Mahasiswa KKN Unhas Sulap Galon Bekas Jadi Biopori di Kelurahan Kapasa

  • Whatsapp
Program lingkungan ini diinisiasi sebagai respons terhadap kebijakan Pemerintah Kota Makassar mengenai pemilahan sampah yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2026.

PELAKITA.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja inovatif berupa pembuatan dan pengaplikasian Lubang Resapan Biopori (LRB) memanfaatkan limbah galon bekas di Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Rabu (29/07).

Program lingkungan ini diinisiasi sebagai respons terhadap kebijakan Pemerintah Kota Makassar mengenai pemilahan sampah yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2026.

Melalui aturan tersebut, sampah organik rumah tangga tidak lagi diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sehingga masyarakat didorong untuk mengelolanya secara mandiri.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memodifikasi galon bekas air mineral menjadi pelindung dinding lubang resapan.

Langkah ini merupakan bentuk nyata penerapan prinsip reuse yang membuat struktur biopori di dalam tanah menjadi lebih rapi, kokoh, ekonomis, serta mudah dalam perawatannya.

“Penggunaan galon bekas ini tidak hanya menekan limbah plastik, tetapi juga mempermudah warga saat merawatnya. Sampah organik yang dimasukkan akan terurai menjadi kompos, sekaligus membuka pori-pori tanah untuk mempercepat resapan air hujan agar terhindar dari genangan,” ujar Mahasiswa KKN UNHAS.

Selain melakukan pemasangan fisik, para mahasiswa juga mendistribusikan buku panduan khusus kepada masyarakat setempat sebagai sarana edukasi berkelanjutan.

Buku tersebut memuat tahapan praktis mulai dari penyiapan alat hingga cara memanen kompos. Ke depannya, inovasi sederhana ini diharapkan dapat diterapkan secara mandiri oleh warga Kelurahan Kapasa guna menjaga kesuburan tanah serta mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

___
Editor: Aisya Sofianita Kamaruddin