. Namun, Rektor menegaskan bahwa momentum harus dikawal.
Pameran yang ramai dan pertemuan yang penuh semangat tidak boleh berakhir sebagai dokumentasi dan kenangan. Semua pihak harus memastikan adanya tindak lanjut yang jelas. Karena itu, ia mendorong agar komitmen antara Unhas dan Pemerintah Kabupaten Bulukumba segera diterjemahkan ke dalam langkah konkret.
___
Editor K. Azis









