Burhanuddin menilai, program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang ditargetkan mencapai ribuan lokasi hingga tahun 2029 menunjukkan adanya upaya serius untuk mentransformasi ekonomi pesisir dari sektor yang selama ini bersifat subsisten menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Aktivis Nasional (DPP GAN) bersama Forum Nasional Pro-08 (Fornas Pro-08) menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas komitmennya yang kuat dalam menghadirkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di daerah, termasuk komunitas pesisir, nelayan, dan masyarakat yang bermukim di pulau-pulau terluar Indonesia.
Ketua Umum DPP GAN dan tokoh Fornas Pro-08, Muhammad Burhanuddin, menilai bahwa berbagai kebijakan yang dijalankan Presiden Prabowo menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap kelompok masyarakat yang selama ini sering berada di pinggiran arus pembangunan nasional.
“Atas nama DPP GAN dan Fornas Pro-08, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto. Apa yang dilakukan hari ini menunjukkan bahwa negara hadir bukan hanya di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga di desa, pesisir, dan pulau-pulau yang selama ini membutuhkan perhatian lebih besar,” ujar Burhanuddin.

Menurutnya, pembangunan ribuan jembatan dan penyediaan sumber air bersih di berbagai daerah merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Infrastruktur dasar tersebut tidak hanya mempermudah aktivitas sehari-hari, tetapi juga membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi warga di daerah terpencil.
Di sisi lain, keputusan pemerintah mengalokasikan anggaran untuk membantu pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan belanja pegawai PPPK juga dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat pelayanan publik hingga ke tingkat daerah. Kebijakan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal di seluruh Indonesia.
Namun demikian, Burhanuddin menilai perhatian Presiden Prabowo terhadap masyarakat pesisir dan nelayan menjadi salah satu kebijakan yang paling visioner.
Program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang ditargetkan mencapai ribuan lokasi hingga tahun 2029 menunjukkan adanya upaya serius untuk mentransformasi ekonomi pesisir dari sektor yang selama ini bersifat subsisten menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Menurutnya, konsep pembangunan kampung nelayan yang terintegrasi dengan fasilitas dermaga, pabrik es, cold storage, akses pemasaran, dan penguatan kelembagaan masyarakat merupakan langkah yang dapat menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal.
Pemerintah bahkan menargetkan pembangunan 5.000 desa nelayan hingga 2029 sebagai bagian dari visi menjadikan sektor kelautan sebagai masa depan ekonomi Indonesia.
“Kami melihat bahwa Presiden Prabowo tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi masyarakat. Ini sangat penting karena kesejahteraan nelayan tidak cukup hanya dengan bantuan alat tangkap, tetapi harus didukung oleh infrastruktur, akses pasar, teknologi, dan kelembagaan ekonomi yang kuat,” kata Burhanuddin.
Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap wilayah-wilayah perbatasan dan pulau terluar, termasuk rencana pembangunan kampung nelayan modern di Miangas yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kehadiran negara di kawasan strategis.
Lebih lanjut, Burhanuddin menilai bahwa arah pembangunan yang dijalankan Presiden Prabowo menunjukkan upaya untuk menjadikan masyarakat pesisir sebagai subjek utama pembangunan nasional.

Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa sektor kelautan dan perikanan harus menjadi salah satu penggerak utama ekonomi Indonesia melalui pendekatan ekonomi biru yang berkelanjutan.
DPP GAN dan Fornas Pro-08 berharap berbagai program yang telah dirancang pemerintah dapat berjalan secara konsisten dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Organisasi tersebut juga menyatakan siap mendukung berbagai agenda pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat, penguatan ekonomi daerah, serta pemberdayaan komunitas pesisir dan pulau-pulau Indonesia.
“Bagi kami, pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang mampu menghadirkan harapan baru bagi masyarakat. Ketika nelayan mendapatkan akses yang lebih baik, ketika desa-desa pesisir tumbuh menjadi pusat ekonomi baru, dan ketika masyarakat pulau-pulau terluar merasakan kehadiran negara, maka saat itulah cita-cita pembangunan yang berkeadilan mulai terwujud,” tutup Muhammad Burhanuddin.









