Penyediaan sarana kebersihan di titik-titik rawan pembuangan sampah diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim berbasis pengelolaan lingkungan.
PELAKITA.ID — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu berupa pembuatan dan penempatan tempat sampah di sejumlah titik rawan pembuangan sampah sembarangan di Desa Aka-Akae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Program yang berlangsung pada 26 Juli hingga 10 Agustus 2026 ini dilaksanakan oleh Andi Muh. Zulgafar sebagai mahasiswa KKNT di bawah pendampingan Dosen Pengampu Kegiatan, Ira Taskirawati, S.Hut., M.Si., Ph.D. Sasaran utama kegiatan adalah masyarakat Desa Aka-Akae yang selama ini masih menghadapi persoalan pembuangan sampah pada lokasi-lokasi tertentu yang tidak semestinya.
Kegiatan ini bertujuan menyediakan fasilitas tempat sampah pada beberapa titik yang kerap digunakan sebagai lokasi pembuangan sampah sembarangan. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah sederhana dalam mengurangi pencemaran lingkungan yang dapat berdampak pada kualitas kesehatan dan kenyamanan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, pembuatan tempat sampah memanfaatkan bambu sebagai bahan utama. Pemilihan bambu dilakukan karena mudah diperoleh di lingkungan sekitar, ramah lingkungan, serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi sebagai bahan konstruksi sederhana.
Tahapan kegiatan meliputi pengambilan dan pemilihan bambu yang layak digunakan, pembuatan rangka, proses perakitan, penyempurnaan bentuk, hingga tahap akhir berupa pengecatan agar tempat sampah lebih menarik dan tahan digunakan dalam jangka waktu tertentu.
Pemanfaatan bambu sebagai bahan utama juga menjadi bentuk penggunaan sumber daya lokal secara produktif. Selain mengurangi ketergantungan pada material pabrikan, penggunaan bambu menunjukkan bahwa sarana kebersihan yang fungsional dapat dibuat dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar masyarakat.
Setelah selesai dibuat, tempat-tempat sampah tersebut ditempatkan pada sejumlah titik yang selama ini dikenal sebagai lokasi rawan pembuangan sampah sembarangan. Penempatan fasilitas ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam membuang sampah dengan benar serta mengurangi kebiasaan membuang sampah di area terbuka yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.
Hasil dari kegiatan ini adalah terealisasinya sejumlah tempat sampah berbahan dasar bambu yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung kebersihan di Desa Aka-Akae. Program ini tidak hanya menambah fasilitas kebersihan bagi masyarakat, tetapi juga mendorong pemanfaatan bahan lokal serta memperkuat budaya hidup bersih dan peduli lingkungan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Aka-Akae diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terbiasa membuang sampah pada tempatnya, serta turut menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan. Dengan dukungan dan partisipasi masyarakat, inisiatif sederhana ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.









