PELAKITA.ID – BANTAENG — Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (FEB Unhas) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat melalui Program Hibah Internal Peningkatan Kinerja Utama (Hibah-KIPKU) di Desa Lonrong, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Ekosistem Bisnis UMKM Desa Lonrong Kabupaten Bantaeng Berbasis Riset Micro Finance dan Literasi Ekonomi” tersebut berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026, bertempat di Kantor Desa Lonrong.
Program ini menjadi bagian dari upaya FEB Unhas dalam menerapkan pengetahuan akademik melalui kegiatan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha mikro dan kecil di tingkat desa.
Tim pengabdian FEB Unhas dipimpin oleh Prof. Dr. Anas Iswanto Anwar, S.E., M.A., bersama anggota tim Dr. Indraswati Tri Abdi Reviane dan Dr. Suharwan Hamzah, serta sejumlah mahasiswa yang turut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.
Dalam pembukaan, Prof. Anas menjelaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni budaya secara langsung kepada masyarakat sekaligus bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab perguruan tinggi untuk ikut mengembangkan kapasitas masyarakat sehingga pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan serta mendukung proses pembangunan.
Pendekatan berbasis riset dan literasi ekonomi diharapkan dapat membantu masyarakat memahami berbagai peluang sekaligus tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan aktivitas usaha di tingkat lokal.
Sekretaris Desa Lonrong, Rusli, S.E., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyebut program pengabdian FEB Unhas merupakan kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan di Desa Lonrong dan berharap pengetahuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama para pelaku usaha mikro dan kecil yang sedang mengembangkan kegiatan ekonominya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan dua materi utama. Dr. Suharwan Hamzah menyampaikan materi bertajuk “Peluang dan Tantangan Kewirausahaan”, yang membahas berbagai aspek yang perlu diperhatikan masyarakat dalam membangun dan mengembangkan usaha.
Materi berikutnya, “Literasi Keuangan, Membangun Masyarakat Cerdas, Mandiri, dan Sejahtera”, disampaikan oleh Muh. Akram Pratama Amir, S.E., M.Si.
Proses pelatihan berlangsung secara interaktif dengan peserta menunjukkan antusiasme melalui diskusi dan keterlibatan aktif selama penyampaian materi.
Interaksi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman peserta mengenai kewirausahaan dan pengelolaan keuangan sebagai dua aspek yang saling berkaitan dalam memperkuat keberlanjutan usaha masyarakat desa.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta pembagian doorprize kepada peserta.
Melalui kegiatan tersebut, FEB Unhas berharap penguatan kapasitas, literasi ekonomi, dan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dapat menjadi bagian dari proses membangun ekosistem usaha masyarakat Desa Lonrong yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Saya juga bisa membuatnya dalam gaya berita Pelakita.ID yang lebih jurnalistik, dengan lead yang lebih kuat dan narasi yang tidak terlalu terasa seperti rilis kampus.









