PELAKITA.ID – Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran (UNPAD) memulai pengembangan aplikasi Crew-Operated Data Recording System (CODRS) berbasis Android sebagai langkah memperkuat sistem pengumpulan data perikanan yang lebih cepat, efisien, dan akurat.
Kolaborasi ini ditandai dengan pelaksanaan pertemuan perdana di Kampus UNPAD, Bandung, Selasa (4/8/2026).
Pengembangan aplikasi ini merupakan bagian dari implementasi perjanjian kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan sains dan teknologi konservasi laut.
Melalui kolaborasi tersebut, sistem CODRS yang selama ini berbasis manual akan ditransformasikan menjadi platform digital berbasis Android yang memudahkan pencatatan data hasil tangkapan ikan, langsung di lapangan.
Sejak dikembangkan pada 2014, CODRS telah menjadi salah satu inovasi penting YKAN dalam mendukung pengelolaan perikanan berbasis data di Indonesia. Sistem ini menghasilkan informasi yang digunakan pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.
Sistem CODRS YKAN juga merupakan bagian penting kerja sama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam mendukung Komisi Nasional Kajian Stok Ikan (Komnas Kajiskan). Melalui pengumpulan dan analisis data perikanan, YKAN mendukung kajian stok ikan kakap dan kerapu laut dalam di 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) Indonesia.
Informasi tersebut menjadi salah satu dasar ilmiah dalam penyusunan rekomendasi pengelolaan serta penetapan alokasi pemanfaatan sumber daya ikan secara berkelanjutan.
Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Dr. Sunarto, S.Pi, M.Si, mengatakan kerja sama ini menjadi wujud pengejawantahan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri dari tiga elemen utama yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Dalam hal ini perguruan tinggi berkontribusi dalam menghadirkan inovasi teknologi yang menjawab kebutuhan pengelolaan sumber daya kelautan.
“Kolaborasi ini mempertemukan keunggulan riset dan pengembangan teknologi di lingkungan akademik dengan pengalaman YKAN dalam implementasi di lapangan. Kami berharap aplikasi CODRS berbasis Android dapat menjadi solusi yang adaptif, mudah digunakan, dan mampu menghasilkan data berkualitas tinggi untuk mendukung pengelolaan perikanan Indonesia,” ujarnya.
Dalam acara tersebut, dibahas rancangan sistem yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan dan informasi perikanan.
Melalui pengembangan aplikasi CODRS berbasis Android, YKAN dan UNPAD berharap proses pengumpulan data perikanan menjadi lebih efektif.
Langkah ini sekaligus memperkuat pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan sumber daya ikan yang berkelanjutan di Indonesia, serta memperluas pelibatan para nelayan sebagai pengumpul data utama di lapangan.
Direktur Program Kelautan YKAN, Muhammad Ilman, mengatakan transformasi digital CODRS merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan pengumpulan data perikanan.
“Data merupakan dasar pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Dengan mengembangkan CODRS berbasis Android bersama Universitas Padjadjaran, kami ingin mempercepat proses pencatatan, meningkatkan akurasi data, serta mempermudah integrasi informasi sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis sains oleh pemerintah dan para pemangku kepentingan,” tegasnya.









