PELAKITA.ID – PINRANG, 31 Juli 2026 — Upaya memperkenalkan teknologi kepada generasi muda terus dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 116 Inovasi Desa Wiringtasi Universitas Hasanuddin. Salah satunya melalui pengenalan Internet of Things (IoT) yang dikemas dalam praktik pembuatan smart trash bin di SMKN 7 Pinrang.
Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Nabila Samsabila, mahasiswa Program Studi Geofisika Universitas Hasanuddin, sebagai bagian dari program kerja KKNT 116 selama menjalankan pengabdian di Desa Wiringtasi.
Kegiatan dirancang untuk memperkenalkan siswa pada konsep dasar IoT sekaligus menunjukkan bagaimana teknologi dapat diterapkan untuk menjawab persoalan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pembuatan smart trash bin, siswa diperkenalkan pada konsep tempat sampah pintar yang dapat membuka tutup secara otomatis dengan memanfaatkan sensor.
Dengan pendekatan tersebut, teknologi IoT tidak hanya dikenalkan melalui teori, tetapi langsung diterjemahkan menjadi sebuah alat sederhana yang dapat dilihat dan diuji.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai dasar-dasar IoT, mulai dari pengertian, cara kerja, hingga contoh penerapannya dalam berbagai bidang.
Para siswa kemudian diperkenalkan dengan sejumlah komponen utama yang digunakan dalam pembuatan alat, di antaranya sensor ultrasonik, mikrokontroler, dan servo motor.

Setelah memperoleh pemahaman dasar, siswa memasuki sesi praktik. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok dan mendapatkan pendampingan dalam proses perakitan komponen serta pemrograman sederhana untuk mengoperasikan smart trash bin.
Suasana praktik berlangsung interaktif. Siswa terlibat dalam berbagai tahapan, mulai dari memasang komponen, memahami fungsi masing-masing perangkat, menjalankan pemrograman, hingga menguji apakah tempat sampah dapat merespons keberadaan objek dan membuka secara otomatis.
Bagi peserta, praktik tersebut menjadi pengalaman baru dalam melihat hubungan antara perangkat keras, pemrograman, sensor, dan sebuah sistem yang dapat bekerja secara otomatis.
Nabila Samsabila mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengenal dan mengembangkan teknologi.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa dapat memahami bagaimana teknologi IoT bekerja serta mampu mengembangkan ide-ide kreatif berbasis teknologi di masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, pengenalan teknologi sejak di bangku sekolah penting untuk membuka wawasan siswa terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendorong mereka menjadi pengguna yang lebih kreatif dan produktif.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKNT 116 Unhas dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya melalui penguatan literasi teknologi di lingkungan sekolah.
Lebih dari sekadar membuat sebuah tempat sampah otomatis, praktik smart trash bin memperlihatkan kepada siswa bahwa teknologi dapat dimulai dari persoalan sederhana di sekitar mereka.
Dari sebuah sensor, beberapa komponen elektronik, dan rangkaian pemrograman sederhana, siswa belajar bahwa sebuah ide dapat diubah menjadi alat yang bekerja nyata.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKNT 116 Unhas berharap ketertarikan siswa terhadap teknologi semakin tumbuh dan mendorong munculnya berbagai gagasan inovatif yang dapat dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat di masa mendatang.
___
Penulis Nabila Samsabila
Editor Aisya Sofianita Kamaruddin









