Prof. La Ode Muhammad Yasir Haya S.T, M.Si, Ph.D, Alumni Ilmu dan Teknologi Kelautan Unhas (sekarang Ilmu Kelautan FIKP Unhas) dikukuhkan sebagai sebagai Guru Besar Eksplorasi dan Pemodelan Ekosistem Pesisir-Lautan di UHO Kendari pada 29 Juli 2026
- Ia pernah menjabat Kepala Pusat Mitigasi dan Penanggulangan Bencana LPPM UHO, Ketua Jurusan Ilmu Kelautan, dan saat ini mengemban amanah sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UHO.
- Produktivitas ilmiahnya menjadi salah satu kekuatan utama dalam perjalanan akademiknya. Hingga 2026, Prof. Yasir telah memimpin maupun terlibat dalam lebih dari 30 penelitian yang didanai berbagai lembaga internasional, kementerian, pemerintah daerah, maupun Universitas Halu Oleo.
PELAKITA.ID – Di tengah tantangan perubahan iklim, degradasi ekosistem pesisir, dan meningkatnya tekanan terhadap sumber daya laut, Indonesia membutuhkan ilmuwan yang tidak hanya memahami laut dari sisi akademik, tetapi juga mampu menerjemahkan ilmu pengetahuan menjadi solusi nyata bagi pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan.
Sosok tersebut tercermin pada Prof. Ir. La Ode Muhammad Yasir Haya, S.T., M.Si., Ph.D., Guru Besar Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo (UHO) yang memiliki kepakaran di bidang eksplorasi dan pemodelan ekosistem pesisir-lautan.
Lahir di Lohya, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, pada 15 Juli 1972, Prof. Yasir tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan kehidupan pesisir.
Kedekatan tersebut kemudian menjadi fondasi perjalanan akademik sekaligus pengabdiannya dalam bidang ilmu kelautan. Selama lebih dari dua dekade, ia konsisten mengembangkan riset mengenai ekosistem pesisir, konservasi laut, penginderaan jauh, sistem informasi geografis, hingga pemodelan spasial untuk mendukung pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan.
Perjalanan pendidikannya dimulai di SD Negeri 3 Raha, dilanjutkan ke SMP Negeri 1 Raha dan SMA Negeri 1 Raha. Minatnya terhadap dunia kelautan membawanya menempuh pendidikan Sarjana Ilmu Kelautan di Universitas Hasanuddin dan lulus pada 1999. Ia kemudian melanjutkan studi Magister Manajemen Kelautan di almamater yang sama dan meraih gelar M.Si. pada 2004.
Semangatnya untuk memperdalam ilmu pengetahuan membawanya menempuh pendidikan doktoral di Hokkaido University, Jepang, pada bidang Environmental Earth Science.
Pada 2017, ia berhasil menyelesaikan studi dan meraih gelar Ph.D., memperkuat kompetensinya dalam eksplorasi dan pemodelan ekosistem pesisir berbasis teknologi geospasial. Komitmennya terhadap pengembangan profesi juga ditunjukkan dengan menyelesaikan Program Profesi Insinyur bidang Teknik Kelautan di Universitas Hasanuddin pada 2026.
Sebelum berkiprah sebagai akademisi, Prof. Yasir terlebih dahulu mengabdikan diri di Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.
Kariernya dimulai sebagai Pengawas Benih Ikan pada Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya pada periode 2005–2008. Selanjutnya, ia dipercaya sebagai Perencana Kawasan Konservasi Perairan sekaligus menjabat Kepala Seksi Pendayagunaan dan Pengawasan Konservasi Perairan pada Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil selama 2008–2010.
Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga ketika ia bergabung dengan Universitas Halu Oleo sebagai dosen pada 2011. Karier akademiknya berkembang secara bertahap, mulai dari Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala, hingga akhirnya dikukuhkan sebagai Guru Besar pada tahun 2025.
Selain aktif menjalankan tridarma perguruan tinggi, Prof. Yasir juga dipercaya mengemban berbagai jabatan strategis di lingkungan Universitas Halu Oleo.
Ia pernah menjabat Kepala Pusat Mitigasi dan Penanggulangan Bencana LPPM UHO, Ketua Jurusan Ilmu Kelautan, dan saat ini mengemban amanah sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UHO.
