Edukasi dan Demonstrasi Budidaya Maggot untuk Pemanfaatan Sampah Organik sebagai Pakan Ternak dan Pakan Ikan

  • Whatsapp
Kegiatan merupakan bagian dari program kerja individu KKN Unhas Gelombang 116 Tematik Inovasi Desa yang bertujuan memberikan edukasi sekaligus demonstrasi secara langsung kepada masyarakat mengenai pemanfaatan sampah organik melalui budidaya maggot.

PELAKITA.ID – Kelurahan Wette’e, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) — Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 Tematik Inovasi Desa, Andi Muhammad Rivai, dari Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, selaku penanggung jawab program kerja individu, melaksanakan kegiatan Edukasi dan Demonstrasi Budidaya Maggot untuk Pemanfaatan Sampah Organik sebagai Pakan Ternak dan Pakan Ikan.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 24 Juli 2026 pukul 10.20 WITA di Kelurahan Wette’e, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Kegiatan merupakan bagian dari program kerja individu KKN Unhas Gelombang 116 Tematik Inovasi Desa yang bertujuan memberikan edukasi sekaligus demonstrasi secara langsung kepada masyarakat mengenai pemanfaatan sampah organik melalui budidaya maggot.

Sampah organik yang berasal dari sisa makanan, sayuran, dan limbah rumah tangga lainnya merupakan salah satu jenis sampah yang cukup mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Apabila tidak dikelola dengan baik, sampah tersebut dapat menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kebersihan lingkungan. Namun, sampah organik sebenarnya memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih bernilai.

Salah satu alternatif pemanfaatannya adalah melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).

Maggot memiliki kemampuan untuk mengonsumsi bahan organik sehingga dapat dimanfaatkan dalam proses pengolahan sampah organik. Selain membantu mengurangi limbah organik, hasil budidaya maggot juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber pakan alternatif dalam kegiatan peternakan dan perikanan.

Melalui kegiatan ini, Andi Muhammad Rivai memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengenalan maggot, manfaat budidaya maggot, jenis sampah organik yang dapat dimanfaatkan, serta tahapan dasar dalam melakukan budidaya.

Edukasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi secara langsung, sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga dapat melihat bagaimana proses budidaya maggot dilakukan.

Dalam demonstrasi tersebut, masyarakat diperkenalkan pada tahapan pemanfaatan sampah organik sebagai media atau sumber pakan maggot. Penjelasan juga diberikan mengenai pemeliharaan maggot hingga pemanfaatannya sebagai pakan alternatif.

Khususnya dalam bidang perikanan, maggot dapat menjadi salah satu bahan pakan yang berpotensi dimanfaatkan dalam budidaya ikan karena memiliki kandungan nutrisi yang dapat mendukung kebutuhan pakan ikan. Sementara itu, maggot juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pakan bagi beberapa jenis ternak.

Kegiatan ini dilaksanakan karena adanya kebutuhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik sekaligus memperkenalkan inovasi yang dapat memberikan nilai tambah.

Pemanfaatan sampah organik melalui budidaya maggot diharapkan dapat menjadi salah satu solusi sederhana yang dapat diterapkan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

Sebagai mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Andi Muhammad Rivai mengangkat kegiatan ini sebagai program kerja individu yang berkaitan dengan pemanfaatan maggot dalam bidang perikanan.

Selain memperkenalkan pengelolaan sampah organik, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai alternatif sumber pakan yang dapat mendukung kegiatan budidaya ikan.

Pelaksanaan kegiatan mendapat respons positif dari masyarakat. Peserta memperoleh pengetahuan baru mengenai potensi sampah organik yang selama ini dianggap sebagai limbah untuk dimanfaatkan dalam budidaya maggot. Masyarakat juga memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai proses budidaya melalui demonstrasi yang dilakukan secara langsung.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi dan demonstrasi dapat membantu masyarakat memahami proses budidaya maggot dengan lebih mudah.

Masyarakat diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dengan memanfaatkan sampah organik yang tersedia di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat dalam aspek lingkungan, tetapi juga membuka wawasan mengenai potensi pemanfaatan maggot sebagai pakan alternatif bagi ikan dan ternak.

Melalui program kerja individu KKN Unhas Gelombang 116 Tematik Inovasi Desa ini, Andi Muhammad Rivai berupaya memperkenalkan inovasi yang sederhana dan aplikatif kepada masyarakat Kelurahan Wette’e. Budidaya maggot diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam mengurangi sampah organik sekaligus menghasilkan sumber pakan yang memiliki nilai guna.

Kegiatan Edukasi dan Demonstrasi Budidaya Maggot untuk Pemanfaatan Sampah Organik sebagai Pakan Ternak dan Pakan Ikan diharapkan dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Dengan adanya pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperoleh melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan budidaya maggot secara mandiri serta memanfaatkan sampah organik menjadi sumber daya yang lebih bermanfaat bagi lingkungan dan kegiatan produktif masyarakat.

___
Penulis: Andi Muhammad Rivai

Editor:  Aisya Sofianita Kamaruddin