PELAKITA.ID – Mewakili Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Ir Muhammad Arsyad, M.Si, Ph.D. menegaskan pameran hasil riset dan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan Ruang Pola Kantor Bupati Selayar, 1 September 2026 merupakan bagian dari proses untuk memastikan hasil penelitian dan pengabdian tidak berhenti sebagai kegiatan akademik.
Dikatakan Arsyad, yang juga Wakil Ketua Bidang Pengabdian kepada Masyarakat Unhas ini, secara bergiliran melaksanakan pameran dan ekspose hasil kegiatan di berbagai kabupaten dan kota.
“Sebelum Selayar, kegiatan serupa telah dilaksanakan di sejumlah daerah, termasuk Bulukumba, Sidenreng Rappang, Parepare, dan wilayah lainnya,” ungkapnya di depan Wakil Bupati H. Mukhtar dan sejumlah pejabat OPD Selayar dan pihak terkait.
Model tersebut memungkinkan perguruan tinggi membawa hasil kegiatan lebih dekat kepada masyarakat dan pemerintah daerah.
“Bagi kami, ini dilakukan secara bergiliran di berbagai kabupaten dan kota. Tahun ini kami hadir di Selayar untuk melihat langsung, mempresentasikan, dan mempertemukan hasil kegiatan dengan kebutuhan masyarakat,” kata guru besar Pertanian Unhas yang bicara mewakil Rektor Unhas itu.
Sebagian produk dan inovasi yang dikembangkan tim Unhas ditampilkan secara langsung dalam pameran. Namun, tidak seluruh hasil kegiatan dapat dibawa dari lokasi asal karena karakter produk dan keterbatasan transportasi menuju Selayar.
Karena itu, selain produk yang ditampilkan, berbagai inovasi lainnya juga diperkenalkan melalui banner dan dokumentasi.
Dari Produk Riset ke Hilirisasi
Prof. Arsyad menjelaskan bahwa salah satu tujuan penting riset dan pengabdian adalah memastikan pengetahuan dan inovasi yang dihasilkan kampus dapat memberikan manfaat nyata.
Universitas Hasanuddin kini juga memiliki perhatian khusus terhadap pengelolaan usaha dan hilirisasi produk termasuk di Selayar yang tahun ini menggelar pameran sebanyak 42 hasil riset dan program pengabdian masyarakat dari berbagi bidang atau sektor penghidupan.
Jika Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki produk-produk unggulan yang potensial, baik dari sisi kualitas maupun kapasitas produksi, Unhas menyatakan kesiapan untuk membantu proses pengembangannya.
Peran perguruan tinggi dapat dilakukan mulai dari peningkatan kualitas produk, penguatan teknologi, inovasi pengolahan, pendampingan, hingga membantu memperluas peluang pemanfaatan produk.
“Jika Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki produk yang dapat diandalkan dan memenuhi kualitas serta kuantitas yang dibutuhkan, Unhas dengan senang hati siap membantu, khususnya dalam proses pengembangan dan hilirisasi,” ujarnya.
Komitmen tersebut penting bagi Selayar yang memiliki beragam potensi, mulai dari sektor kelautan dan perikanan, perkebunan, pertanian, peternakan, hingga pariwisata.
Salah satu isu yang turut mendapat perhatian adalah pengembangan komoditas perkebunan, termasuk potensi tanaman kelapa dan produk turunannya.
Riset Harus Menjangkau Kebutuhan Daerah
Menurut Prof. Arsyad, kegiatan pengabdian Unhas di Selayar sebenarnya lebih luas daripada 42 kegiatan yang ditampilkan dalam pameran.
Selain program yang memperoleh pendanaan internal dan dilaksanakan secara khusus di bawah koordinasi LPPM, terdapat pula kegiatan yang didukung melalui kerja sama dengan kementerian dan berbagai lembaga.
Beberapa kegiatan tersebut mengambil lokasi di Selayar karena relevan dengan karakter dan kebutuhan wilayah.
Hal tersebut memperlihatkan bahwa Selayar memiliki peluang besar untuk menjadi lokasi kolaborasi riset dan pengabdian lintas sektor.
Karena itu, pemerintah daerah diharapkan terus menyampaikan kebutuhan dan agenda prioritas pembangunan kepada Unhas.
“Kami menunggu informasi dan kebutuhan dari pemerintah daerah. Jika ada hal-hal yang perlu dikolaborasikan, kami akan meneruskannya kepada bagian atau kelompok yang memiliki kompetensi khusus,” jelasnya.
Tujuannya adalah agar hasil kegiatan tidak hanya menjadi laporan akademik, tetapi benar-benar memberikan dampak sosial, ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan bagi masyarakat.
___
Editor Denun









