Sekolah Pascasarjana Unhas Bahas Inovasi Pemodelan untuk Perlindungan Sumber Daya Air Berkelanjutan

  • Whatsapp
Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas, Prof. Sukri Palutturi, S.KM., M.Kes., M.Sc.PH., Ph.D., dalam sambutannya mengapresiasi kesediaan Prof. Kumarasamy berbagi pengetahuan dan pengalaman akademiknya dengan sivitas akademika Unhas. Menurutnya, pertemuan akademik semacam ini dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan hubungan kelembagaan yang lebih panjang antara Indonesia dan Afrika Selatan.

MAKASSAR — Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) memperluas ruang pembelajaran dan pertukaran pengetahuan internasional melalui guest lecture bertema Water and Environmental Engineering and Science yang digelar secara daring melalui Zoom, Senin (21/9/2026).

Kuliah tamu tersebut menghadirkan Prof. Dr. Muthukrishna Vellaisamy Kumarasamy dari University of KwaZulu-Natal, Afrika Selatan, yang membahas pentingnya inovasi pemodelan dalam mendukung perlindungan lingkungan dan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.

Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas, Prof. Sukri Palutturi, S.KM., M.Kes., M.Sc.PH., Ph.D., dalam sambutannya mengapresiasi kesediaan Prof. Kumarasamy berbagi pengetahuan dan pengalaman akademiknya dengan sivitas akademika Unhas. Menurutnya, pertemuan akademik semacam ini dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan hubungan kelembagaan yang lebih panjang antara Indonesia dan Afrika Selatan.

Prof. Sukri menekankan bahwa hubungan tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai bentuk kolaborasi, mulai dari penelitian bersama, pertukaran mahasiswa dan staf, hingga program visiting professor yang memungkinkan terjadinya pertukaran pengalaman dan pengetahuan secara lebih intensif.

Kuliah tamu tersebut menghadirkan Prof. Dr. Muthukrishna Vellaisamy Kumarasamy dari University of KwaZulu-Natal, Afrika Selatan, yang membahas pentingnya inovasi pemodelan dalam mendukung perlindungan lingkungan dan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.

Prof. Kumarasamy merupakan akademisi di bidang teknik sipil yang memimpin disiplin Civil Engineering di University of KwaZulu-Natal serta aktif dalam penelitian mengenai limbah dan perubahan iklim. Dalam paparannya, ia menempatkan inovasi pemodelan sebagai salah satu instrumen penting untuk memahami dinamika sumber daya air sekaligus merancang strategi perlindungan lingkungan yang lebih efektif.

Materi kuliah mencakup pengelolaan sumber daya air, perencanaan daerah aliran sungai, hingga manajemen risiko banjir. Ia menjelaskan bahwa pendekatan pengelolaan sumber daya air terpadu perlu mempertemukan tiga kepentingan utama, yakni efisiensi ekonomi, keadilan sosial, dan keberlanjutan lingkungan.

Menurutnya, kondisi suatu badan air juga tidak dapat dinilai hanya dari satu indikator, melainkan perlu dilihat melalui kombinasi parameter kuantitatif dan kualitatif. Debit sungai, ketersediaan air, dan muka air tanah perlu dibaca bersama indikator fisik, kimia, dan biologis untuk menghasilkan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi ekosistem perairan.

Tekanan terhadap sumber daya air semakin kompleks akibat aktivitas pertanian, pertumbuhan kawasan perkotaan, limpasan air hujan, pembuangan air limbah, hingga kegiatan industri yang dapat memengaruhi kualitas maupun ketersediaan air.

Dalam situasi perubahan iklim yang memperbesar ketidakpastian hidrologis, pemantauan lapangan perlu diperkuat dengan penggunaan model hidrologi dan model kualitas air untuk membaca perubahan, memperkirakan risiko, serta merancang strategi pengendalian pencemaran.

Salah satu bagian penting dalam kuliah tersebut membahas keberadaan kontaminan baru di lingkungan perairan, antara lain residu antibiotik, senyawa farmasi, produk perawatan pribadi, dan mikroplastik. Jenis pencemar tersebut menghadirkan tantangan baru karena keberadaannya sering kali memerlukan metode pemantauan dan pendekatan analitis yang lebih spesifik.

Prof. Kumarasamy kemudian memaparkan studi pemodelan kualitas air yang dilakukan pada salah satu daerah aliran sungai di Afrika Selatan.

Penelitian tersebut menggunakan pengambilan sampel pada 18 lokasi, analisis laboratorium, serta model matematis untuk menggambarkan pola pergerakan dan konsentrasi polutan di sepanjang aliran sungai.

Studi tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana sebuah model dikembangkan melalui rangkaian tahapan yang sistematis, mulai dari pengumpulan data debit dan kualitas air, identifikasi parameter, kalibrasi, validasi, hingga simulasi untuk melihat berbagai kemungkinan kondisi yang terjadi pada sistem perairan.

Model yang telah dikalibrasi dan divalidasi dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi lokasi dengan konsentrasi pencemar yang tinggi sekaligus memberikan informasi bagi pengambilan keputusan, terutama dalam perlindungan daerah aliran sungai dan perencanaan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.

Diskusi berlangsung interaktif dengan sejumlah pertanyaan peserta mengenai parameter minimum yang diperlukan dalam pemodelan, kemungkinan penerapan model pada konteks penelitian yang berbeda, serta metode untuk menelusuri sumber pencemaran antibiotik di lingkungan perairan.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Prof. Kumarasamy menjelaskan bahwa kebutuhan data pada dasarnya harus disesuaikan dengan tujuan dan karakter model yang digunakan. Namun, data aliran sungai, data kualitas air, serta pengujian untuk memastikan validitas model merupakan komponen penting dalam pemodelan kualitas air.

Kegiatan tersebut dipandu oleh Dr. Ir. Darhamsyah, M.Si. sebagai moderator.

Pada penghujung sesi, Prof. Kumarasamy juga membuka peluang pengembangan kerja sama lebih lanjut antara kedua institusi, termasuk publikasi bersama, proyek penelitian, visiting position, pertukaran mahasiswa dan staf, pengujian tesis dan disertasi, pengembangan kurikulum, keterlibatan dalam advisory board, hingga penyelenggaraan konferensi bersama.

Guest lecture tersebut memperlihatkan komitmen Sekolah Pascasarjana Unhas untuk memperluas jejaring akademik internasional sekaligus menghadirkan perspektif lintas negara dan disiplin dalam merespons tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Melalui pertukaran pengetahuan mengenai rekayasa lingkungan, pengelolaan sumber daya air terpadu, dan pemanfaatan teknologi pemodelan, forum tersebut diharapkan menjadi salah satu titik awal bagi lahirnya kolaborasi riset yang tidak hanya memperkuat kapasitas akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perlindungan lingkungan dan masyarakat.