Mahasiswa KKNT Perubahan Iklim 116 Unhas Edukasi Warga Desa Aka-Akae Olah Sekam Padi Menjadi Briket Ramah Lingkungan

  • Whatsapp
Kegiatan yang berlangsung pada 26 Juli hingga 5 Agustus 2026 ini dilaksanakan oleh Laode Dyandra Winardy di bawah pendampingan Dosen Pengampu Kegiatan, Ira Taskirawati, S.Hut., M.Si., Ph.D.

Pemanfaatan limbah pertanian menjadi bahan bakar alternatif diharapkan dapat meningkatkan nilai guna sekam padi sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

PELAKITA.ID — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu berupa pemanfaatan sekam padi menjadi arang briket sebagai salah satu upaya mendorong pengelolaan limbah pertanian yang lebih produktif dan ramah lingkungan di Desa Aka-Akae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Kegiatan yang berlangsung pada 26 Juli hingga 5 Agustus 2026 ini dilaksanakan oleh Laode Dyandra Winardy di bawah pendampingan Dosen Pengampu Kegiatan, Ira Taskirawati, S.Hut., M.Si., Ph.D. Program ini menyasar masyarakat Desa Aka-Akae yang sebagian besar hidup berdampingan dengan aktivitas pertanian dan menghasilkan limbah sekam padi dalam jumlah cukup besar setiap musim panen.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai potensi sekam padi sebagai limbah pertanian yang dapat diolah menjadi produk bernilai guna berupa arang briket. Selain memperkenalkan alternatif pemanfaatan limbah, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sisa hasil pertanian secara bijak untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan pengumpulan dan persiapan sekam padi sebagai bahan baku utama. Sekam yang telah terkumpul kemudian melalui proses pembakaran terkendali hingga menghasilkan arang sekam. Setelah itu, arang dihaluskan dan dicampur dengan bahan perekat untuk membentuk adonan yang siap dicetak. Adonan tersebut kemudian dicetak menjadi briket dan dikeringkan hingga menghasilkan produk yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif.

Proses pembuatan briket dilakukan melalui beberapa tahapan yang sederhana dan mudah diterapkan oleh masyarakat, mulai dari pengumpulan bahan, pembakaran sekam menjadi arang, penghalusan arang, pencampuran dengan perekat, pencetakan, hingga proses pengeringan. Melalui tahapan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada teknologi sederhana yang memungkinkan limbah pertanian diubah menjadi sumber energi yang lebih bermanfaat.

Pemanfaatan sekam padi menjadi briket memberikan gambaran bahwa limbah pertanian yang selama ini sering dianggap tidak bernilai sebenarnya memiliki potensi ekonomi dan lingkungan yang cukup besar. Selain membantu mengurangi penumpukan limbah sekam padi, pengolahan ini juga dapat menjadi alternatif untuk mengurangi praktik pembakaran terbuka limbah pertanian yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara dan emisi gas rumah kaca.

Hasil dari kegiatan ini adalah terealisasinya briket berbahan dasar sekam padi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif bagi masyarakat. Produk yang dihasilkan sekaligus menjadi media edukasi yang menunjukkan bahwa pengelolaan limbah pertanian dapat dilakukan secara sederhana dengan hasil yang memiliki manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Aka-Akae diharapkan semakin memahami potensi sekam padi sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali, meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan limbah pertanian, serta terdorong untuk menerapkan berbagai inovasi sederhana yang mendukung pelestarian lingkungan. Program ini menjadi salah satu kontribusi mahasiswa KKNT Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin dalam mendorong terwujudnya desa yang lebih bersih, produktif, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal.