Mahasiswa KKN-T Unhas Edukasi Warga Desa Aka-Akae Kelola Sampah Organik Menjadi Pupuk Cair Ramah Lingkungan

  • Whatsapp
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin, Ita, melaksanakan Program Kerja Individu bertajuk “Pembuatan Pupuk Organik Cair Berbasis Limbah Rumah Tangga dengan Aktivator EM4 sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Berkelanjutan” pada 20 Juli hingga 12 Agustus 2026.

PELAKITA.ID – Desa Aka-Akae, Sidrap – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin, Ita, melaksanakan Program Kerja Individu bertajuk “Pembuatan Pupuk Organik Cair Berbasis Limbah Rumah Tangga dengan Aktivator EM4 sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Berkelanjutan” pada 20 Juli hingga 12 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Aka-Akae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang ini dilaksanakan di bawah pendampingan Dosen Pengampu Kegiatan, Ira Taskirawati, S.Hut., M.Si., Ph.D.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah organik rumah tangga yang selama ini kerap dibuang begitu saja dan menimbulkan bau tidak sedap di lingkungan sekitar. Melalui kegiatan ini, masyarakat didorong untuk mulai memilah sampah organik sejak dari dapur serta memanfaatkannya menjadi produk yang bernilai guna bagi pertanian rumah tangga.

Dalam pelaksanaannya, limbah organik berupa sisa sayuran dan kulit buah dikumpulkan sebagai bahan utama pembuatan pupuk organik cair (POC).

Bahan-bahan tersebut kemudian difermentasi menggunakan aktivator EM4 (Effective Microorganisms 4) dan air cucian beras untuk menghasilkan pupuk alami yang kaya nutrisi bagi tanaman.

Proses pembuatannya meliputi pengumpulan dan pencincangan bahan organik, pembuatan larutan pengaktif bakteri dari campuran EM4 dan gula, pencampuran seluruh bahan ke dalam wadah fermentasi kedap udara, perawatan rutin melalui pembuangan gas hasil fermentasi, hingga tahap penyaringan dan pengemasan produk.

Pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai bahan baku POC menjadi salah satu solusi sederhana namun efektif dalam mengurangi volume sampah domestik.

Selain mengoptimalkan bahan-bahan yang tersedia secara gratis di lingkungan sekitar, kegiatan ini juga menghasilkan produk pupuk yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung budidaya tanaman di pekarangan rumah.

Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan program, Ita juga menyusun buku saku panduan praktis pembuatan pupuk organik cair yang kemudian dibagikan kepada warga bersamaan dengan kegiatan sosialisasi dan distribusi hasil panen POC gelombang pertama. Kehadiran buku saku tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memahami setiap tahapan pembuatan pupuk sehingga mampu mempraktikkannya kembali secara mandiri tanpa kesulitan.

Melalui edukasi dan pemberian contoh produk nyata, masyarakat diharapkan semakin termotivasi untuk mengelola limbah organik rumah tangga secara produktif. Pemanfaatan pupuk organik buatan sendiri juga dapat mendukung upaya pengurangan ketergantungan terhadap pupuk kimia sekaligus menekan biaya produksi bagi warga yang memiliki tanaman pekarangan maupun kebun skala rumah tangga.

Hasil dari program kerja ini adalah terealisasinya produk Pupuk Organik Cair (POC) siap pakai serta tersedianya media edukasi berupa buku saku yang dapat dimanfaatkan sebagai referensi masyarakat dalam mengolah sampah organik.

Selain memberikan manfaat lingkungan melalui pengurangan bau limbah domestik secara higienis, program ini juga berkontribusi pada penghematan pengeluaran rumah tangga dan mendukung penerapan pola hidup ramah lingkungan berbasis pengelolaan sampah mandiri.

Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Aka-Akae diharapkan semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan, terbiasa memilah dan mengolah sampah organik sejak dari rumah, serta mampu memanfaatkan pupuk alami yang dihasilkan secara berkelanjutan. Langkah sederhana tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, subur, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.