SI-OPERA WIRABUANA: Terobosan Mahasiswa KKNT 116 Unhas Sulap Tata Kelola Bank Sampah Lapadde Jadi Lebih Profesional

  • Whatsapp
Program yang digagas oleh Mohammad Aidil Fitrah, mahasiswa Program Studi Teknik Industri Unhas, ini hadir sebagai jawaban atas persoalan klasik yang kerap membelit bank sampah: minimnya standar operasional, tumpang tindih tugas pengurus, dan alur pelayanan yang belum terstruktur.

PELAKITA.ID – Parepare, 9 Agustus 2026 — Persoalan pengelolaan sampah rumah tangga yang kerap tak tertangani secara sistematis mendapat solusi baru dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 116 Universitas Hasanuddin di Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare.

Melalui program bertajuk SI-OPERA WIRABUANA (Sistem Integrasi Operasional, Penataan Efisiensi, dan Rekayasa Alur Kepengurusan Bank Sampah Wirabuana), tata kelola Bank Sampah Wirabuana kini tampil dengan wajah baru yang lebih rapi, efisien, dan siap berkembang secara mandiri.

Program yang digagas oleh Mohammad Aidil Fitrah, mahasiswa Program Studi Teknik Industri Unhas, ini hadir sebagai jawaban atas persoalan klasik yang kerap membelit bank sampah: minimnya standar operasional, tumpang tindih tugas pengurus, dan alur pelayanan yang belum terstruktur.

Melalui SI-OPERA, seluruh persoalan tersebut dibenahi lewat penyusunan struktur organisasi, pembagian job description pengurus, hingga perancangan alur bisnis pelayanan bank sampah secara menyeluruh — mulai dari kedatangan nasabah, pendaftaran, penimbangan, pemilahan, pencatatan poin, hingga pengembalian buku tabungan kepada warga.

Ketua Bank Sampah Wirabuana, Suarni, mengaku sangat bersyukur atas kehadiran program ini. Ia menilai pendampingan yang diberikan bukan sekadar solusi teknis, melainkan pembenahan fondasi organisasi yang selama ini belum tertata dengan baik.

“Kami sangat bersyukur dengan kehadiran mahasiswa KKNT 116 di kelurahan kami, Lapadde. Mereka membantu kami merevitalisasi bank sampah, menyusun struktur organisasi, membagi tugas pengurus, sampai menyusun alur bisnis yang jelas. Ini sangat membantu kami ke depannya,” ujar Suarni.

Senada dengan itu, mewakili Lurah Lapadde, Sekretaris Lurah Umar Tandilawa turut menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi para mahasiswa. Menurutnya, program yang dijalankan benar-benar relevan dengan tematik pengelolaan sampah yang menjadi fokus utama kelurahan.

“Kami mengapresiasi sebesar-besarnya kinerja mahasiswa KKNT 116 di kelurahan kami, Lapadde. Program ini benar-benar bersinggungan langsung dengan tematik yang menjadi fokus kami. Kami berharap pendampingan ini tidak berhenti sampai di sini, agar bank sampah dapat benar-benar berjalan mandiri ke depannya,” ungkap Umar.

Menanggapi apresiasi tersebut, Mohammad Aidil Fitrah selaku penanggung jawab program menyampaikan harapannya agar sistem yang telah dirancang bersama timnya dapat memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat Lapadde.

“Harapan kami, sistem yang telah kami rancang ini bisa terus dijalankan dan bermanfaat lebih luas bagi masyarakat. Selain mendukung kesejahteraan dan membuka peluang usaha baru bagi para pengurus, sistem ini juga diharapkan mampu membantu mengurangi persoalan sampah di Kota Parepare, khususnya di Kelurahan Lapadde,” kata Fitrah.

Kehadiran SI-OPERA WIRABUANA menjadi bukti nyata bahwa pendekatan rekayasa sistem dan tata kelola organisasi dapat memberi solusi konkret bagi persoalan lingkungan di tingkat kelurahan.

Dengan fondasi operasional yang kini lebih terstruktur, Bank Sampah Wirabuana diharapkan mampu terus tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan, bahkan setelah program KKNT 116 Unhas berakhir.

____
Penulis: Mohammad Aidil Fitrah, Mahasiswa Teknik Industri, KKNT 116 Unhas, Kelurahan Lapadde, Kota Parepare

Editor Aisya Sofianita Kamaruddin