Unhas Dorong Diversifikasi Ikan Pindang, Kelompok Pengolah Desa Pataro Dilatih Kembangkan Produk Bernilai Tambah

  • Whatsapp
Dr Fahrul, S.Pi, M.Si

PELAKITA.ID — Potensi hasil perikanan yang melimpah di wilayah pesisir tidak akan memberikan nilai ekonomi optimal apabila hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah atau produk olahan yang terbatas.

Karena itu, peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan diversifikasi produk menjadi bagian penting dalam mendorong tumbuhnya usaha pengolahan perikanan berbasis masyarakat.

Demikian penjelasan Dr Fahrul, S.Pi, M.Si yang merupakan akademisi di FIKP Unhas terkait kegiatan pengabdian masyarakat yang dipamerkannya di Expo PPMU di Gedung Pinini, Kantor Bupati Bulukumba, 31 Agustus 2026.

Semangat tersebut, kata Fahrul, menjadi bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Program Kemitraan Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui program “Penyuluhan dan Pelatihan Diversifikasi Produk Ikan Pindang bagi Kelompok Masyarakat Pengolah Hasil Perikanan di Desa Pataro, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba.”

Kegiatan yang dilaksanakan pada 27–28 Juli 2026 ini memberikan penguatan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat pengolah hasil perikanan, khususnya dalam mengembangkan produk ikan pindang menjadi olahan yang memiliki nilai tambah.

Kegiatan tersebut telah disosialisasikan di expo yang dihadiri Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa dan Bupati Bulukumba, Andi Utta.

Menurut Fahrul, pengembangan produk hasil perikanan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengolah bahan baku, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu melihat potensi ikan sebagai komoditas ekonomi yang dapat dikembangkan melalui inovasi.

Ikan pindang yang selama ini dikenal sebagai salah satu produk olahan tradisional memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi beragam produk.

Dengan diversifikasi yang tepat, bahan baku perikanan tidak hanya memiliki nilai jual lebih tinggi, tetapi juga berpotensi membuka peluang usaha baru bagi kelompok masyarakat.

Dari Bahan Baku hingga Pengemasan

Dikatakan Dr Fahrul, pelatihan yang dilaksanakan di Desa Pataro mencakup sejumlah tahapan penting dalam proses pengembangan produk.

“Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pemilihan dan penyiapan bahan baku ikan pindang, penggunaan bahan tambahan, proses pencampuran, hingga tahap penumisan,” ucapnya.

Tidak hanya berhenti pada proses produksi, ujar Fahrul, peserta juga diperkenalkan pada pentingnya pengemasan produk.

Tahapan ini menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan karena kemasan tidak sekadar berfungsi sebagai pembungkus, tetapi juga menentukan daya tarik, keamanan, dan peluang pemasaran produk.

“Melalui pendekatan tersebut, kegiatan pengabdian tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga mendorong peserta untuk memahami proses pengolahan secara utuh, mulai dari bahan baku hingga produk siap dipasarkan,” jelasnya.

Diversifikasi produk ikan menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan nilai ekonomi sumber daya perikanan. Produk yang hanya dijual dalam bentuk sederhana memiliki ruang pengembangan ekonomi yang terbatas. Sebaliknya, melalui inovasi pengolahan, satu jenis bahan baku dapat menghasilkan berbagai bentuk produk dengan nilai jual yang lebih baik.

Bagi masyarakat pengolah hasil perikanan di wilayah pesisir seperti Desa Pataro, pendekatan ini menjadi relevan karena kegiatan pengolahan dapat dikembangkan menjadi sumber penghidupan yang lebih berkelanjutan. Peningkatan nilai tambah di tingkat lokal juga berarti peluang ekonomi dapat lebih banyak tinggal dan berputar di masyarakat.

Program seperti ini sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan sektor perikanan tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi.

Inovasi, keterampilan pengolahan, kualitas produk, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar juga menjadi bagian penting dalam membangun ekonomi perikanan masyarakat.

Membuka Peluang Usaha Berbasis Potensi Lokal

Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan Unhas di Desa Pataro diharapkan menjadi awal bagi berkembangnya kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan potensi perikanan yang tersedia di sekitarnya.

Dengan keterampilan yang semakin baik, kelompok pengolah dapat mengembangkan variasi produk sesuai dengan kebutuhan konsumen dan karakteristik pasar. Ke depan, produk olahan hasil perikanan tidak hanya berpotensi dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga dapat dikembangkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

“Penyuluhan dan Pelatihan Diversifikasi Produk Ikan Pindang bagi Kelompok Masyarakat Pengolah Hasil Perikanan” bukan hanya tentang menghasilkan satu produk baru. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun cara pandang baru bahwa sumber daya perikanan dapat menjadi fondasi bagi tumbuhnya kreativitas, usaha, dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Melalui penguatan kapasitas masyarakat, inovasi pengolahan, serta pendampingan yang berkelanjutan, potensi ikan yang sebelumnya memiliki nilai terbatas dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih beragam dan bernilai tambah.

Dari dapur-dapur pengolahan masyarakat, peluang untuk membangun ekonomi lokal yang lebih kuat pun mulai dibuka.

Redaksi