Sukri Palutturi: Terus Merawat Keberagaman Budaya, Makna 81 Tahun Indonesia Merdeka

  • Whatsapp
Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., MSc., PH., Ph.D. Guru Besar dan Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin

Bahwa Indonesia berdiri kokoh karena keberagaman yang terus dirawat, dihargai, dan dirayakan bersama.

PELAKITA.ID – Dalam suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, saya memilih mengenakan busana adat Toraja sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya yang menjadi fondasi bangsa ini.

Pilihan ini bukan sekadar tentang pakaian yang dikenakan, melainkan tentang makna yang ingin disampaikan: bahwa Indonesia berdiri kokoh karena keberagaman yang terus dirawat, dihargai, dan dirayakan bersama.

Mari terus merawat keberagaman budaya, adalah pesan bagi penulis pada momentum 81 tahun Indonesia Merdeka.

Saya memulainya dari Toraja. Mengapa Toraja, sebab merupakan salah satu warisan budaya yang sangat berharga bagi Sulawesi Selatan dan Indonesia.

Di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur tentang penghormatan kepada leluhur, kebersamaan, solidaritas, serta penghargaan terhadap kehidupan.

Nilai-nilai tersebut tidak hanya relevan dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi juga menjadi modal sosial yang penting dalam membangun bangsa yang kuat dan berkeadaban.

Sebagai Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin, saya meyakini bahwa pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik.

Perguruan tinggi juga harus melahirkan manusia yang berkarakter, menghargai identitas budaya, menjunjung tinggi persatuan, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat serta masa depan bangsa.

Momentum kemerdekaan mengingatkan kita bahwa kemajuan tidak harus mengorbankan jati diri. Sebaliknya, ilmu pengetahuan dan budaya harus berjalan beriringan.

Keduanya merupakan kekuatan yang saling melengkapi dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai luhur bangsa.

Dari Toraja, kita belajar tentang pentingnya identitas.

Dari keberagaman, kita belajar tentang persatuan.

Dari kemerdekaan, kita belajar tentang tanggung jawab untuk terus berkarya dan membangun Indonesia yang lebih baik bagi generasi mendatang.

🇮🇩 Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia.
Berbeda budaya, satu Indonesia.
Merdeka!

Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., MSc., PH., Ph.D.
Guru Besar dan Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin