PELAKITA.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin Angkatan 69 Posko Desa Kulo melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan bertema “SMART ISPA: Sekolah Maju Anti Risiko ISPA” di UPT SD Negeri 8 Kulo, Desa Kulo, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada Sabtu (25/7/2026).
Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa dalam mencegah penularan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melalui edukasi interaktif, demonstrasi etika batuk, dan praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).
Kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin tersebut diikuti oleh siswa-siswi kelas III dan IV UPT SD Negeri 8 Kulo.
Program SMART ISPA diselenggarakan sebagai respons terhadap pentingnya upaya promotif dan preventif sejak usia sekolah dasar, mengingat anak-anak merupakan kelompok yang rentan mengalami ISPA serta berpotensi menjadi media penularan di lingkungan sekolah apabila tidak menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal siswa mengenai ISPA. Selanjutnya, peserta mengikuti penyampaian materi mengenai pengertian ISPA, penyebab dan cara penularannya, gejala yang perlu dikenali, serta langkah-langkah pencegahan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi etika batuk dan bersin yang benar, praktik enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), permainan edukatif, hingga post-test sebagai bentuk evaluasi untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti edukasi.
Materi disampaikan oleh Hanifah Almas Amiruddin selaku penanggung jawab sekaligus pemateri kegiatan. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan melibatkan siswa melalui diskusi, tanya jawab, demonstrasi, serta berbagai permainan edukatif sehingga suasana belajar menjadi lebih aktif dan menyenangkan.
Pendekatan tersebut dipilih agar materi kesehatan lebih mudah dipahami dan diingat oleh anak-anak sesuai karakteristik usia sekolah dasar.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa aktif menjawab pertanyaan, berani bertanya mengenai materi yang belum dipahami, serta bersemangat mengikuti setiap sesi permainan edukatif.
Di akhir kegiatan, siswa mampu menjawab kembali pertanyaan mengenai pengertian ISPA, cara penularan, etika batuk yang benar, serta langkah-langkah CTPS dengan baik. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa setelah mengikuti rangkaian edukasi yang diberikan.

Sebagai bentuk penguatan edukasi, mahasiswa KKN-PK Desa Kulo juga memasang poster edukasi ISPA di lingkungan sekolah agar dapat menjadi media pengingat bagi seluruh warga sekolah.
Selain itu, setiap siswa memperoleh poster edukatif yang dapat dibawa pulang sebagai bahan bacaan bersama keluarga sehingga pesan-pesan pencegahan ISPA dapat diterapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan rumah. Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan mengapresiasi upaya mahasiswa dalam memberikan edukasi kesehatan yang menarik, interaktif, dan mudah dipahami oleh siswa.
Program SMART ISPA merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan, khususnya pencegahan penyakit menular pada anak usia sekolah.
Melalui edukasi yang menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar, diharapkan peserta tidak hanya memahami cara mencegah ISPA, tetapi juga mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi agen perubahan yang mengajak keluarga dan teman-temannya untuk bersama-sama mencegah penularan ISPA di lingkungan sekolah maupun rumah.









