Muhammad Burhanuddin: Saatnya Mahasiswa dan Rakyat Mengawal Kedaulatan Ekonomi Indonesia

  • Whatsapp
Muhammad Burhanuddin (dok: Istimewa)

Sikap kritis mahasiswa harus diarahkan pada upaya membangun bangsa, bukan sekadar memperkuat polarisasi politik. kritik yang konstruktif merupakan bagian penting dari demokrasi yang sehat. Mahasiswa dapat berperan sebagai penjaga nilai-nilai keadilan sosial, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya nasional.

PELAKITA.ID – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garuda Astacita Nusantara, Muhammad Burhanuddin, menaruh harapan besar terhadap lahirnya gerakan kebangsaan yang mampu memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia melalui kolaborasi antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat sipil.

Menurutnya, berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi bangsa saat ini, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam dan distribusi manfaat ekonomi, membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa untuk memastikan bahwa kekayaan Indonesia benar-benar dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.

Burhanuddin menilai bahwa semangat perlawanan terhadap praktik-praktik ekonomi yang merugikan kepentingan publik harus dipahami sebagai upaya memperkuat tata kelola negara yang berkeadilan.

Dalam pandangannya, sektor-sektor strategis seperti pertambangan, energi, dan perkebunan memiliki peran penting dalam menopang pembangunan nasional sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

“Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat besar. Tantangannya bukan pada ketersediaan sumber daya tersebut, melainkan bagaimana memastikan pengelolaannya memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat. Karena itu, penguatan tata kelola, pengawasan publik, dan keberanian melakukan perbaikan menjadi sangat penting,” ujar Burhanuddin.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam proses tersebut.

Sejarah Indonesia menunjukkan bahwa mahasiswa selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa, mulai dari perjuangan kemerdekaan, gerakan reformasi, hingga berbagai upaya penguatan demokrasi dan pengawasan kebijakan publik.

Karena itu, ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi juga menjadi mitra kritis yang mampu memberikan gagasan, masukan, dan pengawasan terhadap berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah.

Burhanuddin menegaskan bahwa sikap kritis mahasiswa harus diarahkan pada upaya membangun bangsa, bukan sekadar memperkuat polarisasi politik.

Baginya, kritik yang konstruktif merupakan bagian penting dari demokrasi yang sehat. Mahasiswa dapat berperan sebagai penjaga nilai-nilai keadilan sosial, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya nasional.

Dalam konteks pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Burhanuddin berharap berbagai agenda pembangunan yang menekankan kedaulatan nasional, ketahanan ekonomi, dan kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan melalui kebijakan yang konkret dan berkelanjutan.

Ia menilai bahwa upaya memperbaiki tata kelola sektor pertambangan, energi, dan perkebunan harus menjadi bagian dari strategi besar untuk mengurangi ketimpangan ekonomi sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan global yang semakin kompleks.

“Kita membutuhkan pembangunan yang tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan keadilan. Kekayaan alam Indonesia harus menjadi sumber kesejahteraan bagi rakyat, membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan memperkuat kemandirian bangsa,” katanya.

Lebih jauh, Burhanuddin menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil dan konsisten terhadap berbagai praktik yang merugikan negara.

Menurutnya, kepercayaan publik terhadap pemerintah akan semakin kuat apabila masyarakat melihat adanya keberanian dalam menindak pelanggaran tanpa membedakan latar belakang ekonomi, politik, maupun kekuasaan.

Bagi DPP Garuda Astacita Nusantara, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh kemampuan seluruh elemen bangsa untuk bekerja bersama dalam mewujudkan cita-cita keadilan sosial dan kemakmuran bersama.

Karena itu, Burhanuddin mengajak mahasiswa, pemuda, akademisi, dan masyarakat luas untuk terus mengawal pembangunan nasional dengan semangat kritis, partisipatif, dan konstruktif.

“Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur tidak lahir dari kerja satu kelompok saja. Ia lahir dari gotong royong seluruh anak bangsa yang memiliki komitmen yang sama untuk menjaga kepentingan rakyat dan masa depan Indonesia,” pungkas Muhammad Burhanuddin.

Dalam pandangan Burhanuddin, semangat kebangsaan yang berpihak pada rakyat, penguatan kedaulatan ekonomi, dan partisipasi aktif generasi muda merupakan fondasi penting untuk memastikan bahwa pembangunan Indonesia ke depan tidak hanya menghasilkan kemajuan, tetapi juga menghadirkan keadilan dan kesejahteraan yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Muhammad Burhanuddin menegaskan bahwa cita-cita mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah semata.

“Dibutuhkan sinergi dan gotong royong seluruh elemen bangsa, mulai dari mahasiswa, pemuda, akademisi, tokoh masyarakat, pelaku usaha, hingga organisasi kemasyarakatan untuk bersama-sama mengawal pembangunan nasional agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujarnya.

Menurutnya, semangat persatuan, kerja keras, serta komitmen menjaga kepentingan bangsa harus menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.

Karena itu, Ketua Umum DPP Garuda Astacita Nusantara tersebut mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk membersamai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“Dengan persatuan, kolaborasi, dan partisipasi aktif seluruh anak bangsa, diharapkan Indonesia mampu menjadi negara yang semakin maju, berdaulat, berkeadilan, dan sejahtera, sehingga hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” pungkasnya.

Redaksi