Kehadiran di tengah masyarakat pesisir pada momen bersejarah tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, pesisir merupakan salah satu wajah Indonesia yang harus terus diperkuat agar manfaat kemerdekaan dapat dirasakan secara merata.
PELAKITA.ID – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum refleksi bagi seluruh rakyat Indonesia untuk memaknai arti kemerdekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bagi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, kemerdekaan bukan sekadar peristiwa historis yang diperingati setiap tahun, melainkan amanat untuk menghadirkan kesejahteraan yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk mereka yang hidup dan menggantungkan harapan di wilayah pesisir.
Pesan tersebut disampaikan Trenggono saat mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama nelayan dan masyarakat pesisir di Kampung Nelayan Merah Putih Sorue Jaya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Kehadiran di tengah masyarakat pesisir pada momen bersejarah tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, pesisir merupakan salah satu wajah Indonesia yang harus terus diperkuat agar manfaat kemerdekaan dapat dirasakan secara merata.
“Pagi ini, saya bersama para nelayan dan masyarakat pesisir mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kampung Nelayan Merah Putih Sorue Jaya, Konawe, Sulawesi Tenggara,” ujar Trenggono.
Bagi Trenggono, merayakan kemerdekaan di kawasan pesisir memiliki makna yang sangat mendalam. Laut dan pesisir bukan hanya ruang ekonomi yang menopang kehidupan jutaan masyarakat Indonesia, tetapi juga ruang perjuangan untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan melalui pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
Oeh sebab itu, pembangunan sektor kelautan dan perikanan harus menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan kesejahteraan yang berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa kemerdekaan harus diwujudkan dalam bentuk pembangunan yang nyata. Masyarakat pesisir perlu mendapatkan akses terhadap infrastruktur yang memadai, peluang usaha yang lebih luas, pendidikan yang lebih baik, serta berbagai program pemberdayaan yang mampu meningkatkan taraf hidup mereka.
Dengan demikian, kemerdekaan tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam konteks tersebut, Program Kampung Nelayan Merah Putih menjadi salah satu ikhtiar pemerintah untuk mempercepat transformasi kawasan pesisir.
Program ini dirancang untuk membangun ekosistem perikanan yang modern, produktif, dan berdaya saing, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di dalamnya. Kehadiran kampung nelayan yang tertata, produktif, dan berkelanjutan diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir.
“Kampung Nelayan Merah Putih menjadi bagian dari ikhtiar untuk membangun kawasan pesisir yang lebih maju, mandiri, dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakatnya,” kata Trenggono.
Melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, pemerintah ingin memastikan bahwa nelayan tidak hanya menjadi pelaku utama dalam sektor perikanan, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari hasil usahanya.
Dengan dukungan sarana produksi, pengolahan, pemasaran, hingga penguatan kelembagaan masyarakat, kawasan pesisir diharapkan mampu berkembang menjadi sentra ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.
Makna kemerdekaan yang diusung Trenggono berangkat dari keyakinan bahwa Indonesia sebagai negara maritim memiliki masa depan yang sangat bergantung pada kemajuan sektor kelautan dan perikanan.
Ketika masyarakat pesisir semakin sejahtera, nelayan semakin produktif, dan sumber daya laut dikelola secara berkelanjutan, maka cita-cita kemerdekaan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia akan semakin mendekati kenyataan.
Dari Kampung Nelayan Merah Putih Sorue Jaya, pesan itu kembali ditegaskan: kemerdekaan harus hadir hingga ke pesisir terluar, hingga ke kampung-kampung nelayan, dan hingga ke keluarga-keluarga yang menggantungkan hidupnya pada laut.
Indonesia yang merdeka adalah Indonesia yang mampu memastikan setiap warga negara merasakan manfaat pembangunan, tanpa terkecuali.
Tentang KNMP Sorue Jaya
Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Sorue Jaya yang terletak di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, merupakan kawasan perikanan yang dihuni oleh 451 kepala keluarga dengan 263 orang di antaranya berprofesi sebagai nelayan.
Meski baru dalam tahap uji coba operasional, kawasan yang didukung 92 unit kapal ini telah membuktikan produktivitasnya dengan berhasil mengirimkan delapan ton ikan berkualitas ekspor, seperti kerapu, sunu, dan kakap merah, ke luar daerah guna meningkatkan akses pasar serta kesejahteraan masyarakat pesisir setempat.

Keberhasilan tersebut didorong oleh komitmen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang melengkapi KNMP Sorue Jaya dengan berbagai fasilitas modern, seperti cold storage, pabrik es portabel, dermaga, tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, mobil pendingin, hingga bantuan perahu 5 GT lengkap dengan mesin dan alat tangkap.
Sebagai salah satu dari 100 kawasan yang telah dibangun dari target 1.386 KNMP hingga akhir 2026, Sorue Jaya menjadi percontohan pengembangan kawasan perikanan yang produktif, berdaya saing, dan terintegrasi dari hulu ke hilir.
Redaksi









