Unhas dan Busan Indonesia Center Perkuat Kolaborasi Akademik dan Riset

  • Whatsapp
Penguatan hubungan tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. dan Presiden Busan Indonesia Center Prof. Kim Soo-il di Ruang Rapat Rektor, Lantai 8 Gedung Rektorat Unhas, Senin (21/9).

PELAKITA.ID – MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) memperluas hubungan akademiknya dengan Korea Selatan melalui kemitraan bersama Busan Indonesia Center (BIC), yang diarahkan untuk mendorong pengembangan pendidikan lanjutan, kolaborasi penelitian, pertukaran pengetahuan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Penguatan hubungan tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. dan Presiden Busan Indonesia Center Prof. Kim Soo-il di Ruang Rapat Rektor, Lantai 8 Gedung Rektorat Unhas, Senin (21/9).

Kesepakatan tersebut menjadi pijakan bagi kedua pihak untuk mengembangkan berbagai inisiatif akademik dan riset sekaligus memperluas akses terhadap pengetahuan, pengalaman, serta institusi pendidikan tinggi di Korea Selatan.

Bagi Unhas, salah satu agenda penting dari kemitraan ini adalah memperkuat kapasitas dosen muda melalui akses terhadap pendidikan lanjutan di universitas mitra luar negeri. Rektor Unhas menilai jejaring internasional akan lebih bermakna apabila dapat diterjemahkan menjadi kesempatan akademik yang konkret bagi sivitas akademika.

“Kami ingin mendorong dosen-dosen muda Unhas untuk melanjutkan pendidikan ke jejaring mitra kami di luar negeri. Kami berharap Busan Indonesia Center dapat menjadi penghubung yang membuka akses dan mempertemukan mereka dengan universitas mitra di Korea, sehingga kerja sama ini memberi manfaat nyata bagi pengembangan sumber daya manusia Unhas,” ujar Prof. Jamaluddin.

Menurut Prof. Jamaluddin, pengalaman akademik di lingkungan perguruan tinggi internasional juga dapat memperluas perspektif keilmuan dosen sekaligus membuka ruang bagi terbentuknya jejaring penelitian yang lebih luas.

Relasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pendidikan lanjutan, tetapi berkembang menjadi kolaborasi riset dan pertukaran pengetahuan yang berkelanjutan.

Presiden BIC Prof. Kim Soo-il mengatakan, kesepakatan dengan Unhas membuka ruang yang lebih luas bagi penguatan hubungan pendidikan dan penelitian antara Indonesia dan Korea Selatan. Menurutnya, jejaring BIC di Korea dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan Unhas dengan berbagai institusi pendidikan tinggi serta peluang akademik yang relevan.

“Kami berharap kesepakatan ini membuka kesempatan untuk membangun hubungan akademik yang lebih erat, memperluas pertukaran pengetahuan, dan mengembangkan kolaborasi penelitian yang memberikan manfaat bersama,” kata Prof. Kim.

Pasca-penandatanganan MoU, Unhas dan BIC akan mengidentifikasi bidang prioritas serta bentuk program yang dapat dikembangkan bersama. Agenda tersebut mencakup pendidikan lanjutan, kolaborasi penelitian, pertukaran pengetahuan, dan penguatan hubungan akademik dengan perguruan tinggi di Korea Selatan.

Busan Indonesia Center merupakan lembaga yang memfasilitasi hubungan Indonesia dan Korea Selatan, terutama dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, dan pelatihan.

Melalui jaringan yang dimilikinya di Korea Selatan, BIC turut membuka akses bagi pengembangan pendidikan tinggi dan kemitraan akademik antara institusi kedua negara. (*/mir)