Produktivitas ilmiahnya menjadi salah satu kekuatan utama dalam perjalanan akademiknya. Hingga 2026, Prof. Yasir telah memimpin maupun terlibat dalam lebih dari 30 penelitian yang didanai berbagai lembaga internasional, kementerian, pemerintah daerah, maupun Universitas Halu Oleo.
Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam berbagai jurnal ilmiah bereputasi, meliputi 13 artikel pada jurnal internasional bereputasi, lima artikel pada jurnal internasional lainnya, serta sembilan artikel di jurnal nasional terakreditasi.
Selain publikasi ilmiah, ia juga menghasilkan tiga paten, dua belas hak cipta, dan dua buku ilmiah yang memperkaya khazanah ilmu kelautan Indonesia.
Jejak akademiknya juga tercermin dari capaian indeks sitasi yang terus meningkat. Hingga saat ini, ia memiliki H-Index Scopus 7, H-Index Web of Science 4, dan H-Index Google Scholar 10. Identitas akademiknya tercatat pada Scopus, Web of Science, Google Scholar, dan ORCID. Di samping menjadi penulis aktif, ia juga dipercaya sebagai reviewer pada 13 jurnal internasional bereputasi.
Tidak hanya fokus pada riset, Prof. Yasir juga dikenal memiliki komitmen kuat dalam pengabdian kepada masyarakat. Berbagai program yang dilaksanakannya berfokus pada konservasi wilayah pesisir, rehabilitasi ekosistem, mitigasi bencana, pemberdayaan masyarakat pesisir, hingga penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sumber daya kelautan.
Program-program tersebut didukung oleh berbagai lembaga nasional maupun internasional sebagai bentuk pengakuan atas kualitas dan relevansi pengabdiannya.
Kepakarannya juga mendapat pengakuan di tingkat nasional. Saat ini, ia dipercaya sebagai Tenaga Ahli Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup pada Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Ia juga menjadi Dewan Pakar Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) dan Dewan Pakar Himpunan Ahli Pengelola Pesisir Indonesia (HAPPI) Provinsi Sulawesi Tenggara.
Dedikasinya dalam dunia akademik dan pelayanan publik memperoleh berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya Beasiswa BPPS DIKTI, Beasiswa LPDP untuk studi doktoral di Jepang, serta Satyalancana Karya Satya 10 Tahun dari Pemerintah Republik Indonesia atas pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara.
Pada 2026, Prof. Yasir kembali memperoleh kepercayaan melalui pendanaan Hibah BIMA Diktisaintek untuk penelitian bertajuk Model Restorasi Karang Adaptif Berbasis Resiliensi untuk Mendukung Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan dan Ketahanan Pangan di Wilayah Pesisir Sulawesi Tenggara.
Penelitian tersebut diarahkan untuk mengembangkan model restorasi terumbu karang yang adaptif terhadap perubahan iklim sekaligus memperkuat keberlanjutan sektor perikanan dan ketahanan pangan masyarakat pesisir.
Sejumlah publikasi mutakhirnya juga menunjukkan konsistensinya dalam menjawab tantangan lingkungan global. Salah satunya adalah artikel di jurnal Modeling Earth Systems and Environment (Scopus Q1) yang mengkaji pola penyakit karang akibat dampak perubahan iklim di kawasan Segitiga Terumbu Karang Indonesia. Selain itu, ia juga menerbitkan artikel pada Journal of Fisheries & Environment (Scopus Q3) mengenai pemetaan batimetri perairan dangkal menggunakan citra satelit Sentinel-2A di Pulau Bokori, Sulawesi Tenggara.
Di luar aktivitas akademik, Prof. Yasir dikenal memiliki hobi berenang, menyelam (diving), dan travelling. Kegemaran tersebut bukan sekadar aktivitas rekreasi, tetapi juga menjadi bagian dari upayanya untuk terus memahami dinamika ekosistem laut secara langsung.
Bagi Prof. La Ode Muhammad Yasir Haya, laut bukan sekadar objek penelitian, melainkan ruang kehidupan yang harus dipahami, dijaga, dan diwariskan dalam kondisi yang lebih baik kepada generasi mendatang.
Melalui pendidikan, riset inovatif, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat, alumni Ilmu Kelautan Universitas Hasanuddin ini terus memperkuat kontribusinya dalam membangun ilmu kelautan Indonesia yang berdaya saing global sekaligus relevan bagi pembangunan pesisir dan lautan yang berkelanjutan.









