PELAKITA.ID – Malakaji, 31 Agustus 2026 Komunitas literasi Pintu Literasi Indonesia dan Duta Baca Kecamatan Tompobulu melaksanakan kegiatan rutin yakni sedekah duafa yang bulan lalu ini digelar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Nur Rahma Malakaji Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, Senin (31/8/2026).
Kunjungan para pengurus komunitas yang dimana di dalamnya juga termasuk duta baca disambut hangat oleh para guru SLB dan kepala sekolah terutama adik-adik peserta didik di sekolah luar biasa.
Rahmawati, S. S. Pd selaku kepala sekolah SLBS Nur Rahma Malakaji mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pengurus komunitas Pintu Literasi Indonesia yang terletak di Kecamatan Tompobulu Desa Tanete atas perhatian dan apresiasinya kepada siswa/i SLBS Nur Rahma Malakaji.
“Besar harapan kami keluarga besar SLBS NUR RAHMA MALAKAJI agar kedepannya siswa/i kami bisa berkunjung ke perpustakaan Literasi Kecamatan Tompobulu untuk berbagi ilmu dan berbagi pengalaman”.
Selain itu, beliau juga meminta dukungan penuh untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus agar mereka bisa mendapatkan keterampilan khusus sesuai kebutuhan untuk bekal di masa depan agar bisa berbaur dengan masyarakat.
Sementara itu, Natasya Putri selaku Duta Baca Kecamatan Tompobulu juga bersyukur dan sangat senang bertemu dengan siswa/i sekolah luar biasa di kampung kelahirannya.
“Saya sangat bersyukur bertemu dengan adik-adik di tengah menikmati masa libur kuliah kami masih bisa melaksanakan kegiatan rutin kami di komunitas sebagai dampak dan gerakan kami dalam mewujudkan empati dan visi misi kami di komunitas dan dunia pendidikan”, ujar Natasya.
Apa yang diungkapkan oleh salah seorang Duta Baca juga diungkapkan oleh Duta Baca sekaligus seorang mahasiswi di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Siti Hardianti yang menyatakan bahwa aktivitas seperti ini yang sangat dibutuhkan oleh seorang mahasiswi selain belajar dia juga bisa mengajar dan mengaplikasikan ilmu yang telah ia dapatkan di bangku pendidikan.
“Aksi dan gerakan nyata adalah literasi yang sebenarnya, setelah kita belajar dan bangku pendidikan kita harus mengaplikasikan dalam kegiatan seperti ini,” jelas Hardianti.
Hal tersebut juga ditegaskan oleh Ramlah Rara selaku pendiri dari Komunitas Pintu Literasi Indonesia yang aktif bergerak berdampak dan menulis.
Ramlah adalah sekaligus Duta Baca Sulawesi Selatan 2023, tokoh muda literasi Sulawesi Selatan yang juga sebagai pendiri dari beberapa komunitas seperti Daeng Berdampak dan Duta Sastra Indonesia dan menjadi Pemuda Pelopor Desa Tahun 2025 pada bidang pendidikan, selalu menekankan bahwa bentuk aksi nyata harus dilakukan digaungkan dan itu dimulai dari hal-hal kecil tapi konsisten.
“Kami memulai gerakan ini sejak enam tahun lalu dan konsisten hingga hari ini, kami memang komunitas literasi tapi gerakan sosial kami wajib tetap jalan sebagai bentuk pengaplikasian gerakan literasi kami,” Ungkap Ramlah Rara.
Komunitas Pintu Literasi Indonesia bukan hanya sekadar komunitas literasi tetapi sebagai rumah untuk melihat dunia nyata, apa yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya tentang literasi semata tapi mereka juga membutuhkan gerakan sosial dari para pemuda.
Itulah sebabnya gerakan ini konsisten sejak awal dengan kegiatan sosial selain kegiatan literasi dan rumah baca sebagai aktivitas utamanya.
Penulis Ramlah









