KKNT Perubahan Iklim 116 Universitas Hasanuddin Sulap Pipa Bekas Menjadi Biopori untuk Tingkatkan Resapan Air dan Kesuburan Tanah

  • Whatsapp
Kegiatan yang berlangsung pada 25–27 Juli 2026 ini mengusung tema “Pemanfaatan Pipa Bekas Menjadi Biopori sebagai Upaya Meningkatkan Resapan Air dan Kesuburan Tanah”. Program tersebut dilaksanakan oleh Riski Candra Thalib sebagai mahasiswa KKNT di bawah pendampingan Dosen Pengampu Kegiatan, Ira Taskirawati, S.Hut., M.Si., Ph.D.

Penyajian informasi secara visual diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam memahami dan menerapkan upaya menjaga kesuburan tanah serta pengelolaan lingkungan di Desa Aka-Akae.

PELAKITA.ID — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu berupa pemanfaatan pipa bekas menjadi biopori sebagai upaya meningkatkan resapan air dan kesuburan tanah di Desa Aka-Akae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Kegiatan yang berlangsung pada 25–27 Juli 2026 ini mengusung tema “Pemanfaatan Pipa Bekas Menjadi Biopori sebagai Upaya Meningkatkan Resapan Air dan Kesuburan Tanah”. Program tersebut dilaksanakan oleh Riski Candra Thalib sebagai mahasiswa KKNT di bawah pendampingan Dosen Pengampu Kegiatan, Ira Taskirawati, S.Hut., M.Si., Ph.D.

Program ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat biopori sebagai lubang resapan air sekaligus sarana pengolahan sampah organik.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membuat serta memanfaatkan biopori sebagai solusi sederhana untuk mengurangi genangan air dan mendukung pengelolaan limbah organik di lingkungan sekitar.

Dalam pelaksanaannya, pembuatan biopori dilakukan dengan memanfaatkan pipa bekas sebagai bahan utama. Tahapan kegiatan meliputi pengadaan pipa, pemotongan sesuai ukuran yang dibutuhkan, serta pembuatan lubang-lubang pada badan pipa untuk mendukung fungsi resapan air dan dekomposisi bahan organik.

Pemanfaatan pipa bekas ini menjadi bentuk nyata penerapan prinsip reuse atau penggunaan kembali material yang masih layak pakai sehingga dapat mengurangi limbah sekaligus menghasilkan sarana pengelolaan lingkungan yang bermanfaat.

Biopori yang dihasilkan memiliki berbagai fungsi, antara lain meningkatkan daya serap air ke dalam tanah, membantu pengelolaan air hujan, serta menjadi media pengolahan sampah organik rumah tangga. Melalui teknologi sederhana ini, air hujan dapat lebih cepat meresap ke dalam tanah sehingga berpotensi mengurangi genangan di lingkungan sekitar.

Selain itu, sampah organik yang dimasukkan ke dalam biopori dapat terurai secara alami dan menghasilkan unsur hara yang bermanfaat bagi kesuburan tanah.

Hasil dari kegiatan ini adalah terealisasinya sejumlah biopori berbahan pipa bekas yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai alternatif teknologi sederhana dalam pengelolaan lingkungan. Program ini juga memberikan manfaat berupa peningkatan pemanfaatan kembali material bekas, dukungan terhadap konservasi air tanah, pengurangan risiko genangan air, serta penguatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Aka-Akae diharapkan semakin memahami manfaat biopori, mampu mengubah barang bekas menjadi sarana yang bernilai guna, serta menerapkan praktik pengelolaan air dan lingkungan yang lebih ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Inisiatif sederhana ini menjadi salah satu kontribusi nyata mahasiswa KKNT Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin dalam mendorong terwujudnya desa yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.