Akselerasi Potensi Cendekia: MKPD CIDES ICMI Sulsel Dorong Gagasan Menjadi Aksi untuk Makassar

  • Whatsapp
Ilustrasi kegiatan

PELAKITA.ID – Kota yang maju tidak hanya membutuhkan infrastruktur, A.ID investasi dan teknologi. Ia juga membutuhkan gagasan, keberanian membaca perubahan, serta orang-orang yang bersedia mengubah pengetahuan menjadi kerja nyata.

Semangat itulah yang akan dibawa Musyawarah Kerja Pelaksana Daerah (MKPD) CIDES ICMI Orwil Sulawesi Selatan melalui Diskusi Publik dan Rapat Kerja yang akan digelar Sabtu, 29 Agustus 2026, di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar.

Mengangkat tema “Dari Visi ke Aksi: Mengakselerasi Potensi Cendekia untuk Makassar yang Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan,” forum ini tidak sekadar menjadi ruang bertukar pandangan.

“Lebih dari itu, agenda tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mempertemukan kecendekiaan, kebijakan dan kebutuhan nyata warga kota,” kata Ady Suryadi Culla terkait misi kegiatan.

Dikatakan dosen Fisip Unhas tersebut, di tengah Makassar yang terus tumbuh, persoalan perkotaan juga semakin kompleks.

“Mobilitas penduduk meningkat, tekanan lingkungan bertambah, kebutuhan pelayanan publik semakin beragam, sementara kesenjangan sosial dan tuntutan terhadap tata kelola pemerintahan terus berkembang. Situasi semacam itu membutuhkan lebih dari sekadar respons administratif. Kota membutuhkan gagasan yang mampu membaca persoalan secara utuh dan menawarkan jalan keluar yang dapat dikerjakan,” jelasnya.

“CIDES ICMI Sulsel ingin mengambil peran,” ucapnya lagi.

Forum tersebut akan mempertemukan unsur pemerintah daerah, pimpinan ICMI, akademisi dan para cendekiawan untuk membicarakan bagaimana kekuatan intelektual dapat menjadi bagian dari proses pembangunan kota.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, S.H. dijadwalkan hadir bersama Ketua ICMI Orwil Sulsel Prof. Dr. Arismunandar, M.Pd., Sekretaris ICMI Orwil Sulsel Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., Ketua CIDES ICMI Sulsel Dr. Adi Suryadi Culla, M.A., serta Sekretaris CIDES ICMI Sulsel Dr. Andi Luhur Prianto, S.IP., M.Si.

Kehadiran mereka memperlihatkan satu pesan penting: pembangunan kota membutuhkan dialog yang sehat antara pemerintah dan dunia kecendekiaan.

Dari Gagasan ke Kebijakan

Andi Luhur Prianto, Sekretaris CIDES ICMI menambahkan, kecendekiaan akan kehilangan sebagian maknanya jika berhenti di ruang seminar, buku atau diskusi.

“Pengetahuan menjadi jauh lebih berarti ketika mampu membantu pemerintah memahami persoalan dan pada saat yang sama memberi masyarakat jalan keluar yang lebih baik. Karena itu, diskusi publik ini diarahkan untuk mempertemukan gagasan berbasis riset dengan agenda pembangunan Makassar,” sebut akademisi dan peniliti pembangunan sosial Unismuh Makassar itu.

Luhur menegaskan, CIDES ICMI Sulsel ingin mendorong agar kekuatan akademik dan intelektual tidak berjalan di jalurnya sendiri, sementara pemerintah berjalan dengan agenda kebijakannya sendiri. Keduanya perlu bertemu dalam ruang dialog yang terbuka dan produktif.

“Dari pertemuan itulah diharapkan lahir rekomendasi yang bukan hanya ideal secara akademik, tetapi juga realistis, responsif dan dapat diterapkan,” tambahnya.

Makassar membutuhkan gagasan yang membumi—gagasan yang mampu menjawab bagaimana kota menjadi lebih unggul tanpa meninggalkan kelompok yang rentan, bagaimana pertumbuhan ekonomi berjalan bersama perlindungan lingkungan, serta bagaimana keamanan dan kenyamanan warga menjadi bagian dari ukuran keberhasilan pembangunan.

Karena itu, kata Luhur, tema “Dari Visi ke Aksi” menjadi penting. Visi memberi arah, tetapi aksi menentukan apakah visi tersebut benar-benar memberi perubahan.

Makassar memiliki banyak perguruan tinggi, peneliti, profesional, aktivis, komunitas dan tokoh masyarakat dengan kapasitas pengetahuan yang besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat diorkestrasi menjadi energi bersama untuk kota.

CIDES ICMI Sulsel berupaya membuka ruang ke arah itu.

Rapat Kerja untuk Menentukan Langkah

Setelah diskusi publik, agenda dilanjutkan dengan rapat kerja MKPD CIDES ICMI Sulsel. Bagian ini menjadi momentum untuk menerjemahkan gagasan ke dalam agenda organisasi yang lebih konkret.

Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti pada pertukaran ide, tetapi bergerak menuju penentuan prioritas, program dan bentuk kontribusi yang dapat dilakukan CIDES ICMI Sulsel.

Harapannya sederhana tetapi penting: semakin banyak pengetahuan yang bisa dikonversi menjadi tindakan, semakin besar pula manfaat kecendekiaan bagi masyarakat.

Forum yang berlangsung pukul 08.30–15.00 WITA tersebut diharapkan menjadi ruang temu yang produktif antara gagasan dan kekuasaan kebijakan, antara universitas dan pemerintah, serta antara visi pembangunan dan kebutuhan warga.

CIDES ICMI ingin menegaskan, bahwa kota tidak dibangun hanya oleh mereka yang memiliki kewenangan. Kota juga dibangun oleh mereka yang memiliki kepedulian, pengetahuan dan keberanian untuk menawarkan jalan yang lebih baik.

Makassar membutuhkan semuanya. Pemerintah membutuhkan gagasan. Masyarakat membutuhkan solusi. Dan para cendekia memiliki kesempatan untuk menjembatani keduanya. Dari visi, menuju aksi. Dari gagasan, menjadi perubahan.

___
Editor Denun