PELAKITA.ID – Tana Toraja – Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Aula Kecamatan Sangalla Utara, Kabupaten Tana Toraja, Jumat, 25 September 2026.
Kegiatan ini mengangkat topik “Pemberdayaan Kader Posyandu melalui Pelatihan Komunikasi Antarpribadi dalam Upaya Meningkatkan Kepatuhan Mengonsumsi MMS pada Ibu Hamil di Kabupaten Tana Toraja.”
Kegiatan tersebut diikuti oleh kader Posyandu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas kader dalam melakukan pendampingan kepada ibu hamil, khususnya dalam menyampaikan informasi mengenai pentingnya konsumsi Multiple Micronutrient Supplements (MMS) atau suplemen multi mikronutrien selama masa kehamilan.
Tim pengabdian masyarakat Departemen Ilmu Gizi FKM Unhas yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Sabaria Manti Battung, S.KM., M.Kes., M.Sc., Ph.D., Rahayu Indriasari, SKM., MPHCN., Ph.D., Dr. Nurzakiah Hasan, SKM., M.KM., Dietisien, Safrullah Amir, S.Gz., MPH, dan Dr. Hasan Basri, S.KM.
Pelaksanaan kegiatan turut didukung oleh Kepala UPT Puskesmas Batu, Yohana Pasomba, S.Kep., Ns., yang membantu mengoordinasikan kehadiran peserta dari wilayah Kecamatan Sangalla.
Dukungan tersebut memungkinkan sebanyak 75 kader Posyandu se-Kecamatan Sangalla hadir dan mengikuti rangkaian pelatihan. Keterlibatan Puskesmas Batu menjadi bagian penting dalam mempertemukan tim pengabdian dengan kader sebagai pelaksana layanan kesehatan berbasis masyarakat di tingkat lokal.
Pelatihan tidak hanya berfokus pada pemberian informasi mengenai MMS, tetapi juga pada penguatan keterampilan komunikasi antarpribadi kader.
Melalui keterampilan tersebut, kader diharapkan dapat menyampaikan pesan kesehatan dengan bahasa yang sederhana, membangun komunikasi yang lebih nyaman dengan ibu hamil, serta memahami berbagai kendala yang mungkin dihadapi dalam mengonsumsi suplemen secara teratur.
Kader Posyandu memiliki peran yang cukup dekat dengan masyarakat sehingga komunikasi yang baik menjadi salah satu bagian penting dalam proses edukasi kesehatan. Pendekatan yang lebih personal dan komunikatif diharapkan dapat membantu ibu hamil memahami manfaat MMS sekaligus mendorong kepatuhan dalam mengonsumsinya sesuai anjuran.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja, Polina Ranteallo, S.Kep., Ners. Ia menyambut baik kegiatan pelatihan yang diberikan kepada para kader Posyandu.
“Pelatihan seperti ini sangat baik untuk menambah pengetahuan sekaligus keterampilan kader dalam berkomunikasi dengan ibu hamil. Kami berharap materi yang diperoleh dapat digunakan dalam kegiatan pendampingan di Posyandu dan membantu ibu hamil memperoleh informasi yang lebih mudah dipahami,” ujar Polina.
Menurutnya, kader memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan kesehatan di masyarakat karena berinteraksi secara langsung dengan keluarga di wilayah masing-masing. Dengan kemampuan komunikasi yang semakin baik, kader diharapkan dapat memberikan edukasi dan pendampingan secara lebih efektif.
Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Sangalla Utara, Megawati Londang Allo, S.H., M.M. Ia menilai materi komunikasi antarpribadi relevan dengan keseharian kader yang banyak berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Kader cukup dekat dengan ibu-ibu dan keluarga di lingkungan masing-masing. Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap kader semakin mudah menyampaikan informasi kesehatan dengan cara yang sederhana dan nyaman sehingga masyarakat juga lebih terbuka untuk menerima informasi tersebut,” ungkap Megawati.
Ia juga berharap pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat diterapkan oleh kader dalam mendampingi ibu hamil di wilayah masing-masing, khususnya dalam memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan zat gizi selama kehamilan.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Departemen Ilmu Gizi FKM Unhas berupaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, Puskesmas, PKK, dan kader Posyandu dalam mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak.
Penguatan keterampilan komunikasi menjadi salah satu pendekatan yang diharapkan dapat membantu penyampaian pesan kesehatan secara lebih efektif dan sesuai dengan kondisi masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam menghadirkan pengetahuan dan keilmuan di bidang gizi agar dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, kader Posyandu diharapkan semakin percaya diri dalam menjalankan perannya sebagai penghubung antara tenaga kesehatan dan masyarakat, termasuk dalam mendukung kepatuhan ibu hamil mengonsumsi MMS selama masa kehamilan.
Pelaksanaan kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3: Good Health and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya peningkatan kesehatan dan gizi ibu selama masa kehamilan.
Kegiatan ini juga berkaitan dengan SDG 2: Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan edukasi terkait pemenuhan zat gizi mikro pada ibu hamil, serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, PKK, dan kader Posyandu dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.









