Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan, Jejak Sabang Merauke Circle hingga CIDES

  • Whatsapp
Syahganda Nainggolan (dok: Okezone)

PELAKITA.ID – JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI yang baru, Jumat (2/10/2026). Syahganda menggantikan Muhammad Qodari yang sebelumnya menduduki posisi tersebut.

Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, bersamaan dengan pengambilan sumpah 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Sebelum prosesi pelantikan dimulai, Syahganda sempat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media mengenai tugas barunya di Bakom.

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya peran media dan wartawan dalam kehidupan bernegara. Menurut Syahganda, pers memiliki posisi penting dalam menjaga komunikasi publik dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Wartawan tuh nyawanya negara ini,” ujar Syahganda kepada wartawan.

Aktivis, Akademisi, dan Pengamat Kebijakan

Syahganda Nainggolan lahir di Medan pada 27 November 1965. Berdasarkan profil yang dikutip dari buku Kebijakan Ketenagakerjaan dalam Perspektif Kesejahteraan yang diterbitkan Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI, Syahganda dikenal sebagai aktivis, politikus, sekaligus akademisi yang memiliki perhatian pada isu kesejahteraan sosial.

Ia pernah memimpin lembaga kajian kebijakan publik Sabang Merauke Circle (SMC). Di bidang akademik, Syahganda dipercaya mengajar sebagai dosen Sosiologi Politik pada Jurusan Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Kristen Indonesia (UKI).

Pengalamannya tidak hanya berada di lingkungan akademik dan lembaga kajian. Pada 1998–1999, Syahganda pernah dipercaya menjadi staf khusus Menteri Koperasi RI.

Beberapa tahun kemudian, ia menjabat Direktur Eksekutif Center for Information and Development Studies (CIDES) pada periode 2004–2009. CIDES adalah organisasi yang disebut terhubung dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia.  Syahganda berkawan dekat dengan Adi Sasono.

Syahganda juga memiliki pengalaman dalam organisasi profesional dan alumni. Ia tercatat pernah menjadi anggota Dewan Pakar Alumni Institut Teknologi Bandung untuk periode 2012–2015.

Di lingkungan gerakan pekerja, ia pernah terlibat sebagai anggota Dewan Syariah Serikat Buruh Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia. Pengalaman tersebut melengkapi rekam jejaknya dalam isu sosial, ketenagakerjaan, kebijakan publik, dan gerakan masyarakat.

Terlibat dalam Aktivitas Politik

Selain aktivitas akademik dan sosial, Syahganda juga memiliki pengalaman di ranah politik. Ia pernah menjadi salah satu penggerak Partai Daulat Rakyat (PDR).

Namanya juga dikenal melalui aktivitasnya di Sabang Merauke Circle. Ketika aktif di lembaga kajian tersebut, Syahganda beberapa kali menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah, termasuk terhadap pemerintahan pada periode kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dengan latar belakang sebagai aktivis, akademisi, pengamat kebijakan, serta pengalaman di berbagai organisasi, Syahganda kini memasuki peran baru sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI. Posisi tersebut menempatkannya pada salah satu simpul penting komunikasi antara pemerintah, media, dan masyarakat.