PELAKITA.ID – SIDENRENG RAPPANG – Menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan menerapkan pola hidup sehat.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga menjadi langkah penting untuk mendeteksi penyakit sejak dini sebelum berkembang menjadi lebih serius. Namun, masih banyak masyarakat yang baru memeriksakan diri ketika telah merasakan gejala penyakit.
Berangkat dari kondisi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menyelenggarakan program edukasi bertajuk “Sehat Sebelum Sakit: Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Mengenai Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Berkala” di Kelurahan Majjelling Wattang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Program kerja individu yang diinisiasi Muhammad Salman Al-Faridzi ini dilaksanakan di Lingkungan 1 dan Lingkungan 2 sebagai bagian dari rangkaian pelayanan kesehatan masyarakat yang juga mencakup skrining kesehatan, edukasi hipertensi, serta sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Sebanyak 95 warga mengikuti kegiatan tersebut. Melalui penyuluhan yang dipadukan dengan pemeriksaan kesehatan gratis, peserta diajak memahami bahwa pemeriksaan kesehatan berkala merupakan investasi penting untuk menjaga kualitas hidup sekaligus mencegah penyakit tidak menular sejak tahap awal.
Materi edukasi menekankan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, berat badan, tinggi badan, hingga lingkar perut sebagai indikator awal kondisi kesehatan.
Selain itu, masyarakat juga didorong untuk lebih aktif memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang tersedia di puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, kegiatan dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan langsung. Warga dapat mengetahui kondisi kesehatannya saat itu juga sekaligus memperoleh penjelasan mengenai hasil pemeriksaan beserta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan.
Hasil skrining menunjukkan sekitar 40 persen peserta memiliki tekanan darah tinggi dan/atau kadar gula darah di atas batas normal. Temuan tersebut menjadi gambaran bahwa faktor risiko penyakit tidak menular masih cukup tinggi di masyarakat dan kerap tidak disadari karena belum menimbulkan gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kepala Lingkungan 2 Kelurahan Majjelling Wattang mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, edukasi yang dipadukan dengan pemeriksaan kesehatan memberikan manfaat yang lebih nyata karena masyarakat tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengetahui kondisi kesehatannya secara langsung.
“Kami mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh adik-adik mahasiswa karena memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Edukasi seperti ini penting untuk mengingatkan warga bahwa menjaga kesehatan bukan hanya dilakukan ketika sakit, tetapi juga melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai bentuk pencegahan,” ujarnya.
Penanggung jawab kegiatan, Muhammad Salman Al-Faridzi, menjelaskan bahwa salah satu tantangan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat adalah membangun kebiasaan melakukan deteksi dini sebelum penyakit berkembang.
“Masih banyak masyarakat yang merasa pemeriksaan kesehatan belum diperlukan apabila tubuh masih terasa sehat. Padahal, sejumlah penyakit dapat berkembang tanpa gejala. Melalui program ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar dalam menjaga kualitas hidup,” katanya.
Evaluasi kegiatan melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala, manfaat deteksi dini, serta upaya pencegahan penyakit tidak menular melalui penerapan pola hidup sehat.
Salah seorang peserta mengaku memperoleh pemahaman baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya baru menyadari bahwa pemeriksaan kesehatan tidak harus menunggu sampai sakit. Setelah mengikuti penyuluhan dan pemeriksaan ini, saya jadi lebih memahami pentingnya mengetahui kondisi tubuh lebih awal agar bisa segera melakukan pencegahan apabila ditemukan masalah kesehatan,” ungkapnya.
Program “Sehat Sebelum Sakit” merupakan salah satu kontribusi Mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Universitas Hasanuddin dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being).
Melalui edukasi kesehatan, skrining, dan deteksi dini, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya sekaligus mendorong pemanfaatan layanan kesehatan secara optimal.
Mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berharap kebiasaan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan deteksi dini dan penerapan pola hidup sehat, berbagai penyakit dapat dicegah sejak awal sehingga kualitas hidup individu, keluarga, dan masyarakat dapat terus terjaga.
___
Editor Aisya Sofianita Kamaruddin









