PELAKITA.ID – MAKASSAR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin yang bertugas di Kelurahan Tamalanrea menggelar sosialisasi bertajuk “Pengelolaan Sampah Plastik Menjadi Minyak Berbasis Teknologi Pirolisis” di BSU Al Bayan, Kelurahan Tamalanrea, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah plastik yang lebih ramah lingkungan melalui penerapan teknologi tepat guna.
Sosialisasi diikuti oleh siswi Ranu Harapan Islamic School, pengurus BSU Al Bayan, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti sesi edukasi dan demonstrasi.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada teknologi pirolisis sebagai salah satu alternatif pengolahan limbah plastik yang tidak hanya mampu mengurangi timbunan sampah, tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai guna.
Dalam pemaparannya, tim KKN menjelaskan bahwa pirolisis merupakan proses penguraian plastik menggunakan suhu tinggi tanpa melibatkan oksigen. Teknologi ini memungkinkan sampah plastik diubah menjadi minyak melalui proses pemanasan di dalam reaktor.

Pada demonstrasi, mahasiswa menggunakan plastik kresek berbahan dasar Low Density Polyethylene (LDPE), salah satu jenis plastik yang banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan dapat diolah melalui metode pirolisis. Peserta diajak memahami setiap tahapan proses, mulai dari pemilahan plastik, pemanasan di dalam reaktor, pembentukan uap, hingga proses kondensasi yang menghasilkan minyak pirolisis.
Selain memperkenalkan teknologi tersebut, mahasiswa KKN juga menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumber. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai berbagai jenis plastik yang dapat diolah serta penjelasan bahwa tidak semua jenis plastik aman diproses menggunakan metode yang sama.
Edukasi ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, termasuk mengurangi kebiasaan membakar sampah secara terbuka yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara dan dampak kesehatan.
Diskusi berlangsung interaktif sepanjang kegiatan. Berbagai pertanyaan diajukan peserta, mulai dari mekanisme kerja alat pirolisis, aspek keamanan proses, hingga peluang pemanfaatan minyak hasil pirolisis di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin berharap masyarakat memperoleh wawasan baru mengenai pengelolaan sampah plastik berbasis teknologi sekaligus terdorong untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan.
Ke depan, penerapan teknologi tepat guna seperti pirolisis diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi permasalahan sampah plastik di tingkat masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.









