Kementerian ESDM Minta Unhas Kaji Potensi Energi Angin Sulsel

  • Whatsapp
Permintaan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM RI (Prof. Dr. Eng. Enita Listiani Dewi) saat melakukan kunjungan lapangan ke Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap, Sulawesi Selatan. Kunjungan ini didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha (Prof. Dr. Amir Ilyas, SH, MH), Direktur Pengelolaan Usaha dan Optimalisasi Aset (Dr. Ir. M. Yahya Siradjuddin), dan jajaran Unhas.

PELAKITA.ID – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI meminta Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan kajian berbasis data terhadap potensi energi angin di Sulawesi Selatan.

Kajian tersebut dinilai penting karena karakteristik angin di setiap wilayah berbeda dan berpotensi mendukung pengembangan energi terbarukan serta sistem kelistrikan daerah.

Permintaan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM RI (Prof. Dr. Eng. Enita Listiani Dewi) saat melakukan kunjungan lapangan ke Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap, Sulawesi Selatan. Kunjungan ini didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha (Prof. Dr. Amir Ilyas, SH, MH), Direktur Pengelolaan Usaha dan Optimalisasi Aset (Dr. Ir. M. Yahya Siradjuddin), dan jajaran Unhas.

Menurut Prof. Enita, Sulawesi Selatan memiliki potensi energi angin yang besar. Karakter angin di wilayah ini juga memiliki keunikan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem kelistrikan, terutama ketika produksi listrik tenaga air mengalami penurunan pada musim kering.

“Karena karakteristik angin di setiap wilayah berbeda, maka perlu kajian yang spesifik. Keterlibatan perguruan tinggi seperti Unhas penting untuk menghasilkan kajian berbasis data mengenai karakteristik energi terbarukan di masing-masing daerah,” ujar Prof. Enita.

Berdasarkan proyeksi pengembangan, kapasitas pembangkit listrik tenaga bayu di Indonesia berpotensi mencapai sekitar 1 gigawatt dalam 10 tahun ke depan.

“Saat ini baru 75 megawatt, salah satunya di lokasi ini. Saya dengar akan diekspansi menjadi tambahan 70 megawatt. Semoga bisa segera terealisasi,” kata Prof. Enita.

Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha Unhas, Prof. Dr. Amir Ilyas, mengatakan Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis sebagai salah satu wilayah dengan potensi energi hijau terbesar di Indonesia Timur. Unhas memandang potensi energi terbarukan di Sulawesi Selatan tidak hanya sebagai keunggulan geografis, tetapi juga sebagai laboratorium alam untuk mendorong inovasi sekaligus mempercepat transisi energi nasional.

“Sulawesi Selatan adalah lumbung energi hijau Indonesia Timur. Kita memiliki koridor angin terbaik di PLTB Jeneponto dan Sidrap, intensitas surya yang tinggi sepanjang tahun, serta potensi hidro yang masif,” kata Prof. Amir.

Riset Unhas diarahkan pada hilirisasi teknologi tepat guna. Beberapa di antaranya adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung berbasis Internet of Things (IoT), sistem penyimpanan energi baterai atau Battery Energy Storage System (BESS), serta pemanfaatan biomassa dari limbah pertanian lokal.

Direktur Pengelolaan Usaha dan Optimalisasi Aset Unhas, Dr. Ir. M. Yahya Siradjuddin, menambahkan bahwa Unhas berkomitmen memperkuat riset dan penyediaan data ilmiah untuk mendukung pengembangan energi terbarukan.

“Melalui Laboratorium Energi Terbarukan di Unhas serta kolaborasi riset dengan lembaga global, Unhas memposisikan diri sebagai think-tank utama,” ujarnya.

Ia mengatakan Unhas akan terus berperan dalam menyediakan data ilmiah, pemodelan kebijakan energi, serta studi kelayakan untuk mendukung pengembangan proyek-proyek strategis energi, khususnya di Kawasan Timur Indonesia.

Kunjungan ke PLTB Sidrap, Sulawesi Selatan merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi pemerintah dan perguruan tinggi dalam mengoptimalkan potensi energi terbarukan. Kegiatan kunjungan lapangan berlangsung pada Jum’at, 11 September 2026. (*/ams)