Mahasiswa KKNT Perubahan Iklim 116 Unhas Perkenalkan Bank Sampah untuk Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Desa Aka-Akae

  • Whatsapp
Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada konsep pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi manfaat ekonomi apabila dikelola dengan baik.

Bank sampah diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus langkah awal membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik di tingkat masyarakat.

PELAKITA.ID — Dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin dengan tema Perubahan Iklim, mahasiswa melaksanakan program kerja berupa pembuatan dan pengenalan bank sampah di Desa Aka-Akae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Kegiatan ini berlangsung pada 21 Juli hingga 5 Agustus 2026 di bawah pendampingan Dosen Pengampu Kegiatan, Ira Taskirawati, S.Hut., M.Si., Ph.D.

Program bank sampah merupakan salah satu bentuk aksi nyata mahasiswa dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah secara bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada konsep pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi manfaat ekonomi apabila dikelola dengan baik.

Kehadiran bank sampah di Desa Aka-Akae diharapkan dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mulai membiasakan diri memilah sampah berdasarkan jenisnya, mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai guna, serta mengelolanya secara lebih terorganisir.

Dengan pendekatan tersebut, sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat dimanfaatkan kembali atau disalurkan untuk proses daur ulang sehingga mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir maupun dibakar secara sembarangan.

Program ini juga menjadi bagian dari penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang selama ini dikenal sebagai salah satu strategi efektif dalam mengurangi timbulan sampah.

Melalui penerapan prinsip tersebut, masyarakat diajak untuk mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memanfaatkan kembali barang yang masih layak digunakan, serta mendaur ulang berbagai jenis sampah yang memiliki nilai ekonomi. Upaya ini sekaligus mendukung aksi mitigasi perubahan iklim melalui pengurangan pencemaran lingkungan dan emisi yang dihasilkan dari pengelolaan sampah yang tidak tepat.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari persiapan program, pengumpulan bahan dan peralatan, pembuatan sarana bank sampah, penataan lokasi, hingga kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Dalam setiap tahapan, mahasiswa berupaya melibatkan masyarakat agar tercipta rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap keberlanjutan program yang telah dibangun.

Selain menyediakan fasilitas pendukung, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran bagi masyarakat mengenai pentingnya perubahan perilaku dalam mengelola sampah rumah tangga.

Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat, diharapkan pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai tanggung jawab individu semata, melainkan sebagai upaya kolektif untuk menjaga kualitas lingkungan desa.

Melalui program pembuatan dan pengenalan bank sampah ini, mahasiswa KKNT Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Aka-Akae.

Program ini tidak hanya menjadi wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik, meningkatkan kepedulian lingkungan, serta mewujudkan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di masa depan.