KKP Siapkan Enam Program Prioritas Nasional 2025–2029 untuk Perkuat Kedaulatan Pangan, KNMP Dapat Atensi Khusus

  • Whatsapp
Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tidak lagi diserahkan kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), melainkan akan dikelola melalui badan tersendiri sebagai bagian dari penguatan kelembagaan program tersebut.

Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tidak lagi diserahkan kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), melainkan akan dikelola melalui badan tersendiri sebagai bagian dari penguatan kelembagaan program tersebut.

PELAKITA.ID – JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan enam Program Kerja Prioritas Nasional periode 2025–2029 sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan pangan melalui pengembangan sektor kelautan dan perikanan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Enam program tersebut disusun sebagai tindak lanjut atas direktif Presiden dalam Klaster Kedaulatan Pangan, sekaligus menjadi arah kebijakan dan prioritas anggaran KKP dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) serta Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (Renja K/L).

Program-program prioritas itu mencakup pengembangan kawasan nelayan, revitalisasi tambak, modernisasi budi daya perikanan, penguatan armada perikanan tangkap, hingga pembangunan kawasan industri garam nasional yang diharapkan mampu memperkuat basis produksi pangan dari sumber daya kelautan dan perikanan.

Program pertama adalah Kampung Nelayan Merah Putih, yang diarahkan untuk mengembangkan kawasan nelayan secara terpadu dengan target mencapai 5.000 lokasi selama periode pelaksanaan program 2025–2029.

Program ini menempatkan kawasan nelayan sebagai salah satu basis penting dalam penguatan ekonomi masyarakat pesisir, dengan pengembangan yang diarahkan secara lebih terpadu agar aktivitas produksi, pengolahan, hingga kehidupan sosial ekonomi masyarakat dapat berkembang dalam satu ekosistem.

Program kedua adalah Revitalisasi Tambak Nila Salin dengan target pengembangan dan peningkatan produktivitas tambak seluas 14.000 hektare, melalui modernisasi pengelolaan tambak serta pemanfaatan kawasan yang sesuai untuk pengembangan komoditas tersebut.

Selanjutnya, KKP menyiapkan Modeling dan Replikasi Tambak Udang Terintegrasi dengan target penerapan model budi daya udang berkelanjutan pada kawasan seluas 2.000 hektare.

Program ini diarahkan untuk membangun model yang dapat diterapkan dan direplikasi sebagai bagian dari penguatan produksi perikanan budi daya nasional.

Pada sektor perikanan budi daya air tawar, KKP juga menetapkan program Budi Daya Ikan Darat Tematik yang ditargetkan berkembang di 40.000 lokasi.

Pengembangan ini dirancang dengan pendekatan berbasis tema dan karakteristik daerah sehingga budi daya ikan darat dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi sekaligus penyediaan sumber pangan.

Sementara pada sektor perikanan tangkap, KKP menempatkan Kapal Ikan Modern sebagai salah satu program prioritas dengan target pengadaan dan modernisasi sebanyak 4.582 unit.

Penguatan armada tersebut menjadi bagian dari agenda peningkatan kapasitas perikanan tangkap nasional sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya ikan secara lebih produktif dan terkelola.

Program keenam adalah Kawasan Sentra Industri Garam Nasional, yang diarahkan untuk membangun kemandirian sekaligus meningkatkan kualitas produksi garam nasional dengan target pengembangan kawasan seluas 2.000 hektare.

Enam program tersebut memperlihatkan cakupan kebijakan KKP yang tidak hanya bertumpu pada peningkatan produksi perikanan, tetapi juga mencakup penguatan kawasan pesisir, modernisasi usaha budi daya dan penangkapan, serta pengembangan komoditas garam sebagai bagian dari agenda pangan nasional.

Melalui enam program prioritas tersebut, KKP menempatkan sumber daya kelautan dan perikanan sebagai salah satu fondasi penting dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional, dengan tetap membawa prinsip pengelolaan yang berkelanjutan.

Atensi ke KNMP

Pelakita.ID mendapat informasi bahwa Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, dalam satu kesempatan menjelaskan bahwa per 14 September 2026, progres operasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahap 1 telah mencakup 65 lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia

Tingkat kesiapan operasional ini terbagi ke dalam empat kategori utama, yaitu empat lokasi yang sudah 100 persen operasional, 27 lokasi pada tingkat 75 hingga 90 persen, 31 lokasi berkisar antara 25 hingga 75 persen, serta tiga lokasi yang masih di bawah 25%.

Dari total seluruh wilayah sasaran, terdapat empat KNMP yang telah berhasil mencapai tingkat operasional penuh sebesar 100,0 persen.

Lokasi-lokasi tersebut meliputi KNMP Karangduwur, KNMP Sulamu, KNMP Samkai, dan KNMP Padang Sarai, yang kini siap menjadi percontohan bagi pengembangan kawasan nelayan di daerah lainnya.

Ke depan, MKP menegaskan KNMP ke depan berbasis kebutuhan, lahan bukan lagi faktor pembatas.

Redaksi