Mahasiswa KKN Unhas Susun Modul Pemetaan Lokasi Teba Modern di Kapasa

  • Whatsapp
Program kerja tersebut hadir sebagai respons terhadap persoalan persampahan pascapenutupan operasional TPA Tamangapa. Melalui penyusunan modul ini, mahasiswa KKN berupaya mentransfer pengetahuan dan keterampilan Sistem Informasi Geografis (SIG) kepada pemerintah kelurahan agar perencanaan fasilitas pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih terukur dan berbasis data.

PELAKITA.ID  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) merampungkan penyusunan Buku Panduan Praktis Pemetaan Jangkauan Pelayanan dan Penentuan Lokasi Teba Modern di Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, pada Minggu (9/8).

Program kerja tersebut hadir sebagai respons terhadap persoalan persampahan pascapenutupan operasional TPA Tamangapa.

Melalui penyusunan modul ini, mahasiswa KKN berupaya mentransfer pengetahuan dan keterampilan Sistem Informasi Geografis (SIG) kepada pemerintah kelurahan agar perencanaan fasilitas pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih terukur dan berbasis data.

Modul tersebut memuat panduan teknis untuk menentukan lokasi fasilitas pengolahan sampah komunal atau Teba Modern yang ideal di kawasan permukiman.

Salah satu pendekatan yang digunakan adalah analisis jangkauan pejalan kaki (Pedestrian Catchment Area), sehingga lokasi fasilitas dapat ditentukan berdasarkan kemampuan warga menjangkaunya dengan berjalan kaki.

“Penempatan infrastruktur persampahan tidak boleh asal-asalan karena keberhasilannya sangat bergantung pada kemauan warga untuk berjalan kaki membuang sampah. Dengan modul spasial ini, pemerintah kelurahan dapat menghitung radius pelayanan secara matematis sehingga tidak ada area permukiman yang tidak terlayani,” jelas pelaksana program.

Penyusunan modul dilakukan dengan melibatkan arahan serta data spasial dasar dari aparatur Kelurahan Kapasa dan perangkat RT/RW setempat. Kolaborasi ini diharapkan dapat memastikan hasil pemetaan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan wilayah di lapangan.

Program tersebut sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Tujuan 11, yang berfokus pada pembangunan kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Selain dicetak dalam format buku saku yang praktis dan mudah digunakan, modul ini juga dilengkapi kode QR yang dapat dipindai untuk mengakses peta digital beresolusi tinggi.

Integrasi antara panduan teknis dan peta digital tersebut diharapkan memudahkan pemerintah kelurahan dalam memahami sekaligus memanfaatkan hasil pemetaan.

Melalui inovasi ini, mahasiswa KKN Gelombang 116 Unhas berharap perencanaan dan kebijakan pengelolaan persampahan di Kelurahan Kapasa dapat dilakukan secara lebih objektif, efektif, berbasis data, dan terdesentralisasi, sekaligus mendekatkan solusi persampahan dengan kebutuhan masyarakat di tingkat permukiman.