Kami memberikan apresiasi atas kepemimpinan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto yang berhasil mengintegrasikan strategi penindakan dan pencegahan secara seimbang. Langkah ini sejalan dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Dr (c). Muhammad Burhanuddin, S.H, M.H, ketum DPP GAN dan Kordinator Fornas 08
PELAKITA.ID – JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garuda Astacita Nusantara (GAN) bersama Forum Nasional Fornas 08 Pendukung Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Badan Narkotika Nasional (BNN) di bawah kepemimpinan Kepala BNN, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto.
Penilaian tersebut disampaikan Ketua Umum DPP Garuda Astacita Nusantara yang juga Koordinator Forum Nasional 08 Pendukung Prabowo Subianto, Muhammad Burhanuddin, menyusul berbagai capaian strategis BNN dalam pemberantasan narkotika serta penguatan upaya pencegahan di seluruh Indonesia.
Menurut Burhanuddin, kepemimpinan Komjen Pol. Suyudi menunjukkan bahwa perang melawan narkotika tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga harus dibangun melalui pendekatan pencegahan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga kerja sama internasional.
“Kami memberikan apresiasi atas kepemimpinan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto yang berhasil mengintegrasikan strategi penindakan dan pencegahan secara seimbang. Langkah ini sejalan dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Burhanuddin.
Ia menilai capaian BNN selama periode Oktober 2024 hingga Juli 2026 menunjukkan keseriusan negara dalam menghadapi ancaman narkotika yang semakin kompleks.
Berdasarkan data BNN, lembaga tersebut berhasil menyita 12,3 ton barang bukti narkotika, membongkar gudang penyimpanan narkotika seberat 3,37 ton yang berasal dari Thailand di Gresik, menangkap 1.259 tersangka melalui operasi di kawasan rawan narkoba pada 34 provinsi, serta menyita aset tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai lebih dari Rp165 miliar.
Burhanuddin juga menyoroti keberhasilan BNN dalam menyelamatkan sekitar 48,3 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika melalui kombinasi strategi penegakan hukum dan program pencegahan yang masif.
“Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik, tetapi menggambarkan jutaan generasi muda Indonesia yang terselamatkan dari ancaman narkotika. Ini merupakan investasi besar bagi masa depan bangsa,” katanya.
Penguatan Pencegahan Jadi Kunci
Selain keberhasilan dalam aspek penindakan, Burhanuddin mengapresiasi pendekatan preventif yang terus diperkuat BNN melalui Gerakan ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba).
Program tersebut mengusung tiga strategi utama, yakni Program Ketahanan Keluarga, Sekolah dan Kampus Bersih Narkoba, serta Program Desa/Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba).
Pada Program Ketahanan Keluarga, BNN bekerja sama dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) dalam menyusun modul Family United, bahkan Indonesia menjadi salah satu negara percontohan di kawasan ASEAN dalam implementasi program tersebut.
Di sektor pendidikan, BNN mendorong integrasi pendidikan anti narkoba ke dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler di berbagai jenjang pendidikan.
Edukasi juga diperkuat melalui media pembelajaran yang ramah anak, termasuk komik edukasi dan bahan literasi yang disesuaikan dengan kelompok usia.
Sementara melalui Program Desa/Kelurahan Bersinar, BNN mengajak pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan membangun lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan narkotika.
“Pendekatan kolaboratif seperti ini sangat penting. Pencegahan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah daerah secara bersama-sama,” kata Burhanuddin.

Perkuat Kerja Sama Internasional
DPP GAN juga mengapresiasi langkah BNN dalam memperluas jejaring kerja sama internasional. Salah satunya melalui penandatanganan kesepakatan strategis dengan Kementerian Dalam Negeri Rusia untuk memperkuat penanganan jaringan narkotika lintas negara.
Selain itu, BNN terus meningkatkan edukasi publik terkait munculnya berbagai modus baru peredaran narkotika, termasuk penyalahgunaan narkotika cair melalui rokok elektronik (vape).
Menurut Burhanuddin, dinamika kejahatan narkotika yang semakin transnasional menuntut Indonesia membangun kerja sama yang lebih luas dengan berbagai negara agar jaringan internasional dapat diputus secara efektif.
Dukung Indonesia Emas 2045
Burhanuddin menegaskan, DPP Garuda Astacita Nusantara bersama Forum Nasional Satgas 08 Pendukung Prabowo Subianto akan terus mendukung berbagai langkah pemerintah dalam memperkuat pemberantasan narkotika sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional.
“Komjen Pol. Suyudi telah menunjukkan kepemimpinan yang kuat melalui kombinasi penindakan, pencegahan, edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan kerja sama internasional. Kami berharap kinerja positif ini terus dipertahankan agar Indonesia memiliki generasi yang sehat, produktif, dan terbebas dari ancaman narkotika menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Burhanuddin.
___
Editor K. Azis









