Pendekatan yang diterapkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menunjukkan arah kebijakan yang lebih terukur dan berorientasi pada peningkatan produktivitas.
Ketua Umum DPP Garuda Astacita Nusantara, Muhammad Burhanuddin.
PELAKITA.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garuda Astacita Nusantara (GAN) memberikan apresiasi terhadap kinerja Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dinilai berhasil mendorong transformasi sektor pertanian nasional menuju swasembada pangan.
Apresiasi tersebut disampaikan Ketua DPP Garuda Astacita Nusantara, Muhammad Burhanuddin, yang menilai berbagai kebijakan Kementerian Pertanian merupakan respons nyata atas tantangan besar yang selama ini dihadapi sektor pertanian Indonesia.
Menurut Burhanuddin, Indonesia sebagai negara agraris dalam beberapa dekade terakhir menghadapi tekanan yang tidak ringan. Alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan permukiman, industri, jalan tol, dan kawasan komersial terus mengurangi luas lahan produktif.
Di sisi lain, petani juga dihadapkan pada persoalan yang semakin kompleks, mulai dari tingginya harga pupuk, meningkatnya biaya produksi, berkurangnya tenaga kerja pertanian, hingga harga hasil panen yang kerap berfluktuasi dan jatuh pada musim panen raya.
“Pertanian yang dahulu menjadi jaminan kehidupan masyarakat kini menghadapi tantangan yang jauh lebih berat. Karena itu dibutuhkan langkah-langkah yang bukan hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menyentuh persoalan di lapangan,” ujar Burhanuddin.
Ia menilai pendekatan yang diterapkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menunjukkan arah kebijakan yang lebih terukur dan berorientasi pada peningkatan produktivitas.

Menurutnya, ketika luas lahan pertanian terus menyusut, pilihan yang paling rasional adalah memaksimalkan produktivitas lahan yang masih tersedia melalui intensifikasi pertanian, penggunaan benih unggul, pemanfaatan teknologi, penguatan irigasi melalui program pompanisasi, serta pendampingan yang berkelanjutan kepada petani.
“Logikanya sederhana. Kalau lahan semakin sempit, maka hasil dari lahan yang tersisa harus dibuat semakin maksimal. Di sinilah pentingnya inovasi dan teknologi pertanian,” katanya.
Burhanuddin juga mengapresiasi percepatan mekanisasi pertanian yang dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan efisiensi usaha tani.

Penggunaan berbagai alat dan mesin pertanian seperti traktor, rice transplanter, combine harvester, hingga pompa air modern dinilai mampu mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual sekaligus mempercepat proses tanam hingga panen.
“Mekanisasi bukan sekadar menunjukkan bahwa pertanian sudah modern. Yang lebih penting adalah bagaimana biaya produksi dapat ditekan, pekerjaan petani menjadi lebih efisien, dan produktivitas meningkat,” ujarnya.
Menurut DPP Garuda Astacita Nusantara, berbagai program tersebut mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Berdasarkan data yang dipaparkan Kementerian Pertanian, produksi padi nasional telah mencapai 60,21 juta ton per tahun (data 2025), sementara produksi beras mencapai 34,69 juta ton.
Adapun stok Cadangan Beras Pemerintah pada Juni 2026 tercatat mencapai 5,2 juta ton, angka yang dinilai mencerminkan semakin kuatnya ketahanan pangan nasional.
Burhanuddin mengatakan capaian tersebut merupakan indikator bahwa kebijakan pemerintah dalam sektor pertanian mulai bergerak ke arah yang tepat.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal mencukupi kebutuhan beras hari ini, tetapi juga memastikan Indonesia mampu mandiri menghadapi tantangan global. Ketika produksi meningkat dan cadangan pangan menguat, maka fondasi menuju swasembada pangan semakin kokoh,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan sektor pertanian masih besar.
Karena itu, kata pria yang akrab disapa Boer Laweyer ini, keberhasilan yang telah dicapai perlu dijaga melalui konsistensi kebijakan, perlindungan terhadap lahan pertanian produktif, peningkatan kesejahteraan petani, serta dukungan seluruh elemen masyarakat terhadap program-program strategis pemerintah.

DPP Garuda Astacita Nusantara berharap transformasi pertanian yang sedang berjalan dapat terus berlanjut sehingga Indonesia tidak hanya mampu mempertahankan ketahanan pangan, tetapi juga mewujudkan cita-cita sebagai negara yang mandiri dalam produksi pangan nasional.
“Pertanian adalah fondasi kedaulatan bangsa. Apa yang sedang dibangun hari ini patut diapresiasi dan terus dikawal agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani dan masyarakat luas,” tutup Muhammad Burhanuddin.
Redaksi









